Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tidak bisa meretas cctv


__ADS_3

Kini mobil tersisa 6 sedangkan motor tersisa 8, orang kepercayaan ketua mafia  atau tangan kanan mafia menahan amarahnya karena anak buahnya banyak yang mati membuat dirinya menghentikan mobilnya sambil mengarahkan tangannya ke atas supaya mobil dan motor untuk berhenti semua.


" Dua mobil dan 4 motor yang berada di depan jalan dan ingat jaga jarak agar jika musuh menembak tidak mengenai yang lainnya. Untuk sisanya tunggu di sini jika mereka sudah jauh baru sisanya menyusul untuk menyerang di segala posisi mansion," ucap orang kepercayaan mafia.


" Baik tuan." Jawab mereka serempak.


Dua mobil dan empat motor itu menyalakan mesin kendaraannya dan melajukan kendaraan di mana mereka sebentar lagi akan sampai di mansion milik daddy Thomas.


Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion daddy Thomas, Dennisa melihat pergerakkan dua mobil dan empat motor menuju ke mansion membuat Dennisa menghubungi keluarganya kalau sebentar lagi mereka sampai.


Dor           Dor           Dor            Dor         


Dor           Dor           Dor           Dor


" Akhhhhhhhh...." teriak mereka serempak


Bruk         Bruk         Bruk         Bruk        


Bruk         Bruk         Bruk         Bruk


Daddy Alvonso dan Maya kembali menembak pengemudi motor berikut penumpangnya dan di susul dengan Quenby, Arlan, Dennis, Cantika istri Aleandro dan Claudia,  Daddy Alvonso menembakkan senjatanya dengan menggunakan tangan kanan dan kiri  dan tepat mengenai ke dua kening penjahat tersebut


Sedangkan Dennis, Arlan, Cantika istri Aleandro, Claudia, Quenby dan Maya hanya menembak satu kali dan tepat mengenai kening penjahat masing - masing. Ke empat pengemudi motor berikut penumpangnya mati di tempat hanya menyisakan dua mobil yang berisi masing - masing sepuluh orang total dua puluh orang.


" Dua mobil berpencar ke samping kanan mansion dan samping kiri mansion," lapor Dennisa


" Mereka berhenti tepat di dinding tembok dan keluar dari mobil, beberapa orang membawa tali sepertinya mereka ingin memanjat dinding," sambung Dennisa dengan mata tak pernah lepas dari layar laptopnya.


" Kita menunggu sampai mereka sampai naik ke atas tembok, baru kita tembak mereka." Ucap daddy Alvonso.


" Dua mobil dan empat motor kloter ke dua sedang menuju ke arah mansion paman Thomas," Ucap Dennisa


" Kalau begitu yang berada di lantai satu menembak atas instruksi tante Laras dan Aurora. Mommy perintahkan ke sepuluh orang untuk fokus menembak di sebelah kanan jika meleset mommy bantu menembak mereka" ucap daddy Alvonso


" Baik dad," Jawab mommy Laras.


" Untuk Aurora dan Cantika istri Robert kalian berdua paman tugaskan masing - masing memerintahkan 5 orang untuk menembak dan jangan sampai menembak ke orang yang sama," apakah kalian mengerti maksud paman?" tanya daddy Alvonso.


" Mengerti paman," Jawab Aurora dan Cantika istri Robert.


" Bagus, jika ada tembakan yang meleset kalian bantu untuk menembaknya," Ucap daddy Alvonso.


" Baik dad," Jawab Aurora dan Cantika istri Robert serempak.


" Untuk yang lainnya jangan ikut menembak kalian fokus ke dua mobil dan empat motor yang sebentar lagi akan datang," Ucap daddy Alvonso


" Baik dad," Jawab Dennis, Arlan, Maya, Quenby, Cantika istri Aleandro dan Claudia serempak.


Dor           Dor       Dor            Dor         Dor       


   


Dor           Dor      Dor           Dor           Dor


" Akhhhhhhhh...." teriak mereka serempak


Bruk         Bruk         Bruk         Bruk        

__ADS_1


Bruk         Bruk         Bruk         Bruk


Dor           Dor           Dor          Dor       Dor           Dor           Dor           Dor          Dor      Dor


" Akhhhhhhhh...." teriak mereka serempak


Bruk         Bruk         Bruk         Bruk        


Bruk         Bruk


Di antara dua puluh orang yang tertembak empat belas orang mati di tempat karena tepat mengenai keningnya, 3 terkena luka tembak ada yang di lengan, dada dan perut sedangkan sisanya meleset.


Dor           Dor           Dor            Dor         


Dor           Dor


" Akhhhhhhhh...." teriak mereka serempak


Bruk         Bruk         Bruk         Bruk        


Bruk         Bruk


Dua orang di tembak oleh mommy Laras dengan menggunakan senjata kanan dan kiri dan langsung mati di tempat begitu pula dengan Aurora dan Cantika istri Robert menggunakan senjata kanan dan kiri dan ke empat penjahat langsung mati seketika.


" Daddy, tiba - tiba mereka menghentikan kendaraannya dan tiga belas orang turun dari mobil dan motor sepertinya mereka sedang berdiskusi dan lima belas orang berpencar sambil menggunakan teleskop," Lapor Dennisa


" Kemungkinan mereka ingin merubah strategi, apa kamu bisa meretas untuk mendengarkan mereka mengobrol apa?" tanya daddy Alvonso.


" Sebentar aku coba dulu." ucap Dennisa.


Mommy Laras, daddy Alvonso, Arlan, Alviana, Dennis, Dennisa, Cantika istri Aleandro, Claudia, Quenby, Maya, Aurora dan Cantika istri Robert masing - masing menggunakan earphone bluetooth untuk berkomunikasi karena jarak mereka berjauhan.



Khusus daddy Alvonso, Dennis, Arlan, Cantika istri Aleandro, Claudia, Quenby dan Maya dilengkapi teleskop jarak jauh karena mereka bertugas menembak para musuh dari jarak jauh dan dekat.



Untuk Alviana ditugaskan oleh daddy Alvonso untuk menjaga anak - anak dari Aleandro, Maximus, dokter Kasandra dan Cantika istri Robert bersama dua belas baby sister mereka pun masing - masing membawa senjata hanya saja mereka sembunyikan di dalam tas selempang pemberian Cantika istri Aleandro.


Cantika istri Aleandro yang mempunyai hobby membuat tas karena anak - anak dari Aleandro, Maximus, dokter Kasandra dan Cantika istri Robert yang masih kecil belum saatnya mereka melihat senjata pistol.


" Bawa dad," jawab Alviana


" Alviana coba kamu bantu adikmu Dennisa, mana yang lebih meretas suara mereka," ucap daddy Alvonso.


" Baik dad," jawab Alviana


Alviana dan Dennisa mengutak atik laptopnya hampir lima belas menit kemudian Alviana berhasil mendengarkan percakapan para penjahat.


" Aku berhasil dad," jawab Alviana.


" Bagus dan untuk kamu Dennisa kamu konsentrasi dengan kelompok satunya," Perintah daddy Alvonso.


" Baik dad," Jawab Dennisa


" Alviana kami ingin mendengarkan percakapan mereka," pinta daddy Alvonso

__ADS_1


" Baik dad," jawab Alviana sambil melepaskan earphone bluetooth yang menempel di telinganya kemudian didekatkan di layar laptopnya.


" Tuan, mereka tahu gerak gerik kita dan teman - teman kita yang sudah jalan duluan mati semua tanpa sisa," ucap salah satu anak buahnya melaporkan ke orang kepercayaan ketua mafia.


" Dari mana kamu tahu?" tanya pria itu.


" Salah satu rombongan pertama ada temanku dan kami menggunakan earphone bluetooth katanya dalam perjalanan menuju ke mansion empat motor yang berjumlah delapan orang meninggal di tempat dan dua mobil yang berisi dua puluh orang, empat belas orang mati di tempat karena tepat mengenai keningnya, 3 terkena luka tembak ada yang di lengan, dada dan perut sedangkan sisanya meleset. Temanku yang tembakannya meleset namun baru jalan menuju ke arah samping kiri temanku mendengar ada suara tembakan beruntun setelah itu kami hilang kontak." ucap anak buahnya menjelaskan.


" Aku akan menghubungi tuan Raymond tangan kanan tuan Alex Maximus," ucap pria itu.


Pria itu pun menghubungi tuan Raymond dan mengatakan apa yang tadi dikatakan oleh anak buahnya setelah beberapa saat sambungan komunikasi langsung terputus.


" Kita tunggu kabar dari tuan Raymond." ucap pria itu.


Setelah menunggu lima menit ponselnya berdering dan langsung di angkat oleh pria tersebut.


" Hallo tuan." panggil pria itu.


" Kamu cek di lokasimu apakah ada cctv dan kalau ada hancurkan ." Perintah Raymond.


" Baik tuan," Jawab pria itu.


Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak dan pria itupun menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.


" Kalian semua cek apakah di lokasi ini ada cctv? Kalau ada tembak cctv sampai hancur." perintah pria itu sambil menatap ke anak buahnya.


" Baik." jawab mereka serempak.


Daddy Alvonso yang mendengar percakapan mereka untuk menghancurkan cctv membuat daddy Alvonso langsung mengarahkan bazoka ke arah mereka ketika mereka hendak membubarkan diri.


Duar


" Akhhhhhhhhhhh..." Teriak mereka serempak


Tembakkan daddy Alvonso tepat di tengah - tengah mereka hingga dua belas orang meninggal di tempat, empat luka ringan dan dua belas orang lagi tidak terkena ledakan bazoka karena jarak mereka agak jauh dari lokasi.


" Si*l, cepat hancurkan cctv." perintah Raymond sambil menahan rasa sakit akibat terkena ledakan bazoka.


xxxxxxx Flash Back On xxxxxx


Ketika daddy Alvonso menembak bazoka dan peluru mengarah ke mereka salah seorang anak buah penjahat tidak sengaja melihatnya dengan menggunakan teleskop dan langsung berteriak.


" Lindungi tuan Raymond ada bazoka!!!" teriak pria itu.


Serentak pasukan berani mati menjadikan tubuh mereka sebagai tamengnya sedangkan Raymond langsung berlari dengan sangat kencang sehingga tujuh belas anak buahnya mati mengenaskan.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxx


" Baik tuan," jawab mereka serempak


Dor           Dor           Dor           Dor


Dua anak buah mafia melihat ada dua cctv yang berada di tiang dan langsung di tembak hingga hancur berkeping - keping bersamaan layar laptop milik Alviana dan Dennisa langsung gelap gulita. Hal itu membuat Alviana memasang kembali earphone bluetooth untuk melapor ke daddy Alvonso.


" Daddy, aku tidak bisa meretas cctv," lapor Dennisa.


" Sama dad, aku juga tidak bisa," sambung Alviana.

__ADS_1


__ADS_2