
" Baiklah kalau begitu kakak akan menyuruhnya untuk menembak Kevin." Jawab Aleandro.
" Baik kak." Jawab Nathan
tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus, Nathan menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya kemudian berjalan ke tempat istrinya yang sedang menunggu dirinya.
Sepeninggal suaminya, Maya iseng mengetik novel di aplikasi noveltoon karena sudah lama dirinya tidak pernah membuat karya baru sejak dirinya menikah dengan Nathan hingga lima menit kemudian ada seseorang pria duduk di samping Maya sambil memandangi wajah cantik Maya.
" Boleh kenalan?" Tanya pria itu.
" Namaku Rudolf, nama nona?" Sambung pria itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Maya.
Maya menatap sekilas pemuda itu yang sedang duduk di sampingnya kemudian tersenyum manis dan membalas uluran tangan pria itu.
" Maya." Jawab Maya kemudian menarik tangannya tapi tangannya di tahan oleh pria tersebut.
" Tangannya halus seperti sutra." Ucap Rudolf sambil membelai punggung tangan Maya,
" Maaf nanti suamiku marah." Ucap Maya
" Nona Maya jangan bohong kalau sudah menikah, aku tidak percaya." Ucap Rudolf.
" Aku serius, suamiku sedang menelepon sebentar lagi kembali." Ucap Maya sambil berusaha menarik tangannya.
Hawa panas menyelimuti ruangan tersebut membuat Maya tahu kenapa hawa dingin berubah menjadi panas siapa lagi kalau bukan suaminya yang bernama Nathan merasa marah dan cemburu melihat istri yang dicintainya punggung tangannya di belai oleh pria lain.
" Lepaskan tangannya atau tangannya ingin aku lepas dari tempatnya." Ucap Nathan dengan nada dingin.
Rudolf langsung melepaskan tangannya kemudian menengok ke arah Nathan yang sedang menatapnya dengan aura menakutkan membuat Rudolf langsung memalingkan wajahnya dan pergi dari tempat tersebut. Nathan melangkahkan kakinya dan duduk di samping istrinya dengan wajah masih memerah menahan amarahnya.
cup
" Suamiku kalau marah bertambah tampan." Ucap Maya kemudian mengecup pipi suaminya.
__ADS_1
Nathan hanya diam sambil menatap lurus ke depan hingga nama istrinya istrinya di panggil Nathan berdiri dan mengambil obat penguat kandungan dan obat vitamin kemudian membalikan badannya berjalan meninggalkan istrinya membuat Maya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengikuti langkah suaminya hingga sampai di parkiran mobil.
" Sayangku jangan marah ya?" Mohon Maya
Lagi - lagi Nathan diam sambil menekan remote mobil kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi tanpa membuka pintu mobil untuk istrinya seperti biasanya sedangkan Maya membuka pintu mobil dan duduk di samping pengemudi.
Sepanjang jalan Nathan hanya diam membuat Maya merasa serba salah dan bingung apa yang harus dilakukan agar suaminya tersenyum kembali hingga di tempat yang sepi tanpa sengaja Maya melihat dari arah berlawanan sebuah truk melaju dengan sangat kencang membuat Maya refleks melepaskan seat belt nya sedangkan Nathan berusaha mengerem mobilnya tapi tidak berfungsi.
" Si*l remnya tidak berfungsi." Umpat Nathan sambil berusaha menghindar.
Grep
Brak
Brak
Maya memeluk suaminya sambil tersenyum hingga mobil milik Nathan menabrak pembatas jalan dan langsung di sambut oleh truk tersebut hingga mobil milik Nathan terguling-guling hingga menabrak pohon barulah mobil itu berhenti,
" Sayang, maafkan aku jangan marah lagi ya." Ucap Maya sambil tetap tersenyum dan menatap wajah tampan suaminya yang mengeluarkan darah segar di bagian kepalanya sama seperti dirinya.
" Aku sangat mencintaimu dan tidak ada pria lain yang aku cintai selain suamiku." Ucap Maya bersamaan Maya tidak sadarkan diri.
" Maya... Maya bangun... Maafkan aku... Aku juga sangat mencintaimu tidak ada wanita lain selain dirimu." Ucap Nathan bersamaan ponsel miliknya berdering.
Nathan berusaha mengambil ponselnya dan langsung menggeser tombol berwarna hijau dan langsung men loud speaker ponselnya.
" Nathan, Kevin kabur kami sedang mencarinya kamu dan Maya hati - hati." Ucap Aleandro dengan nada kuatir.
" Kak Aleandro..." Ucap Nathan menggantungkan kalimatnya karena tiba-tiba kepalanya terasa pusing.
" Aku dan istriku mengalami kecelakaan kak, tolong aku." Ucap Nathan dengan nada lirih bersamaan Nathan tidak sadarkan diri.
" Hallo.... Hallo... Nathan..!! Teriak Aleandro.
xxxxxx
__ADS_1
Di tempat yang berbeda Aleandro berusaha menghubungi kembali adiknya tapi ponselnya sibuk membuat Aleandro merasa kuatir sedangkan adik-adiknya yang sedang berkumpul melihat kakaknya panik hanya bisa menunggu Aleandro selesai telepon.
" Ada apa kak?" Tanya Maximus ketika melihat kakaknya sudah selesai menelepon.
" Yohanes, kamu cek gps ponsel milik Nathan, Maya dan Nathan mengalami kecelakaan." Ucap Aleandro sambil mengambil kunci mobilnya.
" Semuanya kita pergi, kita bawa mobil, Maximus dan Robert perintahkan anak buah kalian untuk membawa mobil dan motor sport." Sambung Aleandro berjalan keluar dari markas diikuti oleh saudara-saudaranya.
" Baik." Jawab mereka serempak.
" Nathan berada di Jl. xxxxx." Ucap Maximus
Aleandro duduk di kursi pengemudi sedangkan Maximus duduk di samping pengemudi untuk Yohanes, Aska dan Robert menggunakan motor sport agar lekas sampai di tempat tujuan. Sepuluh menit kemudian Yohanes, Aska dan Robert serta anak buahnya yang membawa motor sudah sampai dan mata mereka membulat sempurna melihat posisi mobil Nathan.
Ke tiga pria tampan tersebut turun dari motor dan membuka mobil dengan paksa bersama anak buahnya karena mobilnya ringsek kemudian mengeluarkan tubuh Nathan dan Maya yang berlumuran darah.
Yohanes menggendong Maya sedangkan Aska dan Robert menggendong Nathan karena tubuh Nathan lumayan berat. Tidak berapa lama muncul mobil Aleandro, Maximus langsung turun dari mobil dan membuka pintu mobil belakang pengemudi. Maximus duduk di kursi belakang dan menggunakan pahanya sebagai bantalan adik kembarnya dengan hati terasa sangat sakit sedangkan Maya berada di mobil yang berbeda.
Yohanes menggunakan pahanya sebagai bantalan kepala Maya dan berharap kakak kembarnya dan kakak iparnya baik - baik saja. Yohanes teringat dengan ke dua orang tuanya daddy Thomas dan mommy Gloria membuat Yohanes menghubungi daddy Thomas dan sambungan pertama langsung di angkat oleh daddy Thomas.
" Ada apa Yohanes?" Tanya daddy Thomas tanpa basa basi.
" Daddy, kak Nathan dan kak Maya mengalami kecelakaan." Ucap Yohanes
" Baik daddy akan ke sana." Ucap daddy Thomas dengan aura menggelap di wajahnya.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus daddy Thomas langsung menghubungi ke dua sahabatnya untuk bertemu di suatu tempat biasa mereka berkumpul di saat seperti ini sedangkan mommy Gloria yang melihat wajah suaminya menggelap dan terlihat jelas aura membunuh mengerti dan langsung memeluk suaminya dari arah belakang.
" Ada apa sayang?" Tanya mommy Gloria dengan nada lembut
Daddy Thomas menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian melepaskan pelukan istrinya kemudian membalikkan badannya sambil tersenyum dan membelai lembut rambut istrinya.
" Tidak ada apa-apa sayang." Jawab daddy Thomas.
__ADS_1