
" Hallo sayang." Panggil seorang wanita.
" Siapa ini?" Tanya Nathan.
" Sayangku Nathan, apakah sayangku lupa dengan suaraku?" Tanya wanita itu.
" Dengar ya, aku tidak ada waktu bicara dengan orang yang tidak penting." Ucap Nathan dengan nada ketus.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Nathan membuat Maya menatap dirinya.
" Siapa yang menelepon? Kok manggilnya sayang?" Tanya Maya sambil menatap suaminya dengan tatapan tajam.
" Aish, jangan menatapku seperti itu, aku tidak kenal." Ucap Nathan dengan nada santai tapi pikirannya melayang jauh karena suaranya seperti familiar.
Tidak berapa ponselnya kembali berdering tapi Nathan tidak memperdulikan, Maya yang penasaran menatap Nathan untuk menerima sambungan telepon tapi Nathan hanya menggelengkan kepalanya sambil menyerahkan ponselnya ke Maya agar Maya yang menjawab teleponnya. Maya yang mengerti langsung menggeser tombol telepon berwarna hijau kemudian menempelkannya ke telinganya.
" Hallo." Panggil Maya.
Hening
Hening
" Hallo." Panggil Maya lagi.
" Siapa ini? Mana kak Nathan?" Tanya wanita itu dengan nada ketus.
" Aku istrinya, suamiku lagi ke kamar mandi." Jawab Maya berbohong.
" Kak Nathan sudah menikah? Kamu pasti berbohong, kamu pasti simpanan kak Nathan kalau sudah bosan kamu pasti akan ditendang oleh kak Nathan." Ucap wanita itu dengan nada penuh percaya diri.
" Apa jangan - jangan kamu juga simpanan suamiku? soalnya banyak wanita yang menghubungi suamiku dengan mengaku sebagai kekasihnya." Ucap Maya dengan nada santai walau dalam hatinya ingin memaki wanita itu.
" Dengar ya, aku bukan wanita simpanan, aku adalah calon istrinya." Ucap wanita itu dengan nada ketus.
" Calon istri? Benarkah?" Tanya Maya sambil melirik ke arah Nathan.
" Jika tidak percaya tanyakan saja sama calon suamiku." Ucap wanita itu.
" Sebentar suamiku lagi keluar dari kamar mandi, sayang bagaimana permainanku puas tidak?" Tanya Maya sambil mengedipkan matanya ke arah Nathan.
Nathan yang mengerti arti kedipan mata istrinya langsung duduk di ranjang samping istrinya sambil menggelengkan kepalanya karena istrinya tidak cemburu malah mempermainkan wanita tersebut.
__ADS_1
" Tentu saja puas, kamu adalah istri yang paling aku cintai, sayangku lagi terima telepon?" Tanya Nathan berpura - pura bersandiwara mengikuti permintaan istrinya.
" Iya sayang aku lagi terima telepon, sayang kok adik kecilmu masih tegang saja? Apakah masih kurang? Padahal kita bermain hampir satu jam lho." Ucap Maya sambil membelai tombak pusaka milik suaminya yang masih tertidur dengan pulas nya.
Karena mendapatkan belaian tangan Maya membuat tombak sakti milik Nathan lama - kelamaan bangun membuat Nathan memejamkan matanya menikmati pijatan lembut istrinya hingga istrinya menarik resleting milik suaminya kemudian memasukkan tangannya ke dalam segi tiga milik suaminya membuat Nathan merem melek.
" Sayang, satu ronde ya." Mohon Nathan yang sudah tidak bisa menahan hasratnya.
" Tapi pelan - pelan sayang ada anak kita." Ucap Maya
Nathan hanya tersenyum kemudian Nathan menekan remote pintu dan otomatis pintu terkunci, Nathan menarik segi tiga milik istrinya hingga terlepas kemudian Nathan memainkan privasi milik Maya membuat Maya mendesah dan meletakkan ponselnya ke atas meja dekat ranjang dalam posisi masih tersambung.
Setelah di rasa cukup Nathan memasukkan tombak saktinya ke dalam gua yang paling dalam membuat Maya mengeluarkan suara merdunya membuat Nathan tersenyum.
" Punyamu enak banget sayang." Puji Maya
" Punya istriku juga enak banget bikin aku ketagihan." Puji Nathan
" Sayang, terus ... Aku mau keluar." Ucap Maya
" Sebentar sayang, sebentar lagi aku juga mau keluar." Ucap Nathan sambil mempercepat gerakkannya.
" Ahhhhhhhh." Teriak mereka berdua bersamaan.
Cup
" Terima kasih sayang, aku sangat puas." Ucap Nathan kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
" Sama - sama sayang, aku juga sangat puas." Ucap Maya sambil tersenyum
Nathan hanya tersenyum dan berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Maya mengambil ponsel milik suaminya yang tadi diletakkan di meja dekat ranjangnya, Maya melihat kalau sambungan teleponnya masih terhubung membuat Maya menempelkan ponsel milik Nathan ke telinganya.
" Masih betah?" Tanya Maya.
" Kamu jangan senang dulu kalau kak Nathan bosan pasti dia akan menendang dirimu." Ucap wanita itu dengan penuh percaya diri sambil menahan amarahnya.
" Oh ya, apakah keluarga kak Nathan tahu hubungan kalian?" Tanya Maya.
" Tentu saja tahu dan mereka semuanya setuju." Ucap wanita itu dengan nada yakin.
" Sayang, aku lap dulu ya baru aku pakaikan celana dal*m yang baru." Ucap Nathan.
" Sayang kok masih telan jang nanti masuk angin lho." Ucap Maya yang berusaha memanasi wanita yang di telepon.
__ADS_1
" Pffftttt... Hahahaha....Anginnya takut sama aku." Ucap Nathan sambil tertawa lepas.
" Suamiku sangat tampan kalau tertawa." Ucap Maya.
" Baru tahu ya kalau aku sangat tampan." Ucap Nathan narcis.
" Aish suamiku narcis sekali, menyesal aku memujimu." Ucap Maya dengan bibir bawahnya dimajukan.
" Itu bibir mau di cium lagi?" Goda Nathan.
" Sebentar, namamu siapa?" Tanya Maya penasaran.
" Ardila." Jawab Ardila.
" Sayang, kenal dengan Ardila?" Tanya Maya sambil memicingkan matanya ke arah Nathan.
" Sini ponselku." Ucap Nathan dengan nada dingin
Maya memberikan ponsel milik suaminya dengan mata berkaca - kaca membuat Nathan memeluk Maya dari arah samping dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang ponselnya.
" Ada apa kamu menghubungiku?" Tanya Nathan dengan nada dingin.
" Aku sangat merindukanmu, siapa wanita tadi? Apakah benar kak Nathan sudah menikah?" Tanya Ardila
" Dengar ya, hubungan kita sudah lama putus sejak kamu selingkuh dengan rival bisnisku dan aku sudah menemukan penggantimu yang lebih baik darimu yang kini menjadi istriku dan sebentar lagi kami akan mempunyai anak. Jadi jangan bicara yang omong kosong terhadap istriku karena istriku lebih percaya denganku dari pada sama kamu terlebih keluarga besarku sangat sayang dengan istriku jadi jangan pernah berharap terlalu banyak." Ucap Nathan dengan nada tegas.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Nathan membuat Maya menatap dirinya.
Cup
" Maaf kalau membuatmu menangis." Ucap Nathan kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
" Sayang." Panggil Maya.
" Hmmmm." Jawab Nathan berupa deheman sambil membersihkan bagian privasi milik istrinya dengan menggunakan handuk dan air hangat membuat Maya memejamkan matanya.
" Siapa Ardila?" Tanya Maya penasaran.
" Mantan pacar pertamaku." Ucap Nathan yang sebenarnya enggan membicarakannya bukan karena dirinya masih mencintainya tapi karena ulah Ardila membuat Nathan sangat membenci dengan kata pengkhianat.
" Mana yang lebih besar cinta kak Nathan denganku atau dengan Ardila?" Tanya Maya sambil membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya dengan wajah sendu.
__ADS_1
" Aku jawab jujur atau berbohong?" Tanya Nathan sambil merapikan rambut Maya karena dirinya sudah selesai membersihkan area privasi milik Maya.