Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Nathan


__ADS_3

" Iya... Iya gitu aja marah," jawab wanita itu.


" Siapa yang tidak marah? Setiap kali bertanya selalu dengan pertanyaan yang itu - itu saja," omel pria itu.


Tidak berapa lama datang seorang pria yang sangat tampan dengan memakai jas dan celana panjang hitam dengan kemeja warna putih berjalan ke arah mereka di mana wanita yang sejak tadi menunggunya dengan tidak sabar.


Wanita itu tidak sengaja memalingkan wajahnya ke arah samping dan matanya langsung membulat sempurna karena pria yang ditunggunya akhirnya datang juga membuat pria yang dihadapannya mengikuti arah mata wanita itu karena menatapnya tanpa kedip dan ternyata melihat rekan bisnisnya sudah datang membuat pria itu berdiri dan diikuti oleh wanita itu.


" Selamat datang tuan Nathan," ucap pria itu dengan nada sopan sambil mengulurkan tangannya ketika orang yang ditunggunya berada di depannya.


" Terima kasih," jawab Nathan sambil membalas uluran tangannya kemudian melepasnya.


" Kak Nathan, masih ingat aku?" tanya wanita itu penuh harap


Nathan melirik sekilas ke arah wanita itu di mana wanita itu memakai pakaian yang kurang bahan hingga terlihat setengah dua gunung himalaya yang besar menyembur keluar dan lipstik warna merah menyala membuat Nathan muak melihatnya.


Semua orang tidak akan pernah tahu termasuk mereka berdua kalau keluarga besar daddy Thomas dan keluarga besar daddy Alvonso khususnya para pria kalau tombak sakti milik mereka hanya akan berdiri dengan tegak sempurna bila bersama dengan pasangan yang sudah ditakdirkan untuk bersatu. 


Jadi sia - sia saja bagi para wanita yang mencoba menggodanya baik dengan memakai pakaian kurang bahan ataupun tidak menggunakan sehelai benangpun karena para pria tidak akan pernah tertarik sedikitpun dengan mereka.

__ADS_1


" Ardela, kenapa kamu ada di sini?" tanya Nathan dengan nada dingin dan datar.


" Kakak hebat bisa membedakan mana kakakku dengan diriku padahal kami saudara kembar identik," ucap Ardela.


" Aku mengenal keluarga kalian sudah lama dan tentu saja aku bisa membedakan mana Ardila dan mana Ardela," jawab Nathan.


" Apakah kakak masih mencintai kakak kembarku?" tanya Ardela sambil memainkan dua gunung himalaya kembar.


" Tidak," jawab Nathan singkat dan tegas.


" Bagaimana dengan diriku apakah kak Nathan menyu...." Ucapan Ardela terpotong oleh Nathan.


" Maaf tuan, nona Ardela adalah sekretaris ku, memang kenapa tuan" tanya tuan Ardiles.


" Kalau begitu rencana untuk kerja sama kita gagal," jawab Nathan sambil berdiri.


" Kenapa gagal tuan? kita kan belum melakukan kerja sama, apalagi tuan belum melihat isi perjanjian kerja sama yang telah aku buat," ucap tuan Ardiles.


" Aku tidak suka sebelum atau sesudah melakukan kerja sama ada wanita yang tidak punya rasa malu menggoda pria yang sudah beristri," jawab Nathan sambil melangkahkan ke dua kakinya.

__ADS_1


" Maafkan saya tuan, saya tidak tahu kalau tuan sudah menikah sehingga sekretaris saya berani menggoda tuan Nathan," jawab tuan Ardiles sambil turun dari kursinya kemudian berjalan ke arah Nathan.


" Tahu atau tidak tetap saja aku tidak suka," jawab Nathan sambil menghentikan langkahnya tanpa menengok ke arah belakang.


" Apa yang mesti saya lakukan tuan?" tanya tuan Ardiles


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa jawaban Nathan? Tunggu di bab selanjutnya ya


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga  Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.


Dari Author,


Yayuk Triatmaja


🌹

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


__ADS_2