Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
POV SELA


__ADS_3

Sela masuk ke dalam kamarnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang bau masakan hingga lima belas menit kemudian dirinya sudah selesai mandi.


Sela memakai dress warna putih, merias wajahnya yang cantik dengan menggunakan bedak dan lipstik terakhir minyak wangi kesukaannya.


Setelah selesai Sela keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah kamar Delon dan mengetuk pintu kamarnya sebanyak 3 kali.


Ceklek


" Ada apa Sela?" tanya Delon ketika membuka pintu kamarnya dengan muka bantalnya.


" Mau pinjam pakaian kak Delon untuk kak Axel," jawab Sela


" Masuklah," jawab Delon sambil membuka pintu dengan lebar.


Sela masuk ke dalam begitu pula dengan Delon. Delon berjalan ke arah lemari dan mengambil satu stel pakaian miliknya untuk presdir Axel kemudian dimasukkan ke dalam paper bag sedangkan Sela yang melihat kamar kakaknya yang seperti kapal pecah hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memunguti pakaian kakaknya satu persatu yang berserakan di lantai.


" Ih kakak jorok," ucap Sela.


" Baru tahu ya,' jawab Delon dengan nada santai dan cuek.


" Kasihan nanti istrinya merapikan kamar kak Delon yang seperti kapal pecah,'' ledek Sela


" Kakak belum kepikiran untuk menikah jadi kakak santai saja," jawab Delon dengan cuek.


'' Kalau aku jodohin bagaimana dengan teman ku?'' tanya Sela.


'' Tidak perlu, kamu lebih baik fokus dengan pernikahan mu kalau Axel berbuat jahat kabarin kakak,'' jawab Delon.


" Baik kak," jawab Sela sambil tersenyum


" Ini satu stel pakaian untuk Axel dan bilang ke Axel ini masih baru dan bilang juga tidak usah dikembalikan," ucap Delon sambil memberikan paper bag yang berisi satu stel pakaian.


" Baik kak dan terima kasih atas pakaiannya," jawab Sela sambil tersenyum dan menerima paper bag yang berisi satu stel pakaian milik Delon yang masih baru.


" Sama - sama, terima kasih juga merapikan kamar kakak," jawab Delon sambil tersenyum menatap adik kembarnya.


" Sama - sama kak," jawab Sela sambil membalas senyuman kakak kembarnya.


Sela membalikkan badannya dan berjalan keluar dari kamar Delon menuju ke arah kamarnya yang berada di lantai bawah.

__ADS_1


Delon dan Jimmy berada di lantai 3 sedangkan Lemos berada di lantai 4 sedangkan Sela dan Seli berada di lantai 2 untuk orang tua daddy Nathan dan mommy Maya berada di lantai 5.


Sela berjalan menuruni anak tangga ke arah kamar presdir Axel. Sampai di depan pintu Sela menghembuskan nafasnya dengan berat setelah beberapa saat kemudian Sela mengetuk pintu terlebih dahulu sebanyak tiga kali.


" Masuk," jawab presdir Axel sambil masih memejamkan matanya.


Ceklek


Sela membuka pintu kamar tamu dan melihat predir Axel masih berbaring di ranjang. Sela berjalan ke arah ranjang presdir Axel hingga di depan ranjang Sela meletakkan paper bag tersebut di meja dekat ranjang.


" Kak Axel, ini buat baju ganti kak Axel milik kak Delon yang masih baru belum di pakai sama sekali ," ucap Sela menjelaskan.


Grep


Bruk


Presdir Axel menarik tubuh Sela hingga menimpa tubuh presdir Axel kemudian memeluknya membuat Sela memberontak namun tenaganya kalah jauh.


" Kak Axel, sebentar lagi makan bersama tolong kak Axel mandi dan lepaskan pelukannya," ucap Sela sambil berusaha bangun terlebih dirinya merasakan tombak sakti milik Presdir Axel mulai menegang.


" Jangan bergerak kalau tidak mau aku makan seperti semalam," ancam Presdir Axel.


" Sebentar saja aku masih ngantuk semalam aku tidak bisa tidur," ucap presdir Axel yang masih belum membuka matanya.


Sela yang tidak tega membiarkan presdir Axel memeluk dirinya hingga terdengar suara dengkuran halus dari mulut presdir Axel.


Sedangkan Sela yang diam tidak melakukan kegiatan apa - apa lama - lama dirinya menguap membuat Sela meletakkan kepalanya di dada bidang presdir Axel hingga akhirnya dirinya ikut tertidur dengan pulas.


Setengah jam kemudian presdir Axel membuka matanya dan merasakan tubuhnya terasa segar. Presdir Axel menatap Sela yang sedang tidur di atas tubuhnya seperti tidak takut kalau dirinya akan di lukai.


( ' Kenapa kamu tidur denganku tanpa ada rasa takut jika seandainya aku melukaimu?" tanya presdir Axel dalam hati ).


Presdir Axel melepaskan pelukannya kemudian memindahkan kepala Sela di bantal dan kini Sela tidur di ranjang dengan memeluk guling.


Presdir Axel turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah kamar mandi sambil melepaskan satu persatu pakaiannya dan membuangnya secara asal hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian mengambil paper bag yang tadi di bawa oleh Sela kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Tidak berapa lama Sela membuka matanya kemudian menatap sekeliling kamar tersebut hingga akhirnya dirinya tahu kalau berada di kamar tamu di mana Presdir Axel menginap.


Sela turun dari ranjang kemudian Sela menarik seprainya dan menggantikan dengan seprai yang baru setelah selesai sela memunguti satu persatu pakaian milik presdir Axel kemudian membawanya keluar menuju ke mesin cuci.

__ADS_1


Sela memasukkan semua pakaian milik presdir Axel sedangkan sepreinya di masukkan ke mesin cuci satunya kemudian menekan tombol play.


Sela dan Seli sudah terbiasa melakukannya berkat ajaran mommy Maya sambil menunggu Sela berjalan ke arah ruang makan dan melihat orang tuanya, ke tiga kakak kembarnya Delon, Jimmy dan Lemos.


Sela duduk di kursi makan bersamaan kedatangan Seli yang juga duduk di kursi makan, mereka semua menunggu kedatangan presdir Axel, presdir Albert dan Dita tidak berapa lama Dita datang dan langsung duduk tanpa banyak bicara sedikitpun.


" Mommy dan daddy, kenapa kita belum makan?" tanya Dita.


" Kita menunggu Axel dan Albert," jawab mommy Maya.


" Kok menginap di sini sih mom?" tanya Dita dengan nada kesal.


" Sudah malam, makanya daddy meminta mereka untuk menginap di sini,' ucap daddy Nathan yang menjawab pertanyaan Dita yang ditujukan ke mommy Maya.


" Lain kali Dita akan bawa cowok ke sini malam - malam biar menginap di mansion ini," ucap Dita


" Tidak boleh," jawab daddy Nathan dengan nada tegas.


" Kenapa tidak boleh? Sela dan Seli boleh bawa cowok kenapa Dita tidak bisa?" tanya Dita sambil menatap tajam ke arah daddy Nathan.


Brak


" Makin lama kamu makin berani sama daddy," ucap daddy Nathan sambil menggebrak meja.


" Dita kesal dad, daddy selalu pilih kasih," ucap Dita sambil berdiri.


" Dita benci daddy dan mommy," ucap Dita sambil berlari menaiki anak tangga.


" Dita!!!" teriak daddy Nathan.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Sambil menunggu lanjutannya, ini ada karya ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2