
Mommy Laras dan dady Alvonso berjalan ke arah pintu kemudian membuka pintu tersebut dan berjalan ke arah kamar Dita. Mommy Laras mengetuk pintu kamar Dita sambil memanggil namanya. Di ketukan ke empat barulah Dita membuka pintunya. Mommy Laras dan daddy Alvonso melihat mata bengkak Dita tampak kalau Dita habis selesai menangis.
" Dita sayang boleh opa dan oma masuk ke dalam?" tanya daddy Alvonso dengan nada lembut.
" Boleh opa, silahkan masuk opa dan oma." ucap Dita dengan nada sopan sambil membuka pintunya dengan lebar.
" Terima kasih sayang." jawab opa dan oma serempak sambil masuk ke kamar Dita.
Daddy Alvonso dan mommy Laras matanya langsung membulat sempurna karena melihat kamar Dita seperti kamar pecah, bed cover dan bantal berserakan di lantai begitu pula dengan barang - barang tergeletak yang tidak pada tempatnya.
" Kok cantik - cantik kamarnya berantakan?" tanya mommy Laras dengan nada masih lembut
" Aku kesal oma sama mommy," ucap Dita dengan wajah di tekuk.
" Kita rapihkan bersama yuk nanti Dita bisa cerita sama oma dan opa," ucap mommy Laras.
" Baik oma," jawab Dita.
Daddy Alvonso, mommy Laras dan Dita merapikan kamar hingga setengah jam kemudian kamar Dita rapi seperti sediakala.
" Kalau begini kan enak melihatnya," ucap oma sambil duduk di ranjang.
" Iya oma," jawab Dita sambil duduk di sebelah mommy Laras.
" Dita sayang, kesal sama mommy memangnya mommy kenapa?" tanya daddy Alvonso pura - pura tidak tahu.
" Mommy tadi bentak Dita makanya Dita membenci mommy," ucap Dita dengan wajah di tekuk.
__ADS_1
" Mommy bentak Dita memangnya kenapa? coba ceritakan dari awal biar oma dan opa tahu," pinta daddy Alvonso
Dita menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan daddy Alvonso dan mommy Laras hanya diam mendengarkan cerita Dita sambil sekali - kali daddy Alvonso dan mommy Laras saling melirik hingga Dita selesai bercerita.
" Memangnya kenapa Dita menangis?" tanya mommy Laras
" Dita tidak tahu oma tiba - tiba Dita ingin menangis." ucap Dita dengan nada polos.
" Mommy, tante Quenby, oma dan opa serta semuanya sayang sama Dita buktinya Dita menangis mommy dan tante Quenby berusaha menghibur dengan memberikan kesukaan Dita. Mommy tidak sengaja membentak karena mommy lagi sakit karena terkena luka tembak tapi karena sayang sama Dita maka mommy berusaha menghibur Dita tapi Dita malah berteriak, Dita sayang sama mommy dan tante Quenby kan?" tanya mommy Laras sambil membelai rambut Dita.
" Sayang oma," jawab Dita.
" Sekarang Dita minta maaf sama mommy dan tante Quenby," pinta mommy Laras.
" Tapi kalau Dita di bentak lagi bagaimana oma?" tanya Dita
" Baik oma, Dita akan minta maaf sama mommy." ucap Dita sambil tersenyum
" Karena Dita jadi anak baik maka mommy dan daddy kasih hadiah buat Dita," ucap mommy Laras sambil memberikan kotak berbentuk hati berwarna merah.
" Apa ini oma?" tanya Dita sambil menerima kotak tersebut.
" Bukalah nanti kamu akan tahu," ucap mommy Laras.
Dita membuka kotak tersebut dan melihat isinya, Dita tersenyum bahagia mendapatkan hadiah satu set perhiasan sedangkan mommy Laras dan daddy Alvonso hanya tersenyum penuh arti tanpa diketahui oleh Dita.
" Sini biar oma pakaikan," ucap mommy Laras sambil melepaskan sepasang anting.
__ADS_1
Mommy Laras menyimpan sepasang anting tersebut di kotak tersebut kemudian menggantinya dengan yang baru setelah selesai mommy Laras melepaskan kalung yang di pakai oleh Dita kemudian di ganti dengan kalung milik Dennis begitu pula dengan gelang dan cincin semuanya di ganti yang baru. Semua perhiasan yang melekat di tubuh Dita kini yang baru sedangkan mommy Laras dan daddy Alvonso memuji kecantikan Dita.
" Cucu oma dan opa sangat cantik," puji mommy Laras dan daddy Alvonso serempak.
" Terima kasih oma dan opa," ucap Dita sambil tersenyum bahagia.
" Dita sayang boleh tidak oma minta sesuatu padamu?" pinta mommy Laras
" Boleh oma, oma minta apa?" tanya Dita.
" Oma dan daddy hanya minta jadilah anak yang berbakti, baik dan turuti semua keinginan mommy dan daddy karena mommy dan daddy sangat sayang sama Dita." pinta mommy Laras.
" Baik oma, Dita janji tidak melakukan kesalahan yang seperti tadi dan mulai sekarang Dita akan berubah menjadi anak yang baik," janji Dita.
" Anak pintar," ucap daddy Alvonso.
" Satu lagi kalau sedang sedih ataupun sedang marah barang - barang milikmu jangan di rusak karena masih banyak orang yang ingin seperti dirimu tapi sayang mereka tidak mampu untuk membelinya jadi hargailah semua barang - barang yang telah kamu miliki," ucap mommy Laras.
" Iya oma," pinta Dita.
" Sekarang ketuk pintu kamar mommy dan pinta maaf karena tadi sempat membentak mommy," ucap daddy Alvonso.
" Baik oma dan opa." ucap Dita sambil turun dari ranjang.
Dita dengan penuh semangat berjalan ke luar kamarnya meninggalkan daddy Alvonso dan mommy Laras di kamarnya.
" Semoga Dita bisa di kontrol emosinya jangan seperti Clara," ucap mommy Laras.
__ADS_1