
" Daddy, Jessica tidak mungkin meninggal," ucap Jimmy merasa yakin
" Jimmy, dokter sudah mengatakan kalau Jessica sudah..." ucap Nathan terputus ketika mendengar suara pintu ugd terbuka.
Semua orang menatap ke arah pintu dan melihat Katarina dan Mikael datang kecuali Jimmy yang menggenggam tangan Jessica sambil menatap Jessica dengan tatapan kesedihan yang sangat mendalam. Katarina berjalan ke arah Jessica dan mulai mengecek nadinya setelah beberapa lama Katarina meminta orang keluar dari ruangan UGD.
" Aku minta semuanya keluar ruangan dulu, kecuali suatu orang untuk membantuku," pinta Katarina
" Aku ingin tetap di sini," ucap Jimmy
" Baiklah, semuanya kita keluar," perintah daddy Nathan yang masih bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh Katarina.
Semua keluar dari ruangan UGD hanya Katarina, Jimmy dan Jessica kemudian Katarina meminta Jimmy agar menahan tubuh Jessica untuk duduk dan Jimmy melakukan apa yang diperintahkan tanpa banyak bertanya, Katarina membuka kancing Jessica satu persatu membuat Jimmy bingung.
" Tante, apa yang akan tante lakukan ?" tanya Jimmy dengan wajah terkejut.
" Tante akan mengeluarkan racun dalam tubuh ... siapa namanya?" tanya Katarina
" Jessica, tante," jawab Jimmy
" Tante akan mengeluarkan racun dalam tubuh Jessica," ucap Katarina mengulangi perkataannya.
" Tapi kenapa membuka pakaian Jessica?" tanya Jimmy yang mulai merasakan tombak saktinya mulai bereaksi karena bagaimanapun dirinya pria normal.
" Memang seperti itu, oh ya jika nanti Jessica keluar darah jangan kamu pegang," ucap Katarina sambil melepaskan pakaian Jessica hingga tampak punggung Jessica membiru.
" Memang kenapa tante? dan tante kenapa punggung Jessica membiru?" tanya Jimmy dengan wajah terkejut
" Karena jika tanganmu tidak sengaja memegang mulut maka racunnya akan masuk ke dalam tubuhmu dan kamu akan batuk darah dan punggungmu akan membiru sama seperti yang di alami oleh Jessica." jawab Katarina sambil melirik sekilas ke arah Jimmy.
" Jimmy baringkan tubuh Jessica, sepertinya kamu terkena racun," ucap Katarina karena melihat bibir Jimmy mulai membiru.
__ADS_1
" Tante jangan pikirkan aku yang penting selamatkan Jessica," ucap Jimmy yang tidak memperdulikan dirinya sendiri.
" Masih ada waktu, sekarang baringkan tubuh Jessica," pinta Katarina
Jimmy dengan patuh membaringkan tubuh Jessica hingga sepasang matanya menatap dua gunung milik Jessica yang menantang membuat tombak saktinya semakin menegang sedangkan Katarina yang melihat Jimmy menatap dua gunung kembar milik Jessica dan ingin menyentuhnya membuat Katarina menyentil kening Jimmy.
Ctak
" Aduh... tante sakit." ucap Jimmy sambil mengusap keningnya.
" Kamu jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, awas aja kalau mengambil kesempatan dalam kesempitan nanti tante akan menyuruh perawat laki - laki untuk menggantikan mu dan kamu keluar dari ruangan ini," ancam Katarina sambil menatap tajam ke arah Jimmy.
" Jangan tante, Jimmy janji tidak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan," jawab Jimmy yang tidak rela tubuh mulus Jessica di lihat pria lain.
" Tante pegang janjimu sekarang kamu minumlah obat penawar racun ini tapi obat penawar ini hanya sementara belum sepenuhnya sembuh nanti tante akan membuatkan penawar racunnya agar racun dalam tubuhmu benar - benar hilang," ucap Katarina sambil mengambil botol yang di simpan di dalam tasnya dan diberikan ke Jimmy bersama botol minuman.
" Kenapa Jessica tidak diberikan obat ini?" tanya Jimmy sambil menerima obat dan botol mineral tersebut.
Jimmy hanya menganggukkan kepalanya kemudian dengan cepat meminum obat tersebut kemudian meletakkan botol obat dan botol mineral diletakkan di meja dekat ranjang Jessica.
" Sekarang kamu dudukkan kembali Jessica tapi sekarang berhadapan dengan Jessica," perintah Katarina
Glek
Jimmy menelan salivanya dengan kasar ketika mendengar perintah Katarina, karena tadi saja ketika melihat punggung Katarina tombak saktinya memberikan respon.
Bagaimana kalau dirinya saling berhadapan dan menatap dua gunung kembar milik Jessica yang menantang untuk di sentuh dan dimainkan?
Bagaimanapun dirinya pria normal dan itu sama saja menyiksa hatinya tapi bila ingat dengan ancaman Katarina membuat Jimmy terpaksa melakukannya.
( " Kalau boleh memilih lebih baik menghadapi ribuan musuh dari pada aku memilih melakukan ini karena membuatku sangat tersiksa," ucap Jimmy dalam hati )
__ADS_1
Jimmy menarik ke dua bahu Jessica agar duduk berhadapan dengan dirinya kemudian memejamkan ke dua mataya agar tidak melihat dua gunung kembar milik Jessica dan berkali - kali Jimmy menelan salivanya dengan kasar sedangkan Katarina duduk menatap punggung Jessica kemudian mengarahkan ke dua tangannya ke arah punggung Jessica sambil memejamkan matanya.
Jimmy yang sedang memejamkan matanya tidak mendengar apa - apa membuat Jimmy perlahan membuka matanya dan melihat Katarina sedang memejamkan matanya dan mengarahkan ke dua tangannya ke punggung Jessica kemudian pandangannya beralih ke Jessica di mana dirinya melihat pemandangan yang sangat indah di depan matanya yaitu dua gunung kembar milik Jessica seakan - akan melambai meminta untuk di sentuh membuat Jimmy kembali memejamkan matanya karena bagi Jimmy keselamatan Jessica lebih penting dari pikiran kotornya.
" Uhuk..... Uhuk.... Uhuk..."
Beberapa menit kemudian Jessica mulai batuk membuat Jimmy terpaksa membuka matanya dan melihat Jessica masih setia memejamkan matanya hanya saja mulutnya mengeluarkan darah berwarna hitam membuat Jimmy terkejut.
Jimmy ingat dengan perkataan Katarina untuk tidak menyentuhnya setelah beberapa saat batuk Jessica mulai berhenti.
" Lap mulut Jessica dengan menggunakan kain putih itu dan ingat jangan sampai mengenai ke dua tanganmu," ucap Katarina sambil membuka ke dua matanya dengan tubuh yang mulai melemah karena sudah mengeluarkan tenaga dalamnya.
Tanpa banyak komentar Jimmy memeluk Jessica dari arah samping sedangkan tangan satunya men lap mulut Jessica hingga bersih kemudian membuangnya secara asal.
" Jimmy pakaikan pakaian Jessica dengan menggunakan pakaian milik Jessica kemudian panggil suamiku dan daddy mu karena tubuhku sudah mulai melemah," pinta Katarina dengan wajah pucat.
" Baik tante," jawab Jimmy patuh
Jimmy mulai memakaikan pakaian Jessica sambil melawan hasr*tnya yang sudah mulai tinggi, setelah bertarung akhirnya Jimmy sudah selesai sambil menghembuskan nafas lega karena siksaannya sudah selesai kemudian membaringkan tubuh Jessica dan menjadikan paha Katarina sebagai bantalan kepala Jessica.
Setelah selesai Jimmy berjalan ke arah pintu ugd untuk memanggil Mikael dan daddy Nathan agar masuk ke dalam ruangan. Jimmy membuka pintu ugd dan melihat daddy Nathan dan Mikael sedang mengobrol namun ketika mendengar suara pintu ugd terbuka mereka langsung menghentikan obrolannya dan berjalan mendekati Jimmy.
" Daddy, paman Mikael di panggil tante Katarina," ucap Jimmy
" Ok," jawab daddy Nathan dan Mikael serempak
Mereka bertiga masuk ke dalam dan melihat Jessica sedang berbaring sedangan Katarina sedang duduk sambil memejamkan matanya, ke tiganya berjalan ke arah Katarina dan Jessica.
Mikael berjalan ke arah istrinya dan menggenggam tangan istrinya sedangkan daddy Nathan dan Jimmy hanya berdiri menunggu apa yang akan dikatakan oleh Katarina.
" Racun dalam tubuhnya sebagian sudah berhasil keluar dan aku minta ada seseorang yang bisa memasukkan obat penawar racun ke dalam mulut Jessica," ucap Katarina sambil membalas genggaman suaminya.
__ADS_1
" Obatnya langsung kasih ke mulutnya kan?" tanya Jimmy