Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Kartu Domino


__ADS_3

" Bagaimana dengan paman Thomas dan mommy Gloria?" Tanya Max


" Aku akan menghubungi Mikael untuk meminta Mikael dan istrinya Katarina untuk menyelamatkan tante Gloria dan paman Thomas." Ucap Alvonso sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi ponakannya yang bernama Mikael.


" Ok." Jawab mereka serempak.


Mereka pun pergi meninggalkan mansion tersebut menuju ke rumah sakit dengan menggunakan dua mobil sedangkan di tempat yang berbeda dokter Alexa sudah mengetahui kalau daddynya bersama rombongannya akan menyerang rumah sakit dirinya juga sudah bersiap - siap jika tenaganya dibutuhkan.


Dokter Alexa menunggu kedatangan Mikael dan istrinya Katarina di lobby rumah sakit hingga setengah jam kemudian dokter Alexa melihat Mikael dan istrinya Katarina datang.


" Mikael dan Katarina." Panggil dokter Alexa.


" Kak Alexa apa kabar?" Tanya Mikael sambil mengacak rambut dokter Alexa yang sudah di anggap sebagai kakaknya.


" Berantakan tahu, tidak sopan sama kakak." Gerutu dokter Alexa dengan wajah di tekuk.


Mikael hanya tertawa melihat dokter Alexa cemberut sedangkan Katarina hanya tersenyum melihat sifat usil suaminya yang mirip dengan daddy Alvonso opanya Mikael.


" Ruangannya di mana?" Tanya Katarina.


" Aku akan tunjukkan." Ucap dokter Alexa


" Ok." Jawab Katarina singkat dan padat.


Mereka pun pergi ke tempat ruangan di mana daddy Thomas dan mommy Gloria yang masih satu lingkup rumah sakit.


" Rumah sakit ini sangat luas." Ucap Katarina sambil menatap ke arah sekelilingnya sambil menggenggam satu set kartu domino dengan menggunakan tangan kirinya.


" Iya sangat luas, aku saja karena sudah tidak ada pasien iseng melewati tempat ini dan ternyata di jaga oleh para penjaga." Ucap dokter Alexa menjelaskan.


" Lalu tahu dari mana kalau opa Thomas dan oma Gloria di sekap?" Tanya Katarina yang belum mengetahui ceritanya.


Dokter Alexa menjelaskan semua apa yang terjadi sedangkan Mikael dan Katarina hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengarkan cerita dokter Alexa.


" Itulah yang terjadi." Ucap dokter Alexa mengakhiri ceritanya sambil menghentikan langkahnya.


" Kenapa kita berhenti?' Tanya Katarina.


" Lihat di depan sana." Ucap dokter Alexa sambil menunjuk ke arah barat dengan menggunakan ibu jarinya.


Mikael dan Katarina langsung menatap ke arah barat dan melihat ada 4 orang yang sedang berjaga, Katarina dengan mata elangnya melihat mereka membawa pistol yang tersimpan di balik jasnya ketika mereka sedang meregangkan ke dua tangannya.


" Mereka membawa pistol." Ucap Katarina sambil mengambil kartu domino yang sejak tadi digenggamnya dengan menggunakan tangan kanan sebanyak 4 kartu karena tangan kiri menggengam kartu domino.


" Katarina buat apa kartu domino? Apakah kita akan main kartu domino? Ini bukan saatnya main kartu domino kak." Protes dokter Alexa.


" Kamu akan tahu nanti." Ucap Katarina sambil bersiap melempar 4 kartu domino.

__ADS_1


" Tugas kita sekarang menolong opa Thomas dan oma Gloria jadi kita tidak ada waktu untuk bermain domino." Ucap dokter Alexa.


" Benar kata kak Alexa, kita tidak ada waktu untuk bermain domino." Sambung Mikael.


" Bisakah kalian berdua diam." Ucap Katarina dengan nada kesal karena dari tadi ribut sedangkan dirinya sedang konsentrasi.


Mikael dan dokter Alexa yang mendengar ucapan Katarina dengan nada kesal langsung terdiam dan membiarkan apa yang dilakukan oleh Katarina sedangkan Katarina setelah mereka berdua langsung terdiam membuat Katarina kembali konsentrasi dan melempar langsung 4 kartu domino ke arah mereka.


Jleb             Jleb                  Jleb                Jleb


" Akhhhhh." Teriak ke 4 pria secara bersamaan ketika ke 4 kartu domino masing - masing mengenai kening mereka.


Bruk             Bruk                  Bruk              Bruk


Ke empat pria itupun langsung ambruk dan mati seketika membuat Mikael dan dokter Alexa membulatkan matanya dengan sempurna melihat kehebatan Katarina.


" Ajarkan aku menggunakan senjata dengan menggunakan kartu domino." Ucap Mikael.


" Aku juga mau." Ucap dokter Alexa.


" Ok, nanti aku ajarkan. Sekarang yang terpenting menyelamatkan paman Thomas dan tante Gloria." Ucap Katarina sambil berjalan.


" Ok." Jawab Mikael dan dokter Alexa serempak sambil berjalan.


Mereka bertiga berjalan hingga salah seorang memintanya untuk berhenti membuat mereka menghentikan langkahnya dan mereka melihat ada dua pria yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


" Kami sedang berjalan - jalan." Ucap Katarina sambil mengambil dua kartu domino dari tangan satunya.


" Hei kamu kenapa membawa kartu domino? Kalian di larang lewat sini." Perintah salah satu pria tersebut.


" Benar kata temanku lebih baik kalian pergilah." Usir temannya.


" Sayangnya kami tidak mau." Ucap Mikael sambil memberikan acang - acang untuk berkelahi begitu pula dengan dokter Alexa yang memang bisa menguasai seni bela diri.


" Kalau begitu jangan salahkan kami jika kami menembak mu." Ucap salah satu dari mereka berdua sambil mengeluarkan pistolnya dan bersiap untuk menebak Mikael dan dokter Alexa karena Katarina hanya diam tanpa melakukan apapun


Duag


Duag


Mikael dan dokter Alexa sama - sama menendang masing - masing tangan ke dua musuh mereka berdua membuat ke dua pistol itupun terjatuh ke arah keramik lantai. Mikael dan dokter Alexa bersiap ingin menendang ke dua penjahat tersebut namun terdengar suara teriakan pria sambil menodongkan pistol ke kepala Katarina dari arah belakang.


" Berhenti, jika kalian bergerak dan melawan teman - temanku maka temanmu akan aku tembak!!! Ancam pria itu.


Mikael, dokter Alexa dan Katarina memalingkan kepalanya ke arah belakang dan tidak jauh dari mereka ada 3 pria menodongkan pistol ke arah Katarina, Katarina memberikan kode sambil tangan satunya mengambil 1 kartu domino karena tadi tangan satunya memegang dua kartu domino kemudian menganggukkan kepalanya sedikit tanda untuk bergerak. Mikael dan dokter Alexa memalingkan wajahnya ke arah depan dan melihat ke dua penjahat hendak mengambil senjatanya.


Duag                        Duag

__ADS_1


" Akhhhhh." Teriak ke 2 pria secara bersamaan ketika tangannya di tendang oleh Mikael dan dokter Alexa.


Jleb             Jleb                  Jleb


" Akhhhhh." Teriak ke 3 pria secara bersamaan ketika ke 3 kartu domino masing - masing mengenai kening mereka.


Bruk             Bruk                  Bruk


Mikael dan dokter Alexa menendang masing - masing tangan ke dua penjahat tersebut sedangkan Katarina melempar kartu domino tersebut hingga ke tiga pria tersebut ma*i di tempat dan tanpa sepengetahuan mereka  dua orang mengarahkan pistolnya ke arah Mikael dan dokter Alexa.


Dor                  Dor


" Akhhhhh..." Teriak Mikael dan dokter Alexa ketika peluru mengenai punggung mereka berdua.


Bruk             Bruk


" Sayang... Kak Alexa!!!" Teriak Katarina.


Mikael dan dokter Alexa tubuhnya langsung ambruk membuat Katarina berteriak, Katarina yang sangat kesal dua orang yang disayangi terluka membuat Katarina mengambil dua kartu domino kemudian melempar dua kartu domino ke arah dua penjahat yang tadi telah menembak Mikael dan dokter Alexa.


Jleb             Jleb


" Akhhhhh." Teriak ke 2 pria secara bersamaan ketika ke 2 kartu domino masing - masing mengenai kening mereka.


Bruk             Bruk                 


Dua pria itupun langsung ma*i di tempat sedangkan dua pria yang tadi tangannya di tendang oleh Mikael dan dokter Alexa mengambil pistolnya kemudian mengarahkan pistolnya ke arah Mikael dan dokter Alex.


" Berhenti!!!" Teriak salah satu dari mereka berdua.


" Jika bergerak lagi maka jangan salahkan kami jika kami menembak mu." Ancam salah satu dari mereka berdua.


" Buang kartu domino mu kalau tidak kami akan menembak mu." Ancam temannya yang melihat Katarina hendak mengambil kartu domino.


" Sayang, jangan perdulikan aku, bunuh mereka berdua." Ucap Mikael sambil membantu dokter Alexa berdiri begitu pula dengan dirinya ikut berdiri.


" Benar kata Mikael, jangan perdulikan kami jika kamu buang mereka juga akan menembak kita bertiga." Ucap dokter Alexa dengan menahan rasa sakit pada punggungnya.


Katarina seperti makan buah simalakama jika kartu domino di buang maka besar kemungkinan mereka bertiga akan ma*i ditembak oleh mereka tapi jika tidak di buang dua orang yang disayangi terluka dan bisa kehilangan nyawanya.


" Aku hitung sampai tiga... Satu.... Dua... Ti..." Ucapan pria itu terpotong karena Katarina meregangkan tangannya hingga kartu domino jatuh ke lantai.


" Bagus, sekarang terimalah kematianmu." Ucap pria itu sambil mengarahkan pistolnya ke kening Katarina.


Mikael dan dokter Alexa ingin membantu Katarina namun pasukan musuh bertambah empat lagi dan langsung memegang masing - masing tangan Mikael dan dokter Alexa total ada 6 pria.


" Sabar sebentar lagi giliran kalian yang ma*i." Ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2