
" Sepertinya mobilnya mau di rem tapi remnya blong." Ucap daddy Alvonso yang melihat sopir tersebut menekan klakson dan menginjak rem mobil.
" Kalau begitu mommy akan meretas cctv di garasi mobil untuk mengetahui benar atau tidaknya kalau mobilnya di sabotase." Ucap mommy Laras sambil mengambil laptop yang tadi digunakan oleh putranya yang bernama Alvonso.
Mommy Laras mulai mengutak atik laptopnya sedangkan daddy Alvonso, Dennisa dan Nathan masih setia menatap monitor dengan perasaan yang tidak menentu.
" Truk itu sengaja menabrak mobil daddy." Ucap Nathan sambil menahan amarahnya.
" Iya benar." Jawab daddy Alvonso dan Dennisa serempak.
Mereka melihat truk tersebut melaju dengan kencang ke arah mobil warna putih milik daddy Thomas hingga terjadi tabrakan dan mobil terguling - guling hingga membentur pagar pembatas.
Dua orang pria berseragam hitam - hitam turun dari truk tersebut dan tidak berapa lama sebuah mobil berwarna hitam berhenti dan enam pria berseragam hitam - hitam ikut turun dari mobil.
Mereka membuka paksa mobil putih tersebut kemudian menarik sepasang suami istri yang sudah tidak sadarkan diri dengan berlumuran darah segar.
" Itu daddy dan mommy!!" Teriak Nathan dan tidak berapa lama air matanya keluar.
Mommy Laras, daddy Alvonso, Alviana, Debby, Dennis, Dennisa dan Nathan menatap ke layar laptop tampak memasukkan sepasang pria dan wanita entah pingsan atau sudah meninggal ke dalam mobil kemudian memasukkan 1 granat ke dalam mobil milik daddy Thomas.
Truk itupun mendorong kembali truk tersebut ke dalam jurang yang paling dalam kemudian empat pria berseragam hitam itu menembak ke arah mobil tersebut setelah mobil itu jatuh ke dalam jurang hingga terdengar suara ledakkan yang dahsyat.
Sedangkan empat pria lagi membawa Daddy Thomas dan mommy Gloria ke arah truk dan memasukkan ke dalam belakang truk dan di bawa pergi dengan diikuti oleh mobil berwarna hitam hingga tidak terlihat membuat Dennisa kembali mengutak atik laptopnya.
" Berarti mommy dan daddyku masih hidup, syukurlah aku sangat senang." Ucap Nathan tersenyum bahagia karena ke dua orang tuanya masih hidup,
" Berarti mereka sudah merencanakan ini semua dari awal." Ucap daddy Alvonso.
" Ternyata benar mobil milik orang tuamu di sabotase." Ucap mommy Laras sambil memberikan laptopnya ke arah Nathan
" Tiga pelayan yang sama, aku akan menghukum mereka." Ucap Nathan sambil berdiri.
" Tunggu mereka sudah ditangani oleh keluargaku dan saudara - saudaramu, kamu di sini saja sambil mencari tahu di mana ke dua orang tuamu di sekap oleh mereka." Ucap mommy Laras.
" Mommy, aku ngga bisa meretas lagi sepertinya mereka juga ahli dalam it." Ucap Dennisa.
__ADS_1
" Mommy akan mencobanya." Ucap mommy Laras
Mommy Laras mengambil laptop milik Dennisa hingga hampir lima menit kemudian mommy Laras juga tidak bisa membuat mommy Laras menghubungi Leo dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Leo.
" Hallo mom." Panggil Leo.
" Apakah ada yang mencurigakan?" Tanya mommy Laras.
" Ada mom, mobil milik paman Thomas menabrak pagar pembatas karena ada bekas tabrakan dan cipratan darah." Ucap Leo.
" Tapi tunggu sebentar.... ( menjeda kalimatnya ) ada dua jejak yang satunya jejak ban mobil dan yang satunya jejak ban yang agak besar kemungkinan jejak ban truk, sepertinya truk itu sengaja mendorong mobil supaya terjatuh ke jurang.'' Sambung Leo
" Memang benar Dennisa sudah berhasil meretas rekaman cctv, paman Thomas dan tante Gloria ternyata masih hidup dan mereka sengaja menukarnya jadi seakan - akan paman Thomas dan tante Gloria sudah meninggal padahal belum. Mereka membawa paman Thomas dan tante Gloria ke suatu tempat tapi mommy dan Dennisa kesulitan untuk meretas. Coba kamu yang meretas rekaman cctv yang di jalan raya mereka membawanya kemana? Mereka menggunakan mobil warna hitam dan truk warna putih yang mendorong mobil milik paman Thomas dan mommy Gloria." Ucap mommy Laras menjelaskan.
" Baik mom." Jawab Leo patuh.
" Mana Max?" Tanya mommy Laras.
" Sebentar mom." Jawab Leo.
" Max, mommy ingin bicara." Ucap Leo.
" Ok." Jawab Yohanes patuh sambil menerima remote tersebut.
" Hallo mom." Jawab Max setelah menerima ponsel milik Leo.
" Max apakah menemukan sesuatu di dasar jurang?" Tanya mommy Laras.
" Tidak ada mom hanya berkas serpihan mobil." Jawab Max.
" Ok, kalau begitu kamu bantu Leo untuk mencari di mana tante Gloria dan paman Thomas di sandera." Perintah mommy Laras.
" Bukankah tante Gloria dan paman Thomas sudah meninggal?" Tanya Max dengan nada bingung.
" Mereka menukarnya." Ucap mommy Laras.
__ADS_1
" Apa?? Baik mom aku akan bantu Leo." Jawab Max
" Ok." Jawab mommy Laras.
Tut Tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Max memberikan ponsel milik Leo dan Leo langsung menerimanya dengan menggunakan tangan satunya.
" Kita dulu psycophath dan jika ada yang berani mengganggu kita maka kita langsung menghukumnya dengan cara sadis tapi semenjak aku menikah dengan Dennisa aku jarang membunuhnya secara sadis." Ucap Max sambil mengingat masa lalu.
" Sama semenjak aku menikah dan mempunyai aku jarang membunuh orang secara sadis paling aku tembak ke keningnya setelah itu ma*i." Jawab Leo dengan nada santai.
" Semenjak kita menikah dengan pasangan masing - masing hidup kita banyak berubah terlebih mommy yang tidak pernah berhenti menasehati kita untuk tidak melakukannya." Ucap Max.
" Betul sekali, istri kita dan mommy kita juga keluarga dari istri kita mau menerima kita apa adanya tanpa ada rasa takut sedikitpun." Ucap Leo
" Betul katamu, sudahlah kita lanjutkan lagi meretas cctv untuk mencari di mana paman Thomas dan tante Gloria di sekap oleh mereka." Ucap Max.
" Ok." Jawab Leo singkat.
" Tunggu... Tunggu... maksud kalian mommy dan daddyku masih hidup?" Tanya Yohanes setelah tersadar dari lamunannya.
" Memang benar, karena itu kami sekarang meretas cctv mencari keberadaan orang tuamu." Ucap Max.
" Bukankah orang tuaku..." Ucap Yohanes menggantungkan kalimatnya.
" Ketika terjadi kecelakaan orang tuamu di tukar dengan dua jenasah laki - laki dan perempuan kemudian mereka membawa ke dua orang tuamu pergi entah kemana." Ucap Max menjelaskan.
" Aku mohon pada kalian untuk mencari keberadaan mommy dan daddy." Mohon Yohanes untuk pertama kalinya.
" Kami akan berusaha untuk menemukan ke dua orang tuamu, terlebih orang tuamu dan kalian tujuh bersaudara kembar sangat baik pada kami tanpa mempedulikan masa lalu kami." Jawab Leo.
" Betul kata Leo kami akan berusaha mencari keberadaan orang tuamu, apa lagi orang tuamu adalah sahabat mertuaku dan juga ke dua orang tuamu sangat baik pada kami dengan memberikan penuh kasih sayang tanpa memperdulikan masa lalu kami." ucap Max
" Terima kasih." Jawab Yohanes untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Leo dan Max hanya tersenyum kemudian mereka menggunakan drone untuk melacak keberadaan mommy Gloria dan daddy Thomas sedangkan di tempat yang sama tiga pelayan terikat dengan erat di kursi dengan di keliling oleh tuan Saverio, Aleandro, Maximus, Fico, Aska, Robert, Alvonso, Alvian dan Arlan.
" Siapa kalian?" Tanya tuan Saverio sambil menatapnya dengan tatapan membunuh.