
" Kalian pasti sudah ingat bukan jadi mommy mohon sama kalian semua untuk membiarkan Dita tinggal di mansion ini," mohon mommy Gloria untuk pertama kalinya.
" Sayang, tadi aku pingsan dan untung saja Dita memanggilku jika tidak aku tidak tahu apa yang terjadi denganku," Ucap Maya sambil menggenggam ke dua tangan suaminya yang sedang berdiri di sampingnya.
" Kenapa sayangku pingsan? Lebih baik kita pergi ke dokter, " ucap Nathan dengan nada panik.
" Aku tidak apa - apa sayang," jawab Maya sambil menatap wajah tampan suaminya.
" Sungguh?" tanya Nathan sambil membelai wajah cantik istrinya.
" Iya sungguh," jawab Maya
" Kalau kalian tidak bisa menerima Dita biarkan kami yang merawatnya," ucap mommy Laras.
" Apa tante tidak takut jika Dita melukai salah satu keluarga besar tante?" tanya Quenby
" Hidup dan mati seorang sudah di atur oleh Tuhan jadi tante tidak pernah merasa takut," jawab mommy Laras sambil tersenyum
" Apalagi kami sudah memberikan satu set perhiasan yang di pakai oleh Dita jadi jika ada yang mempengaruhi Dita kami langsung mengetahuinya," sambung daddy Alvonso.
" Ceritakan lebih jelas," pinta daddy Thomas.
" Keluarga besarku menciptakan cctv mini dan bisa melacak gps yang tersimpan di dalam anting, gelang dan kalung," ucap daddy Alvonso.
" Perhiasan itu sudah aku pakaikan ke Dita jadi kami bisa mengetahui apa yang dibicarakan oleh Dita dan Dita bersama dengan siapa," sambung mommy Laras
" Bisa kami melihat apa yang dilakukan Dita sekarang?" tanya mommy Gloria.
" Bisa." jawab mommy Laras singkat.
" Boleh aku pinjam laptop mu?" tanya mommy Gloria.
" Boleh." jawab daddy Thomas sambil menyerahkan laptopnya.
Mommy Laras menerima laptop tersebut kemudian mulai mengutak atik laptopnya, lima menit kemudian mommy Laras memperlihatkan layar laptop ke mereka.
Mereka serempak menonton di layar laptop di mana melihat Alviana yang sedang berbaring di ranjang dan sepasang tangan mungil memijat salah satu kaki Alviana bisa dipastikan kalau sepasang tangan itu milik Dita.
xxxxx Rekaman CCTV On xxxxx
__ADS_1
" Tante, pijatan Dita enak kan?" tanya Dita
" Enak sayang, kok kamu pintar pijat?" tanya Alviana.
" Waktu itu badan oma pegal - pegal terus meminta Dita untuk memanggil pelayan wanita untuk memijat oma. Dita memperhatikan apa yang dilakukan pelayan wanita itu kemudian dua hari kemudian badan mommy pegel lagi jadi Dita mencoba memijat dan kata oma pijatan Dita enak," ucap Dita.
" Apakah kamu pernah memijat mommy?" tanya Alviana
" Kalau mommy sedang berbaring dan memijat kaki sendiri maka Dita langsung memijat kaki mommy terus mommy memberikan hadiah yang buat Dita sangat bahagia sekali," ucap Dita.
" Hadiah apa itu Dita?" tanya Alviana penasaran.
" Mommy memberikan ciuman di kening dan di ke dua pipi Dita," ucap Dita sambil tersenyum bahagia.
" Kenapa Dita sangat senang sekali mendapatkan ciuman kening dan di ke dua pipi?" tanya Alviana dengan nada bingung.
" Karena bertahun - tahun Dita ingin punya mommy seperti teman - teman lainnya dan akhirnya terkabul," Jawab Dita.
" Memang dulu ketemu mommy di mana?" tanya Alviana kepo.
" Saat itu Dita mau di culik dan tiba - tiba mommy datang menyelamatkan Dita dan Dita sengaja memanggil mommy bukan tante karena Dita ingin punya mommy hebat yang bisa bertarung. Jika Dita besar nanti Dita akan melindungi mommy dan daddy dari orang jahat juga melindungi oma, opa, paman Aleandro, tante Cantika, paman Maximus, tante Claudia. tante Quenby, paman Fico, paman Yohanes, tante Aurora, tante Kasandra, paman Aska, tante Cantika dan paman Robert," ucap Dita polos.
" Dita akan belajar bela diri sama para paman dan para tante, Mampu atau tidak Dita akan melawan mereka karena Dita sangat sayang dengan mereka terlebih daddy dan mommy walau nyawa taruhannya," ucap Dita.
" Kamu masih kecil tapi dari cara bicaramu seperti orang dewasa," puji Alviana.
" Kak Alviana, gantian dong aku ingin merasakan di pijat sama putri cantik," pinta Dennisa.
" Aish, nanti saja ya tanggung." ucap Alviana sambil menikmati pijatan Dita.
" Hiks... hiks.... hiks... Dita, tante pegal," ucap Dennisa pura - pura menangis.
" Tante Alviana sudah dulu ya kasihan tante Dennisa badannya pegal," ucap Dita.
" Aish, ganggu orang aja," ucap Alviana sambil bangun dari ranjang.
Dennisa langsung berbaring di ranjang milik Dita sambil menjulurkan lidahnya karena usahanya berhasil sedangkan Alviana yang sedang kesal menjewer adiknya.
" Kak Alviana sakit," ucap Dennisa sambil menarik tangan kakak agar tidak menjewernya.
__ADS_1
" Biarin habis kamu gangguin kakak dan nanti malam kalau lagi olah raga di ranjang aku gangguin," ancam Alviana.
" Kalau kakak gangguin maka Dennisa akan membalas ketika melakukan olah raga malam di ranjang ke enam anak kakak aku suruh ketuk pintu," ancam Dennisa balik.
" Aish adik nyebelin," ucap Alviana.
" Biarin," jawab Dennisa.
" Maaf tante Alviana dan tante Dennisa kenapa olah raga malam di ranjang? Kenapa tidak di ruang olah raga?" tanya Dita polos.
" Itu karena..." ucap mereka menggantungkan kalimatnya sambil saling memandang untuk mencari jawabannya.
" Karena apa tante?" tanya Dita penasaran.
" Di mansion milik opa dan oma ruangan tante Alviana dan tante Dennisa berada di lantai empat sedangkan ruang olah raga berada di lantai satu." ucap Alviana sambil menatap Dennisa agar melanjutkannya.
" Ya betul, karena sudah malam makanya tante Alviana dan tante Dennisa berolah raga di ranjang," sambung Dennisa yang mengerti arti tatapan kakaknya.
Dita hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sedangkan Alviana dan Dennisa menghembuskan nafas lega karena bisa mendapatkan jawaban yang tepat.
xxxxx Rekaman CCTV Off xxxxx
" Jadi bagaimana? apa kalian tidak mau merawat Dita?" tanya mommy Laras.
" Jika kalian tidak bersedia biar kami yang merawatnya," sambung daddy Alvonso.
" JIka seandainya kalian tetap merawatnya salah satu dari kalian harus mengecek cctv jika Dita berada di luar mansion," sambung mommy Laras.
" Oh ya kami ingin bersiap - siap dulu meninggalkan mansion ini karena ada banyak pekerjaan yang kami harus kerjakan," sambung daddy Alvonso.
" Tunggu sebentar, kami akan berbicara dengan keluargaku dulu," pinta daddy Thomas.
" Ok, kami tunggu," jawab daddy Alvonso.
Daddy Thomas mulai berbicara dengan keluarganya untuk memilih apa Dita di rawat oleh mereka atau diserahkan oleh keluarga besar daddy Alvonso sedangkan daddy Alvonso dan mommy Laras menunggu keputusan mereka. Setelah dua belas menit berlalu akhirnya keluarga daddy Thomas memutuskan apa yang harus dilakukannya.
" Kami sudah mengambil keputusan," ucap daddy Thomas.
" Apa keputusanmu?" tanya daddy Alvonso pura - pura tidak tahu apa keputusan daddy Thomas.
__ADS_1