
" Kak Fico kok bau?" tanya Quenby tiba - tiba sambil melepaskan pelukannya dan pergi agak menjauh dari suaminya dan berjalan ke arah Maya dan langsung memeluk Maya.
" Masa sih kakak bau?" tanya Fico sambil mengangkat tangan kanannya ke atas kemudian mencium ketiaknya kemudian berganti tangan kirinya ke atas dan menciumnya.
" Iya kak Fico bau," ucap Quenby
" Kak Fico sudah mandi sayang dan wangi lagi," ucap Fico sambil berjalan mendekati istrinya.
" Stop!!! kak Fico di situ saja jangan dekat," ucap Quenby
Fico langsung menghentikan langkahnya dengan wajah bingung pasalnya selama ini Quenby selalu menempel dirinya tapi kini Quenby tidak mau di dekati begitu pula dengan ke dua orang tuanya dan saudara - saudaranya.
" Nathan pergi sana, jangan meluk Maya," usir Quenby tiba - tiba.
" Maya kan istriku kenapa aku tidak boleh memeluk Maya?" tanya Nathan dengan nada bingung.
" Pokoknya pergi, jauh - jauh dari Maya," ucap Quenby bersikeras.
" Tidak mau, Maya istriku," Protes Nathan yang juga sama - sama keras.
" Maya.... Hiks... Hiks... Nathan jahat hiks.... hiks..." Ucap Quenby sambil terisak.
" Sayang sudahlah ngalah sama kak quenby," ucap Maya dengan nada lembut sambil melepaskan pelukan suaminya tapi suaminya semakin mempererat pelukannya.
" Di mana - mana itu kakak ngalah sama adik masa sekarang adik ngalah sama kakak," protes Nathan tidak mau mengalah dengan kakak kembarnya.
" Huaaaaaa....." tangis Quenby pecah
" Sayang," ucap Maya.
" Nathan!!" pekik mommy Gloria, daddy Thomas, Aleandro dan Maximus serempak.
" Kak Nathan," ucap Yohanes, dokter Kasandra dan Cantika bersamaan.
__ADS_1
" Aish nyebelin, ya sudah peluk Maya dengan puas ," ucap Nathan dengan wajah di tekuk sambil melepaskan pelukannya.
" Terima kasih adikku yang tampan," ucap Quenby sambil tersenyum manis.
Serempak semua menatap Quenby dengan wajah bingung karena tadi menangis dan kini tersenyum manis terlebih Fico yang melihat perubahan istrinya secara tiba - tiba.
" Sayang, apa jangan - jangan kamu hamil?" tanya mommy Gloria
" Coba kak, aku periksa," ucap dokter Kasandra sambil berjalan ke arah Quenby.
" Stop, jangan dekati kakak, kamu bau sama seperti kak Fico," tolak Quenby.
" Enak aja bau, tubuhku wangi," protes dokter Kasandra dengan wajah di tekuk.
" Pokoknya jauh - jauh dari kakak," ucap Quenby.
" Maya, temani kakak tidur siang yuk," ajak Quenby
" Terus aku bagaimana?" tanya Fico dan Nathan serempak.
Quenby dan Maya berjalan ke arah pintu meninggalkan mereka menuju ke arah kamar Quenby sedangkan yang lainnya hanya menatap kepergian mereka.
" Mudah - mudahan kalau malam tidur sama aku," ucap Fico.
" Harus itu, masa aku tidur sekamar dengan kak Fico ogah banget," ucap Nathan
" Kamu sama kakak tidak sopan ya," ucap Fico pura - pura marah.
" Biarin, weekkk," ledek Nathan sambil menjulurkan lidahnya.
" Kalian berdua itu seperti anak kecil berantem terus," ucap mommy Gloria.
" Hehehe..." Fico dan Nathan hanya terkekeh - kekeh.
__ADS_1
" Mommy merasa Quenby hamil karena sikapnya tidak biasanya," ucap mommy Gloria.
" Sepertinya begitu mom, soalnya baru kali ini aku dikatakan bau," ucap dokter Kasandra dengan wajah di tekuk.
Grep
" Sayang ku wangi kok," ucap Aska sambil memeluk istrinya.
" Suamiku memang yang terbaik," ucap dokter Kasandra sambil membalas pelukan suaminya.
" Aku saja suaminya dikatakan bau padahal aku sudah mandi dan pakai parfum," ucap Fico dengan wajah di tekuk.
" Untung istriku tidak mengatakan bau," ucap Aleandro
" Sayang sudah, lihatlah wajah Fico di tekuk seperti itu," ucap Cantika untuk tidak ikutan menggoda adik iparnya.
" Iya... Iya... Ayo sayang kita istirahat," ucap Aleandro sambil menarik tangan istrinya.
" Ayo sayang," jawab Cantika.
Mereka pun pergi meninggalkan ruangan tersebut di susul dengan yang lainnya dan hanya menyisakan Fico dan Nathan.
" Kak Fico aku ada ide," ucap Nathan
" Ide apa?" tanya Fico penasaran.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1