Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Delon, Lemos dan Presdir Axel


__ADS_3

Rasa bersalah Lemos terhadap Soraya membuat Lemos mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan keselamatan dirinya membuat kakak kembarnya yang bernama Delon dan adik iparnya yang bernama Presdir Axel ikut menambah kecepatan mobilnya untuk menyusul Lemos tanpa memperdulikan suara klakson yang saling bersahutan.


"Sorayaaaaaaaaaa!!!! Maafkan aku hiks .... hiks ... hiks ... Aku sangat menyesal telah melukaimu terlalu dalam," teriak Lemos sambil terisak.


Lemos menangis dan sangat menyesal karena melukai Soraya, wanita yang rela berkorban menyerahkan harta berharganya yang selama ini dijaganya dan juga menjadikan tubuhnya sebagai tameng adik kembarnya padahal dirinya sudah menyakiti hatinya.


Setelah puas menangis Lemos mulai mengurangi kecepatan karena dirinya ingin pergi ke danau untuk menenangkan dirinya. Sampai di danau Lemos berjalan ke arah danau kemudian merentangkan ke dua tangannya ke atas.


"Sorayaaaaaaa!!! Maafkan aku!!! Aku mohon jangan pergi tinggalkan aku!!!" teriak Lemos.


Bruk


Selesai berteriak Lemos berlutut sambil memukul dadanya untuk mengurangi rasa sesak di hatinya setelah agak berkurang Lemos menatap ke arah danau namun pikirannya menerawang jauh.


Hening


Hening


"Kenapa aku merasa Soraya masih hidup? Aku akan menghubungi kak Max untuk meretas cctv di rumah sakit tempat Soraya sempat di rawat," ucap Lemos setelah dirinya lama terdiam.


Lemos mengambil ponselnya di saku jasnya kemudian menghubungi Max dan panggilan pertama langsung di angkat oleh Max.


("Ada apa Lemos?" tanya Max tanpa basa basi).


("Kak Max, aku ingin kak Max meretas rumah sakit di mana Soraya sempat di rawat dan di bawa kemana," pinta Lemos).


("Ok," jawab Max singkat).


Tut           Tut                    Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Lemos menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya bersamaan dua langkah kaki menghampiri Lemos dan Lemos bisa menebak siapa yang datang.


"Sudah puas teriaknya?" tanya Delon sambil duduk di samping kanan Lemos.

__ADS_1


"Kak Lemos, aku tahu perasaan kak Lemos karena aku pernah mengalaminya dan aku sangat bersyukur aku di beri kesempatan untuk meminta maaf walau istriku belum bisa memaafkan aku," ucap Presdir Axel yang tidak bisa menghibur Lemos karena dirinya selama ini selalu hidup dengan kekerasan dan kurang kasih sayang Ayah kandungnya sedangkan Ibu nya meninggal waktu dirinya kecil.


Presdir Axel duduk di samping kiri Lemos sambil melempar batu ke dalam danau karena dirinya tidak tahu akan  nasib pernikahannya dengan Sela mengingat Sela membenci dirinya atas perbuatan masa lalu tapi Presdir Axel tidak akan menyerah untuk memperjuangkan cintanya.


"Seandainya aku diberikan kesempatan ke dua aku akan berlutut dan mencium ke dua kakinya untuk meminta maaf atas semua kesalahan dan kata - kata yang sangat menyakitkan," ucap Lemos sambil ikut melempar batu ke danau.


Tidak berapa lama ponsel milik Presdir Axel berdering sekali tanda ada pesan masuk membuat Presdir Axel mengambil ponselnya di saku jasnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.


"Pesan dari My Wife," ucap Presdir Axel dengan wajah pucat.


Jujur saat ini dirinya sangat takut jika istrinya mengatakan sesuatu karena dirinya tidak sanggup jika istrinya memintanya untuk berpisah sedangkan Delon yang melihat wajah pucat adik iparnya menepuk bahu adik iparnya.


"Buka saja isi pesan adikku jika nanti kata - kata nya menyakitkan, aku akan menasehati adikku Sela," ucap Delon yang sudah cocok dengan Presdir Axel yang menjadi adik iparnya.


"Benar kata kak Delon, nanti aku juga ikut bantu berbicara dengan Sela," sambung Lemos yang bisa melihat dengan jelas wajah pucat Presdir Axel.


"Terima kasih kak Delon dan kak Lemos," ucap Presdir Axel sambil tersenyum lega karena ke dua kakak iparnya mendukung hubungannya dengan adik kembarnya yang sudah menjadi istrinya.


"Asal kami minta jangan sakiti adikku untuk ke dua kalinya," ucap Delon.


"Kak Delon dan kak Lemos jangan kuatir, aku tidak akan menyakiti perasaan Sela karena aku sangat tulus mencintai Sela," jawab Presdir Axel dengan nada penuh keyakinan.


"Kami percaya kamu bisa melindungi adik kembarku," ucap Delon.


"Waktu kejadian itu aku gagal melindungi Sela tapi lain kali hal itu tidak akan terjadi," ucap Presdir Axel.


"Kejadian waktu itu kita sama sekali tidak kita duga sama sekali karena kita tidak waspada ada musuh yang menyerang salah satu anggota keluarga kita," ucap Lemos.


"Benar, lain kali kita harus lebih waspada dan jangan percaya dengan ucapan orang lain yang belum tentu benar," ucap Delon.


"Benar karena itulah aku sangat menyesal karena percaya dengan ke tiga wanita ular itu," ucap Lemos yang wajahnya kembali sendu.


"Pelajaran buatmu agar bisa menahan amarahmu dan jangan mudah percaya dengan ucapan mulut manis seorang," ucap Delon mencoba menasehati adik kembarnya.

__ADS_1


"Iya kak, aku akan belajar untuk menahan emosiku," ucap Lemos.


Presdir Axel mendengarkan percakapan ke dua kakak iparnya sambil membuka ponselnya dengan perasaan was - was kemudian membacanya kata demi kata.


"Aku berikan kesempatan ke dua dan aku minta tolong jaga kakak kembarku, pesan dari Sela," ucap Presdir Axel sambil tersenyum bahagia karena istrinya memberikan kesempatan kedua.


"Jangan sia - siakan kesempatan ke dua yang diberikan oleh adikku," ucap Delon.


"Betul kata kak Delon karena jika kesempatan ke dua itu hilang yang ada penyesalan seperti yang aku alami," sambung Lemos.


"Terima kasih kak, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini," ucap Presdir Axel.


"Bagus, sekarang kita kembali ke rumah sakit," ucap Delon.


"Baik kak," jawab Lemos dan Presdir Axel serempak.


"Lemos dan Axel bareng sama kakak saja kita satu mobil," ucap Delon.


"Tapi mobil kami?" tanya Lemos dan Presdir Axel serempak lagi.


"Kakak sudah menghubungi anak buah untuk mengambil mobil kalian dan sebentar lagi mereka datang," ucap Delon yang tidak ingin terjadi sesuatu dengan adik kembarnya.


"Ok," jawab mereka serempak lagi.


Mereka menunggu kedatangan anak buah Delon tepatnya anak buah daddy Nathan yang diam - diam diperintahkan untuk mengikuti putra kembarnya dan tidak berapa lama mobil berwarna putih datang dan keluarlah dua bodyguard yang merangkap sebagai sopir.


Lemos dan Presdir Axel memberikan kunci mobil ke dua bodyguard tersebut kemudian barulah mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.


Di tengah perjalanan sebuah mobil hitam mengikuti mereka namun mata elang dan tingkat waspada yang tinggi Delon, Lemos dan Presdir Axel mengetahui kalau mobil mereka diikuti.


"Lemos kamu telepon daddy dan Axel telepon kak Alvonso untuk mengetahui apa ada musuh lainnya atau tidak," perintah Delon yang sedang mengendarai mobil.


"Baik kak," jawab Lemos dan Presdir Axel serempak sambil mengambil ponselnya yang disimpannya di saku jasnya.

__ADS_1


Lemos mencari nomer kontak daddy Nathan dan sambungan pertama langsung di angkat oleh daddy Nathan begitu pula dengan Presdir Axel yang menelepon papi Alvonso.


("Hallo dad," panggil Lemos).


__ADS_2