Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Ingin Menjodohkan


__ADS_3

" Baik daddy," jawab Cintya patuh.


Cintya mengulurkan tangannya ke arah presdir Axel dan presdir Axel membalas uluran tangan Cintya dan Cintya pun mengecup punggung tangan presdir Axel.


" Oh ya silahkan ke ruangan ku," jawab presdir Albert.


Presdir Axel hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengikuti langkah presdir Albert menuju ke ruangan lift khusus petinggi.


Sedangkan di tempat berbeda tepatnya di kediaman mommy Maya dan daddy Nathan. Sepasang suami istri sedang menikmati teh hangat dan cemilan sambil mengobrol hingga sepasang suami istri tersebut melihat putrinya yang bernama Sela berjalan.


" Lho katanya hari pertama kerja kok sudah pulang?" tanya mommy Maya.


" Apa jangan - jangan anak daddy dan mommy di pecat?" tanya daddy Nathan menggoda putrinya.


" Tidak donk, mulai besok Sela kerja pi hari ini pulang cepat," ucap Sela sambil duduk berhadapan dengan ke dua orang tuanya.


" Lho kok pulang cepat?" tanya mommy Maya kepo begitu pula dengan daddy Nathan.


" Tadi ada insiden kecil, Mom," ucap Sela jujur


" Insiden apa?" tanya mommy Maya dan daddy Nathan serempak


Sela pun menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi dari dirinya menabrak mobil orang, menendang sopir tersebut hingga terjadi di perusahaan tempat dirinya baru kerja kecuali tentang pelukan dan ciuman karena dirinya sangat malu untuk mengatakannya.

__ADS_1


" Itulah yang terjadi Mom, Dad," ucap Sela mengakhiri ceritanya.


" Pffftttt.... Hahahaha...." tawa mommy Maya lepas


Daddy Nathan dan Sela serempak menatap mommy Maya dengan tatapan bingung membuat mommy Maya langsung menghentikan tawanya dan merubah wajahnya dengan serius.


" Apakah bos mu mencium mu?" tanya mommy Maya sambil menatap mata Sela seakan meminta jawaban.


Glek


Sela menelan salivanya dengan kasar karena dirinya tidak menyangka kalau mommy Maya tahu kalau mereka berciuman dengan perasaan takut Sela menganggukkan kepalanya membuat mommy Maya kembali tertawa lepas membuat Sela menatap daddy Nathan begitu pula sebaliknya seakan mengatakan mommy Maya kenapa?


Daddy Nathan mengulurkan tangannya ke arah kening istrinya membuat mommy Maya menahan tangan suaminya.


" Mommy kenapa?" tanya daddy Nathan


" Mommy ingat dengan daddy," ucap mommy Maya sambil tersenyum


" Memang daddy kenapa?" tanya daddy Nathan dengan nada bingung.


" Memang daddy kenapa, mom?" tanya Sela bersamaan.


" Waktu mommy bertemu daddy sama seperti bos mu," jawab mommy Maya.

__ADS_1


Nathan tersenyum ketika mommy Maya mengatakan hal tersebut sedangkan Sela menatap mommy Maya dan daddy Nathan secara bergantian.


" Berarti waktu daddy bertemu dengan mommy dan daddy main cium saja?" tanya Sela kepo.


" Tidak, waktu itu mommy mu meminta bantuan daddy untuk minta di cium supaya mantannya cemburu," ucap Nathan sambil menahan tawa.


Bugh


" Daddy," ucap mommy Maya sambil memukul bahu suaminya dan matanya mendelik.


" Yang mulai duluan siapa?" tanya Nathan menggoda istrinya.


" Mommy dan daddy ceritakan tentang masa lalu donk?" pinta Sela penuh harap.


" Ada apa ini? sepertinya seru," ucap Seli tiba - tiba datang dan duduk di sebelah kakak kembarnya.


" Oh ya kebetulan kamu datang mommy dan daddy ingin mengatakan ke kalian berdua," ucap mommy Maya tiba-tiba teringat akan sesuatu.


" Mengatakan apa mom?" tanya Sela dan Seli serempak


" Ayo daddy ceritakan ke mereka berdua," pinta mommy Maya


Daddy Nathan menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap satu persatu ke dua putri kembarnya yang sangat disayanginya kemudian daddy Nathan menceritakan tentang kebaikan keluarga besar daddy Alvonso di mana keluarga besarnya membantu ketika mommy Nathan dan mommy Maya di tabrak truk hingga mommy Maya koma, rencana pembunuhan mommy Maya dan daddy Nathan di rumah sakit, menyelamatkan ke dua orang tuanya dari penculikan, penyerangan mansion hingga menyelamatkan mommy Maya dari penculikan adik sepupunya. Semuanya dijelaskan secara singkat sedangkan ke dua putrinya dengan serius mendengarkan cerita daddy Nathan.

__ADS_1


" Kita banyak berhutang budi dengan mereka karena itulah kami berniat ingin menjodohkan salah satu anak kami ke salah satu keluarga besar paman Alvonso." ucap daddy Nathan mengakhiri ceritanya sambil menatap satu persatu ke arah Sela dan Seli.


__ADS_2