Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Kematian Bela


__ADS_3

Bela dan Gadis saling memandang sebentar kemudian mereka ikut membuka semua pakaiannya hingga tubuh mereka bertiga polos tanpa sehelai benangpun.


Tuan Romero berbaring di ranjang, suhu tubuh panas pada Bela dan Gadis membuat mereka seperti cacing kepanasan. Mereka tidak menyadari kalau minuman juice yang mereka minum mengandung obat perangsang dosis tinggi di tambah lagi mereka berdua meminum dua gelas sekaligus.


Tuan Romero hanya memejamkan matanya menikmati layanan ke dua wanita itu. Bela yang tidak bisa menahannya lagi langsung memasukkan adik kecil milik tuan Romero ke bagian privasinya. Setelah beberapa saat Bela mencapai puncaknya dan bergantian dengan Gadis.


( " *Si*l ke duanya sudah bekas tapi jepitan wanita ini masih terasa dari pada wanita yang pertama." Ucap tuan Romero dalam hati sambil menikmati jepitan milik Gadis* ).


Setelah beberapa lama Gadis sudah mencapai puncaknya dan langsung menarik tubuhnya dan berbaring di ranjang di samping tuan Romero mengikuti kakaknya yang sudah berbaring.


Tuan Romero langsung bangun dari ranjangnya dan membalikkan tubuh polos Bela hingga tengkurap.


jleb


" Ahhhhh." Teriak Bella ketika bagian privasinya dimasuki oleh tuan Romero.


Bela berapa kali orgas*e ketika tuan Romero memasuki bagian privasinya dengan berbagai posisi setelah satu jam barulah adik kecilnya menyemburkan laharnya. Tuan Romero langsung menarik adik kecilnya dan berjalan ke arah meja untuk menghubungi kepala pelayan. Sambungan komunikasi langsung di angkat.


" Datang ke sini." Perintah tuan Romero.


" Baik tuan." Jawab kepala pelayan.


Tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh tuan Romero. Tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu tiga kali dan pintu langsung di buka oleh kepala pelayan. Kepala pelayan sudah terbiasa melihat tuan Romero dan para wanita tanpa menggunakan sehelai benang pun. Awalnya dirinya terkejut dan malu walau sama-sama pria tapi setelah tahu sifat tuannya membuatnya lama-lama sudah terbiasa.


" Ada apa tuan?" Tanya kepala pelayan dengan nada sopan.


" Bawa wanita ini ke kandang buaya." Perintah tuan Romero dengan nada dingin sambil menunjuk ke arah Bela.


" Baik tuan." Jawab kepala pelayan patuh.


" Apa kandang buaya? Apa salahku tuan?" Tanya Bela dengan wajah pucat ketika tangannya di tarik.


" Salahmu adalah kamu memecahkan barang yang aku sukai dan itu hukuman yang pantas untukmu." Ucap tuan Romero dengan nada dingin.


" Tapi bukankah tuan akan menikah denganku? Apalagi kita sudah melakukan hubungan suami istri." Ucap Bela berusaha bernegosiasi.


" Kalian salah, kalian berdua adalah budak ku." Ucap tuan Romero sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


" Apa???" Teriak Bela dan Gadis serempak.


" Bawa wanita ini keluar!!! Cepat!!!" Bentak tuan Romero.


" Baik tuan." Jawab kepala pelayan dengan patuh sambil menarik tangan Bela.


Gadis berusaha bangun dan membantu kakaknya tapi tenaganya kalah jauh membuat Bela terjatuh tapi di tahan oleh tuan Romero.


" Kamu tidak usah membantunya kita melanjutkan yang tadi." Ucap tuan Romero sambil menggendong Gadis ala bridal style menuju ke arah ranjang.


" Aku tidak mau, aku mohon bebaskan kakakku." Mohon Gadis yang tidak ingin kakaknya di makan oleh buaya.


Kematian Bela yang di ujung tanduk membuat Gadis memohon agar kakaknya dibebaskan tapi tuan Romero sama sekali tidak memperdulikan permohonan Gadis.


bruk


Tuan Romero langsung melempar Gadis ke ranjang kemudian menyatukan tubuhnya ke tubuh Gadis membuat Gadis berteriak kesakitan karena tanpa pemanasan terlebih dahulu.


" Sakit." Ucap Gadis sambil mendorong tubuh tuan Romero tapi tenaganya kalah jauh.


" Awalnya aku ingin bersikap lembut padamu tapi karena kamu membela kakakmu maka aku tidak bisa lembut denganmu. Jika berontak atau memakiku maka aku tidak segan-segan untuk membuang dirimu ke kandang buaya menyusul kakakmu." Ucap tuan Romero.


Gadis terpaksa mengikuti permintaan tuan Romero karena dirinya ingin hidup.


Obat perangsang dosis tinggi masih ada tersisa membuat Gadis kembali menikmatinya sedangkan tuan Romero melakukan dengan berbagai posisi.


" Aku akan melakukan ini sampai aku merasa bosan jadi jika kamu pintar membuatku selalu puas maka aku tidak akan mencari wanita lain." Ucap tuan Romero sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.


" Bagaimana kalau kita menikah?" Tanya Gadis penuh harap


" Tidak, pernikahan membuatku terikat dan aku ingin bebas." Ucap tuan Romero dengan nada tegas.


Gadis hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menahan rasa kesal di hatinya. Hingga tidak berapa lama keluarlah lahar miliknya dan tuan Romero menarik adik kecilnya dan menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


" Aku ingin tidur dulu nanti kita lanjut lagi." Ucap tuan Romero yang merasa lelah.


Tidak membutuhkan waktu lama tuan Romero sudah tertidur dengan pulas. Gadis berusaha turun dari ranjang dengan ke dua lututnya gemetaran.


( " *Si*l badanku sakit semua." Ucap Gadis dalam hati* ).

__ADS_1


Gadis melihat di bawah lantai ada pistol yang tersimpan di saku jas tuan Romero membuat Gadis mempunyai ide untuk menembak tuan Romero.


( " Aku akan menembaknya setelah itu aku akan menembak kak Kevin." Ucap Gadis dalam hati ).


Gadis perlahan turun dari ranjang dan berjalan dengan perlahan untuk mengambil pistol dengan wajah penuh keringat karena dirinya takut ketahuan.


" Matilah kamu brengsek!!" Bentak Gadis


dor


" Akhhhhhhhh..." Teriak tuan Romero ketika peluru itu mengenai perutnya hingga keluar darah segar.


" Kau!!" Teriak tuan Romero sambil menahan rasa sakit pada perutnya sambil memegangi perutnya.


" Aku kenapa? Kaget ya?" Tanya Gadis sambil tersenyum sinis sambil mengarahkan pistolnya ke arah tuan Romero.


" Jangan tembak, baik kita akan menikah secepatnya." Ucap tuan Romero yang tidak ingin dirinya ma* percuma sambil tangannya meraba-raba mencari sesuatu yang bisa untuk di lempar.


" Cih, siapa yang mau menikah denganmu." Ucap Gadis


" Bukankah tadi kamu bilang mau menikah denganku?" Tanya tuan Romero.


" Dasar bodoh, aku melakukan itu jika kita menikah maka aku akan cari cara untuk membunuhmu, mungkin kasih racun ke makananmu atau menembak seperti yang aku lakukan saat ini." Ucap Gadis


" Terimalah kematianmu brengs*k." Umpat Gadis sambil menarik pelatuk.


bugh


dor


Tuan Romero melempar bantal ke arah pistol membuat pistol itu menembak ke atas langit-langit. Tuan Romero mengambil lampu kamar dan melempar ke arah Gadis.


bugh


" Akhhhhhhhh." Teriak Gadis sambil melempar pistol secara asal kemudian memegangi dadanya yang terasa sangat sakit akibat lemparan lampu kamar.


Tuan Romero langsung bangun dari ranjang dan mencekik Gadis.


" Aku sudah berbuat baik padamu untuk tidak aku bun*h tapi kamu malah berbuat jahat dengan membunuhku. Seharusnya aku tidak perlu berbaik hati padamu." Ucap tuan Romero sambil mencengkram leher Gadis dengan sangat erat.

__ADS_1


Gadis berusaha memukul lengan tuan Romero tapi Romero tidak berpengaruh sama sekali dengan tuan Romero.


" Terimalah kematian mu." Ucap tuan Romero


__ADS_2