
" Paman curiga kalau ada mata-mata di rumah sakit ini karena tiba-tiba putraku yang bernama Nathan tidak sadarkan diri." Ucap daddy Thomas menjelaskan.
" Selain itu orang suruhan yang bernama Romero Fico Saverio yang mencelakai putraku sudah bertobat musuh kami dapat mengetahuinya." Sambung daddy Thomas.
" Sudah di cek cctv paman?" Tanya Alvian sambil membuka laptopnya begitu pula dengan Alvonso, Leo dan Max.
" Sudah, tapi katanya ada masalah dengan cctv nya, cctv nya rusak dan sekarang sedang di perbaiki." Jawab daddy Thomas.
" Siapa nama musuh paman?" Tanya Alvonso sambil mengutak atik laptopnya.
" Kevin Graham." Jawab daddy Thomas.
" Apakah Nathan mempunyai musuh?" Tanya Leo sambil mengutak atik laptopnya
" Musuh sepertinya tidak ada, hanya Kevin mantan suaminya istrinya Nathan." Jawab daddy Thomas.
" Pasti Kevin ingin meminta istrinya kembali padanya." Tebak Leo.
" Iya be..." Ucapan daddy Thomas terpotong oleh Max.
" Paman, ada dokter dan perawat yang memakai masker masuk ke ruangan icu gerakannya mencurigakan, orang itu menyamar sebagai perawat dan dokter." Ucap Max sambil mengarahkan laptopnya ke arah daddy Thomas.
" Di situ ada Aleandro suruh masuk ke dalam." Sambung Max.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama daddy Thomas menghubungi Aleandro dan sambungan pertama Aleandro langsung mengangkatnya.
" Aleandro cepat ke ruangan icu!!" Perintah daddy Thomas.
Aleandro langsung menarik tangan Maximus kemudian melangkahkan kakinya ke ruangan ICU dan membuka pintu ruangan ICU dengan kasar.
Brak
Aleandro membuka pintu dan melihat dokter tersebut sedang menyuntikkan sesuatu ke botol infus tapi karena mendengar suara pintu di buka paksa membuat jarum suntik tersebut jatuh dan belum sempat di suntikkan di botol infus.
" Siapa kamu dan apa yang kamu lakukan pada adikku??" Tanya Aleandro dengan tatapan membunuh.
" Saya dokter tuan, saya ingin menyuntikkan obat agar nona Maya sadar dari koma." Ucap dokter itu.
Dokter itupun membuka maskernya hal itu membuat Aleandro dan Max menjadi merasa bersalah pasalnya dokter itu memang berkerja di rumah sakit ini.
" Bukankah itu dokter Toni? Kenapa kamu mencurigai dokter Toni?" Tanya dokter Hendrik karena dirinya kenal dengan dokter Toni.
" Paman bilang ke Aleandro, dokter itu berbohong." Ucap Max yang bisa membaca mimik wajah orang tanpa memperdulikan ucapan dokter Hendrik.
" Tapi..." Ucapan daddy Thomas terpotong oleh Leo.
" Putrinya di tangkap oleh anggota mafia karena itulah dokter Toni terpaksa melakukan itu." Ucap Leo.
__ADS_1
" Apa??? Aleandro tangkap dokter Toni." Perintah daddy Thomas
" Baik dad." Jawab Aleandro yang masih terhubung ponselnya dengan daddynya.
Dokter itupun berusaha melarikan diri tapi gerakkannya sudah terbaca oleh Aleandro. Aleandro berhasil menangkapnya dan membawanya keluar dari ruangan icu sedangkan perawat yang merasa ketakutan ikut melarikan diri tapi terlambat dirinya juga ikut tertangkap oleh Maximus.
Mereka keluar dan bertemu dengan Yohanes, Robert dan Aska sedang yang lainnya berada di kantin, Yohanes, Robert dan Aska menatap Aleandro dan Maximus dengan tatapan bingung karena menangkap dokter dan perawat yang berkerja di rumah sakit.
" Ada apa kak?" Tanya Yohanes.
" Nanti kakak ceritakan sekarang kakak mau antar mereka ke markas." Ucap Aleandro.
" Baik kak." Jawab Yohanes singkat
" Kamu dan Aska serta Robert jaga Nathan." Perintah Aleandro
" Ponsel harus on karena jika daddy telepon langsung di angkat tanpa menunggu lebih lama." sambung Aleandro.
" Iya kak." Jawab Yohanes singkat.
" Oh ya jangan percaya dengan orang lain walau itu dokter dan perawat sekalipun." Ucap Aleandro sambil menarik dokter Toni diikuti oleh Maximus yang menarik tangan perawat tersebut.
Tanpa sepengetahuan mereka, salah seorang menatapnya dengan penuh kebencian dan langsung menghubungi seseorang.
__ADS_1