Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sela dan Presdir Axel 2


__ADS_3

" Ok," jawab Sela singkat.


Sela membawa paper bag yang berisi satu steel pakaian ganti dan tas yang berisi barang pribadi Sela termasuk bedak dan lipstick, Sela berjalan ke arah ruangan pribadi presdir Axel untuk pertama kalinya.


Sepeninggal Sela presdir Axel melanjutkan pekerjaannya untuk menghilangkan pikiran kotornya yang ingin memakan Sela di kamar pribadinya karena bagaimanapun juga dirinya pria normal tapi mengingat Sela sudah menikah dan mempunyai anak dirinya tidak tega untuk merusak rumah tangga Sela.


Dua Puluh Menit Kemudian


Sela keluar dari ruangan pribadi milik presdir Axel kemudian berjalan ke arah mejanya sedangkan presdir Axel yang mendengar suara langkah sepatu membuat presdir Axel mengangkat wajahnya dan melihat Sela dengan mata membulat sempurna betapa sangat cantiknya Sela.


" Cantik," ucap presdir Axel tanpa sadar.


" Terima kasih," jawab Sela sambil tersenyum.


Presdir Axel teringat beberapa hari yang lalu ketika dirinya pergi ke mall melihat satu set perhiasan yang sangat cantik dan entah kenapa dirinya teringat dengan Sela dan langsung membelinya.


Presdir Axel membuka laci mejanya di mana dirinya menyimpan kotak perhiasan tersebut karena dirinya ingin memberikannya ke Sela tapi karena dirinya ragu.


Tapi kini dirinya berusaha memberanikan diri untuk memberikannya ke Sela. Presdir Axel turun dari kursi kebesarannya sambil membawa kotak berbentuk hati dan berjalan ke arah Sela.


" Kamu akan bertambah cantik jika memakai satu set perhiasan ini," ucap presdir Axel sambil membuka kotak berbentuk hati.


" Cantik sekali," ucap Sela sambil menatap satu set perhiasan tersebut.


Presdir Axel tersenyum kemudian mengambil kalung tersebut kemudian meletakkan kotak tersebut di meja kemudian memakaikan kalung tersebut ke leher Sela.


" Aku akan pakaikan," ucap presdir Axel


Sela menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian mengangkat rambutnya yang panjang agar presdir Axel memakaikan kalung tersebut kemudian berlanjut sepasang anting dan gelang.


Perhiasan yang awalnya dikenakan oleh Sela di lepas oleh Presdir Axel dan digantikan dengan satu set perhiasan miliknya.


" Coba aku lihat," ucap presdir Axel sambil membalikkan badan Sela


Presdir Axel menatap Sela sambil tersenyum karena perhiasan yang di belinya sangat cocok di tubuh Sela kemudian presdir Axel berjalan ke arah kamar mandiĀ  karena dirinya kalau boleh jujur ingin mencium bibir Sela yang sudah menjadi candunya sekaligus ingin merasakan tubuh Sela tapi keinginan itu berusaha di tepisnya dengan cara mandi air dingin kembali.


" Bisa - bisa aku masuk angin karena ini ke dua kalinya aku mandi air dingin," gerutu presdir Axel sambil mandi menggunakan air shower.


Singkat cerita kini mereka berada di pesta ulang tahun pernikahan tuan Alberto yang ternyata pestanya sangat meriah banyak klien bisnis yang datang dan ada beberapa yang Sela kenal.

__ADS_1


" Calon istrinya ya?" tanya salah satu kliennya.


" Benar," jawab presdir Axel singkat.


" Bukan," jawab Sela bersamaan.


" Yang benar yang mana?" tanya klien tersebut.


Grep


" Tolongin aku, bilang saja iya karena aku tidak mau dijodohkan oleh anaknya," bisik presdir Axel sambil memeluk pinggang Sela.


" Calon istriku sangat malu jadi bilangnya bukan," jawab presdir Axel.


" Sayang sekali, padahal mau aku kenalkan dengan putri semata wayang ku. Putriku sangat cantik, sangat pintar masak dan sangat pintar dalam pendidikan jadi tidak malu jika di bawa ke pesta," ucap klien tersebut mempromosikan putri semata wayangnya dan berharap presdir Axel mau memutuskan Sela dan memilih putrinya.


Cup


" Calon istriku juga sangat pintar dalam segala hal jadi maaf coba jodohkan dengan pria lain," ucap presdir Axel kemudian mengecup pipi Sela.


( ' Hadeuh kesempatan dalam kesempitan kalau tahu gini ngga mau aku datang,' gerutu Sela dalam hati ).


( ' Aku tahu kamu pasti kesal tapi asal kamu tahu aku sudah mengenal putrimu dari para rekan bisnisku kalau putrimu adalah wanita murahan dan juga ****** karena mau tidur dengan sembarang pria," ucap presdir Axel dalam hati ).


" Maaf aku mau menyapa tuan rumah," ucap presdir Axel


" Silahkan," jawab klien tersebut dengan wajah kecewa karena usahanya tidak berhasil.


Presdir Axel berjalan sambil memeluk pinggang Sela awalnya Sela sangat risih tapi presdir Axel memohon karena dirinya tidak ingin di dekati wanita lain kecuali Sela membuat Sela pasrah dan membiarkan presdir Axel melakukannya apalagi dirinya belum mempunyai kekasih apalagi mempunyai suami jadi tidak mungkin ada yang marah namun tanpa sepengetahuan mereka seseorang memotret mereka berdua. Presdir Axel yang sangat tampan dan Seli yang sangat cantik seperti pasangan kekasih siapapun yang melihatnya sangat iri.


" Presdir Axel tidak rugi membawaku?" tanya Sela sambil berbisik


" Rugi kenapa?" tanya presdir Axel sambil menatap wajah cantik Sela dan menaikkan salah satu alisnya.


" Banyak gadis dan wanita yang ingin berkenalan dan ada yang ingin menjodohkan presdir Axel," jawab Sela.


" Kenapa mesti rugi justru dengan mengajakmu mereka tidak berani mendekatiku," ucap presdir Axel menjelaskan.


" Bukannya enak dikelilingi para gadis?" goda Sela sambil tersenyum jahil.

__ADS_1


" Jangan menggodaku kalau tidak ingin aku cium," ancam presdir Axel


Wajah Sela langsung berubah cemberut sambil memalingkan wajahnya hal itu membuat presdir Albert tersenyum puas karena berhasil membalas godaan Sela.


" Aku mau ke tempat makanan, perutku lapar," ucap Sela berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Ok, aku mau ketemu rekan bisnis nanti aku nyusul," ucap presdir Axel sambil melepaskan pelukannya.


Sela berjalan ke arah makanan dan tanpa sengaja Sela melihat seorang gadis dikerubungi 4 pria dan salah satunya membawa minuman anggur.


" Ayo cantik minum anggur ini," pinta salah satu pria.


" Maaf aku tidak suka minum," ucap gadis tersebut.


" Ayolah hanya satu gelas saja," ucap pria ke dua.


" Sungguh aku tidak pernah meminum anggur," ucap gadis tersebut sambil berjalan tapi langkahnya di halangi oleh ke empat pria tersebut.


" Maaf, aku ingin ke sana," ucap gadis tersebut.


" Tidak bisa minum dulu baru boleh," ucap pria ke tiga.


" Hanya minum saja kan? Sini aku minum," ucap Sela.


Sela yang melihat gadis tersebut sangat kasihan membuat Sela berjalan ke arah mereka dan langsung merebut gelas tersebut dari tangan salah satu pemuda tersebut.


" Benar sekali, berikan gelasnya," pinta pemuda ke empat.


Tanpa menjawab Sela langsung meminumnya hingga habis tanpa sisa kemudian memberikannya ke pemuda tersebut.


" Nah sekarang sudah habis silahkan kalian pergi dan bebaskan gadis itu," usir Sela.


" Huh!! Sungguh menjengkelkan," ucap pemuda pertama.


" Iya sungguh menjengkelkan, kita pergi saja," ucap pemuda ke 4


" Tunggu, gadis ini lumayan juga," ucap pemuda ke dua sambil tersenyum mesum.


" Iya benar, ayo cantik ikut kami," ajak pemuda ke tiga sambil tangannya hendak menyentuh tangan Sela

__ADS_1


" Sentuh tangan calon istriku bersiap - siaplah tangannya hilang," ancam seorang pria yang tiba - tiba datang.


__ADS_2