
Ceklek
" Apa yang kalian lakukan di sini hah!!!" bentak Presdir Axel
Di saat yang bersamaan Presdir Axel juga keluar dari kamar mandi dan melihat ada dua dokter dan dua perawat sedang berkelahi di sebelah ranjang istrinya yang sedang koma membuat darah Presdir Axel mendidih dan membentak mereka berempat. Serentak semua menatap ke arah Jimmy kemudian ke arah Presdir Axel.
Jessica yang membelakangi punggung Jimmy ikut memalingkan wajahnya menatap wajah Jimmy kemudian beralih ke arah wajah Presdir Axel yang sangat menyeramkan terlebih ketika Jessica untuk pertama kalinya mendengar dua suara menggelegar di ruangan tersebut membuat Jessica kurang waspada.
Melihat dirinya dalam bahaya dokter yang memakai masker menodongkan suntikan ke arah leher Jessica membuat Jessica diam membatu membuat Jimmy dan Presdir Axel sangat terkejut dengan apa yang baru dilihatnya.
" Beri aku jalan kalau tidak aku akan menyuntik racun ini ke dalam tubuhnya," ancam dokter tersebut.
" Valentina?" panggil Presdir Axel yang sangat familiar dengan suaranya
" Tidak aku sangka kakak masih mengenali suaraku," jawab Valentina.
" Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Presdir Axel
" Apakah kakak tidak tahu kalau keluarga istri kakak telah menculik ke dua orang tuaku?" tanya Valentina.
" Ya aku tahu," jawab Presdir Axel sambil menahan amarahnya karena gara - gara ibu tirinya sekaligus ibu kandungnya Valentina yang telah membuat dirinya salah paham dengan istri dan keluarga besar istrinya.
" Karena itulah aku ingin menyuntikkan racun ini ke istri kakak tapi sayang rencana ku ketahuan oleh dokter ini," Valentina sambil menusukkan jarum tersebut ke leher Jessica membuat Jessica meringis.
" Aku masih ada satu lagi kak botol yang berisi racun berserta suntikan, kakak suntikan ke botol infus istri kakak agar dia langsung meninggal dan kita segera menikah," pinta Valentina tanpa dosa
" Dasar wanita gi la sampai kapanpun kakak tidak akan menikahi mu karena kakak sangat mencintai istri kakak!!!" bentak Presdir Axel sambil berjalan ke arah Valentina.
" Lepaskan dokter itu!!!" bentak Jimmy sambil berjalan ke arah Valentina.
" Stop!!! satu langkah lagi dokter ini akan ma ti dengan menggunakan suntikan ku ini," ancam Valen
Jimmy dan Presdir Axel otomatis menghentikan langkahnya membuat Valentina tersenyum devil kemudian Valentina menatap ke arah suster tersebut dengan tangan kanannya memegang suntikan dan masih menusuk ke leher Jessica.
" Ririn, ambil botol obat berikut suntikan nya dan suntik ke botol infus, cepat!!!" teriak Valentina
" Valentina, jangan lakukan itu!!!" teriak Presdir Axel sambil melangkahkan ke dua kakinya.
__ADS_1
" Jangan sakiti adikku, adikku tidak bersalah," pinta Jimmy sambil melangkahkan ke dua kakinya.
" Bergerak sekali lagi dokter ini akan ma ti," ancam Valentina
Jimmy, Presdir Axel dan Jessica sangat terkejut, di satu sisi Jimmy dan presdir Axel ingin menyelamatkan Sela tapi di sisi lain dokter tersebut tidak berdosa membuat mereka berdua di lema.
Jessica yang tidak bisa melihat orang lain menderita terlebih di depan matanya membuat Jessica mengulurkan tangannya untuk mendorong tangan Valentina agar suntikan tersebut tidak menancap di lehernya walau kemungkinan berhasil sedikit.
Valentina yang melihat pergerakkan Jessica langsung menekan suntikan tersebut hingga obat tersebut masuk ke dalam tubuh Jessica membuat Jimmy dan presdir Axel sangat terkejut namun langsung tersadar dan melangkahkan kakinya ke arah Jessica yang sudah selesai menyuntikkan racun tersebut.
Plak
Bugh
" Akhhhhhhhhhhhhhh..." teriak Valentina
Bruk
Presdir Axel menampar pipi Valentina dengan keras membuat sudut bibirnya berdarah sedangkan Jimmy yang sangat marah memukul pipi mulus Valentina dengan sangat keras hingga dua giginya langsung copot membuat Valentina berteriak kesakitan dan langsung ambruk ke lantai.
Ketika suntikan itu masuk ke dalam tubuh Jessica lewat lehernya Jessica belum merasakan efeknya membuat dirinya lega karena Jessica beranggapan dirinya berada di rumah sakit dan langsung ditangani terlebih dirinya seorang dokter jadi tanpa perlu menunggu prosedur.
" Ok, aku ingin obat yang masih di simpan gunakan ke wanita ular ini," ucap Jimmy dengan nada tegas.
" Itu sudah pasti," jawab Presdir Axel yang melupakan Jessica yang tubuhnya mengandung racun yang mematikan begitu pula dengan Jimmy karena mereka berdua fokus untuk menangkap ke dua wanita itu.
" Mau kemana kamu wanita ular!!!" teriak Jimmy pada perawat tersebut sambil mencengkram tangan perawat tersebut.
" Dokter Jessica apakah baik - baik saja?" tanya asisten perawat tersebut dengan nada kuatir
" Iya, kita keluar dari sini," ucap Jessica yang tidak suka dengan suara bentakan terlebih melihat kekerasan di depan matanya.
" Baik dok," jawab asisten perawat tersebut sambil berjalan mengikuti Jessica.
Jimmy dan Presdir Axel yang melihat Jessica baik - baik saja membiarkan mereka berdua berjalan meninggalkan ruangan tersebut. Tangan kiri Jimmy yang mencengkram tangan perawat sedangkan tangan kanannya mengambil ponsel untuk menghubungi Lemos adik kembarnya bersamaan kedatangan Fico dan Aska dengan tatapan bingung.
" Ada apa ini?" tanya Fico dan Aska bersamaan.
__ADS_1
" Wanita itu ingin mencelakai Sela dengan menyuntikkan racun ke dalam botol infus tapi ketahuan oleh dokter Jessica," jawab Jimmy sambil menunjuk ke arah Valentina dengan menggunakan dagunya.
" Biar paman yang mengurusnya dan kalian berdua jaga Sela," perintah Fico
" Baik paman," jawab Jimmy
" Oh ya sudah kamu suntikkan racunnya?" tanya Jimmy
" Sudah kak," jawab Presdir Axel
Fico dan Aska langsung menarik tangan Valentina dan perawat tersebut dengan paksa untuk keluar dari ruangan tersebut, entah kenapa perasaan Jimmy sangat tidak enak membuat Jimmy menghembuskan nafasnya dengan perlahan membuat Presdir Axel menatap ke arah Jimmy.
" Ada apa kak?" tanya Presdir Axel
" Aku tidak tahu kenapa perasaanku tidak enak ya? Apa akan terjadi sesuatu?" tanya Jimmy sambil berfikir.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan, Jessica ingin melakukan MRI agar bisa mengetahui organ dalam tubuhnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Magnetic resonance imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik adalah pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Baru saja berjalan beberapa langkah Jessica dan asisten perawat yang keluar dari ruangan ICU di mana Sela masih berbaring koma dan Jimmy serta Presdir Axel menangkap ke dua wanita itu tiba - tiba ada keluarga pasien yang memanggil dirinya membuat Sela terpaksa menghentikan langkahnya.
Membuat asisten perawat membisikkan sesuatu ke telinga Jessica tapi Jessica mengatakan dirinya baik - baik saja membuat asisten perawat hanya diam dan tidak berani untuk melarangnya lagi.
Jessica dan keluarga pasien mengobrol hingga dua menit kemudian Jessica melihat Fico dan Aska berjalan ke arahnya menuju ke ruangan ICU di mana Sela di rawat namun tiga menit kemudian racunnya mulai berkerja dadanya mulai terasa sesak membuat Jessica memegangi dadanya dan berlanjut pandangannya mulai berkunang - kunang.
Bersamaan Fico dan Aska keluar dari ruangan ICU hendak menuju ke arah lift hingga mereka tidak sengaja melihat Jessica sedang mengobrol dengan pasien lainnya sambil memegangi dadanya.
" Uhuk.... Uhuk.... Uhuk..."
Jessica yang ingin batuk membuat Jessica menutup mulutnya bersamaan darah segar keluar dari sela - sela jarinya yang berasal dari mulutnya.
" Dokter Jessica kenapa?" tanya keluarga pasien panik
__ADS_1
" Uhuk... Uhuk... a..." Ucap Jessica menggantungkan kalimatnya karena tubuhnya seperti tidak bertulang dan langsung merosot jatuh ke lantai tidak sadarkan diri.
" Dokter Jessica!!" teriak keluarga pasien