
" Apa???" teriak mereka serempak
Keluarga besar daddy Thomas yang berada di ruangan tersebut menatap ke arah Dita kemudian ke arah presdir Axel sedangkan presdir Axel hanya menatap Dita dengan penuh kebencian.
Seli yang mendengar ucapan mommy Laras langsung berjalan ke arah Dita sambil mengangkat tangannya sedangkan Dita yang melihat dirinya ingin di tampar membuat Dita bersiap untuk membalasnya tapi ke dua tangannya di pegang oleh Aleandro dan Maximus.
Plak Plak
" Dasar wanita ular, tidak tahu diri seharusnya mommy dan daddy tidak memelihara ular sepertimu!! ucap Seli dengan nada satu oktaf kemudian menampar pipi kanan dan pipi kiri Dita.
Dita hanya bisa meringis menahan rasa kebas pada ke dua pipinya hingga ke dua sudutnya terluka akibat tamparan Dita membuat Dita membuang Salivanya yang bercampur dengan darah ke arah Seli dan untunglah Seli bisa menghindarinya. Dita menatap tajam ke arah Presdir Axel karena dirinya tidak membantunya membuat Dita tersenyum menyeringai.
" Apakah kalian tahu, aku dan kak Axel adalah pasangan kekasih dan kami berencana untuk merebut semua harta milik Seli setelah itu barulah milik keluarga kalian hingga kalian menjadi miskin dan kalian ma ti mengenaskan tapi sayang ternyata rencana kami ketahuan oleh nenek tua," ucap Dita
'' Tutup mulutmu wanita ular!!" Bentak daddy Alvonso yang tidak terima istrinya dikatakan nenek tua padahal benar adanya.🙈🙈
" Benar begitu Axel?" tanya keluarga besar daddy Nathan dan ke tiga kakak kembarnya Sela sambil menatap tajam ke arah presdir Axel.
" Kak Axel, jawab apa benar yang dikatakan oleh wanita ular ini?" tanya Seli yang sudah tidak mau memanggilnya dengan sebutan kakak karena dirinya sudah tidak mengakui Dita sebagai kakaknya karena itulah Seli memanggilnya dengan sebutan wanita ular.
" Aku ingin memberikan hukuman untuk Dita dan yang lainnya aku serahkan ke kak Delon dan kak Jimmy," ucap Lemos yang tidak sabar memberikan hukuman buat Dita.
" Paman Fico dan paman Aska bisa ikut Lemos?" tanya Lemos yang tahu ke dua pamannya seorang psychophat.
" Bisa," jawab Fico dan Aska serempak
" Biar paman yang membawa Dita," jawab Fico sambil menarik tangan Dita.
" Lepas!!!" teriak Dita
Bugh
Bruk
Tanpa punya rasa empati sedikitpun Aska memukul tengkuk Dita membuat Dita ambruk dan langsung tidak sadarkan diri sedangkan Fico menggendong tubuh Dita ala bridal style sedangkan yang lainnya membiarkan apa yang dilakukan oleh Fico dan Aska karena kesalahan Dita terlalu fatal.
" Kalian gunakan lift khusus dan di sebelah ruangan ini ada kursi roda dan selimut gunakan kursi roda agar para pengunjung rumah sakit tidak curiga," ucap daddy Alvonso karena rumah sakit ini adalah miliknya.
" Baik paman." jawab Fico dan Aska serempak
Ke tiga pria tampan tersebut pergi meninggalkan ruangan tersebut, sepeninggal ke tiga pria tampan tersebut mereka kembali menatap ke arah Axel membuat Presdir Axel gugup dirinya ingin mengatakan jujur tapi dirinya tidak ingin kehilangan Sela karena dirinya sangat mencintai istrinya.
" Axel, benarkah apakah yang dikatakan oleh Dita?" tanya daddy Thomas sambil menatap presdir Axel.
" Maaf, boleh aku bicara sebentar?" tanya mommy Laras memotong pertanyaan daddy Thomas.
__ADS_1
" Silahkan," jawab daddy Thomas tidak mempermasalahkan.
" Axel, oma hanya ingin memberitahukan dirimu yaitu sebuah kebenaran tentang mommy mu yang meninggal karena ulah daddy mu bukan karena ulah Nathan," ucap mommy Laras.
" Apa???" teriak mereka serempak termasuk Presdir Axel.
" Alvonso," panggil mommy Laras Presdir Axel dengan nada serempak.
" Baik mom," jawab Alvonso anak pertama daddy Alvonso dan mommy Laras.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita tentang mommy Laras dan daddy Alvonso dapat di baca di novelku dengan judul Cinta Satu Malam Bersama Mafia
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Alvonso mengutak atik laptopnya untuk membuka rekaman cctv di mansion milik orang tuan Presdir Axel sedangkan mereka menatap ke layar proyektor untuk melihat apa yang terjadi.
xxxxxxxxxx Rekaman CCTV On xxxxxxxxxx
" Delia sayang, tanda tangan kertas ini," pinta ayahnya Presdir Axel dengan nada lembut.
" Kok, kertasnya kosong?" tanya Delia sekaligus ibunya Presdir Axel.
" Axel itu anak kita, kenapa kamu ingin membunuhnya?" tanya Delia tidak berapa lama air matanya keluar
" Aku tidak yakin kalau Axel putraku, sekarang aku kasih dua pilihan tanda tangani atau anakmu Axel tinggal nama," ancam suaminya mengulangi perkataannya.
" Sudahlah kak, tanda tangani saja," ucap seorang wanita cantik yang tiba - tiba masuk ke kamar mereka di mana pintunya terbuka dengan lebar.
" Kamu itu adikku kenapa kamu tidak membela kakak?" tanya Delia menatap adik tirinya tidak percaya.
" Karena ayah memberikan semua hartanya pada kakak sedangkan aku? Aku menumpang di rumah kakak karena itulah aku tidak mungkin membela kakak ketika suami kakak meminta tanda tangan," jawab adik tirinya.
Cup
" Asal kakak tahu kalau kami saling mencintai dan ingin menguasai semua harta milik kakak," sambung adik tirinya sambil memeluk suaminya Delia dan mengecup bibirnya begitu pula sebaliknya.
" Kalian pasangan yang sangat menjijikkan, aku sangat menyesal menikah denganmu dan kamu aku sangat menyesal memberikan tempat untuk kamu tinggal," ucap Delia sambil mengangkat tangannya bersiap menampar adik tirinya.
Grep
" Jangan sekali - kali menampar calon istriku," ucap suaminya sambil menahan tangan istrinya
__ADS_1
" Tanda tangan sekarang atau anakmu tinggal nama," ancam suaminya.
Bruk
" Akhhhhh!!!" teriak Delia ketika suaminya mendorongnya hingga dirinya jatuh ke lantai.
" Tanda tangan cepat!!!!" teriak suaminya
Dengan berlinang air mata Delia terpaksa menandatangani kertas kosong tersebut kemudian diberikan ke suaminya namun ketika Delia ingin berdiri tubuhnya di tendang oleh adik tirinya hingga dirinya jatuh.
" Sekarang tulis surat yang isinya kamu meminta Axel untuk menikah dengan Dita ponakanku ketika mereka dewasa nanti," ucap adik tirinya.
" Ponakan mu Dita ?" tanya Delia mengulangi perkataan adik tirinya.
" Mommy ku mengatakan padaku kalau kita tidak ada hubungan saudara dan mommy ku juga mengatakan kalau aku punya adik kandung yang di rawat oleh ayah kandungku bersama istri barunya tapi sayang adik kandungku meninggal karena di bu nuh oleh Nathan dan adik kandungku mempunyai anak yang bernama Dita. Dita sekarang di rawat oleh Nathan karena itulah aku memintamu untuk membuat surat wasiat agar menjodohkan Dita dengan putramu Axel," ucap adik tirinya.
" Cepat buat!!!" teriak suaminya.
Delia terpaksa menulis surat wasiat karena dirinya tidak ingin terjadi sesuatu dengan putra semata wayangnya setelah selesai adik tirinya mengambil dokumen tersebut sedangkan suaminya Delia mengambil pistol dari saku jasnya kemudian mengeluarkan pistolnya ke arah istrinya.
Dor
" Akhhhhhhhhhhh!!!" teriak Delia
Bruk
Delia pun langsung ma ti di tempat sedangkan adik kandungnya membaca kertas tulisan kakak tirinya sambil tertawa jahat karena usahanya berhasil.
" Kita apakan jasadnya?" tanya suaminya Delia.
" Kubur di tempat pemakaman, orang suruhan ku sudah menggali kuburannya," jawab adik tirinya Delia.
" Kenapa kita tidak tembak saja Axel?" tanya suaminya Delia.
" Jangan, kita gunakan untuk adu domba mereka," ucap adik tirinya Delia.
" Adu domba bagaimana?" tanya suaminya Delia dengan wajah bingung.
" Kita bilang yang membunuh ibunya adalah Nathan dan kita hasut untuk menguasai harta mereka dan kita bertambah kaya," ucap adik tirinya Delia.
" Kamu memang pintar tidak sia - sia aku memilihmu untuk menjadi istriku," ucap suaminya Delia
Suaminya Delia mengambil selimut tebal kemudian membungkus tubuh istrinya dan membawanya keluar dari mansion.
xxxxxxxxxx Rekaman CCTV Off xxxxxxxxxxx
__ADS_1
Rekaman cctv langsung di off kan oleh Alvonso sedangkan Presdir Albert menggengam ke dua tangannya dengan erat karena selama ini dirinya dibohongi oleh ayahnya dan ibu tirinya.
" Axel, sekarang kamu sudah tahu bukan siapa yang mem bu nuh ibumu?" tanya mommy Laras.