Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sela dan Seli


__ADS_3

"Oke," jawab mama Maya.


Mereka pun keluar dari Restoran Seafood Alta menuju ke mansion masing - masing sambil berharap Sela segera ditemukan dan dalam kondisi baik - baik saja.


Di tempat yang berbeda tepatnya di kamar hotel di mana Sela dan Presdir Axel tidur sambil berpelukan hingga setengah jam kemudian obat perang sang kembali bereaksi membuat Sela membuka matanya kemudian menaiki tubuh Presdir Axel membuat Presdir Axel membuka matanya.


"Sela, apa yang kamu lakukan?"tanya Presdir Axel dengan wajah terkejut.


Cup


Sela hanya tersenyum kemudian mendekat ke wajah Presdir Axel kemudian mengecup bibir dan ********** membuat Presdir Axel membalas ***** tan bibir Sela yang sudah menjadi candunya.


Setelah beberapa saat Sela kehabisan oksigen membuat Sela menarik wajahnya kemudian berlanjut menciumi leher Presdir Axel dan kadang menjilat nya sambil tangan kanan Sela memegang tombak sakti milik Presdir Axel kemudian diarahkan ke goa miliknya.


Jleb


"Ahhhhhhh...." de sah ke duanya serempak ketika goa dan tombak sakti disatukan.


"Sayang, aku yang pimpin ya," pinta Sela ketika Presdir Axel ingin berada di atas.


Presdir Axel hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan membiarkan Sela melakukannya.


Presdir Axel mempermainkan dua gunung kembar milik Sela membuat Sela mengeluarkan suara merdu hingga lima menit kemudian Sela mendapatkan pelepasan pertama kemudian Presdir Axel membalikkan tubuhnya dan kini Presdir Axel berada di atas tubuh Sela tanpa melepaskan tombak saktinya yang berada di dalam goa terdalam tersebut.


"Sela aku sangat mencintaimu dan kamulah milikku," ucap Presdir Axel sambil menggoyangkan pinggulnya.


Setengah jam kemudian tombak sakti milik Presdir Axel mengeluarkan laharnya dan lagi - lagi dimasukkan ke dalam rahim milik Sela.


Setelah lima menit kemudian Presdir Axel menarik tombak sakti miliknya kemudian menggulingkan tubuhnya ke samping Sela lalu memeluknya.


Cup


"Terima kasih, aku sangat puas dan ingin kita secepatnya menikah," ucap Presdir Axel kemudian mengecup pucuk kepala Sela.


Sela hanya menganggukkan kepalanya sambil membalas pelukan Presdir Axel dengan kepalanya bersandar di dada Presdir Axel. Sela memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama Sela tidur dengan pulas nya.


"Sebentar waktu itu Presdir Albert mengatakan kalau Sela adalah istrinya dan memiliki anak kecil bernama Cintya, aku akan menghubungi dirinya dan mengatakan jika istri bersamaku dan memintanya untuk bercerai. Aku sangat yakin mereka belum pernah melakukan hubungan dengan suami istri terbukti aku pria pertama yang berhasil, "ucap Presdir Axel.

__ADS_1


Presdir Axel meletakkan kepala Sela di bantal namun tiba - tiba Sela mengatakan sesuatu yang membuat dirinya sangat terkejut.


"Aku sangat mencintaimu Presdir Axel tapi aku melihat banyak wanita mengejar dirimu karena itulah aku terpaksa bohong kalau aku sudah dan punya anak," ucap Sela dengan mata masih terpejam.


"Apakah benar yang kamu katakan?"tanya Presdir Axel tidak percaya


Hening


Hening


"Sela ternyata mengigau tapi apakah benar apa yang diucapkan? Aku akan menghubungi asistenku Rey," ucap Presdir Axel


Presdir Axel melepaskan pelukannya kemudian meletakkan kembali kepala Sela di bantal.


Presdir Axel turun dari tempat tidur mengambil jubah handuknya yang diletakkan di lantai dan memakainya. Presdir Axel mengambil ponselnya dan berjalan ke arah balkon untuk menghubungi asisten Rey, sambungan pertama langsung di angkat oleh asisten Rey.


( "Malam tuan," sapa asisten Rey )


( " Rey, aku ingin kamu cari info tentang Sela, aku tunggu sampai lima belas menit," perintah Presdir Axel )


Tut Tut Tut


"Aku sangat mencintaimu dan mulai sekarang dan seterusnya kamu milikku," ucap Presdir Axel posesif.


Karena lelah Presdir Axel memejamkan mata namun baru saja tidur ponselnya dengan sekali membuat Presdir Axel perlahan membuka matanya sambil mengambil ponsel yang diletakkan di atas meja dan melihat isi pesan tersebut berikut foto keluarga Sela.


Presdir Axel matanya membulat sempurna ketika mengetahui salah satu foto keluarga Sela adalah musuhnya yang selama ini di cari kemudian menatap Sela penuh kebencian.


"Kenapa aku mencintai anak musuh keluargaku? bodoh kamu Axel... sungguh bodoh," maki Presdir Axel


brak


Selesai Presdir Axel memaki dirinya secara bersamaan pintu kamar hotelnya terbuka membuat Presdir Axel sangat terkejut karena pasalnya pintu itu tidak bisa di buka kecuali oleh dirinya dan ke dua orang tuanya.


"Siapa kalian?"tanya Presdir Axel dengan nada naik satu oktaf sambil turun dari ranjang dan melangkahkan kaki ke arah mereka bertiga.


"Kami kakaknya Sela," ucap Lemos sambil menatap tajam ke arah Presdir Axel.

__ADS_1


Ke tiga pemuda tampan dan sekaligus kembar berjalan ke arah Presdir Axel kemudian Lemos memukul Presdir Axel dan Presdir Axel pun membalas pukulan Lemos.


Keributan di kamar milik Presdir Axel membuat Sela memaksakan membuka matanya dan melihat ke arah samping dan matanya membulat sempurna karena melihat ke tiga saudara kembarnya dan Presdir Axel terlebih melihat Lemos dan Presdir Axel saling menyerang.


"Berhenti!!!"teriak Sela


Lemos dan Presdir Axel langsung menghentikan perkelahian tersebut sedangkan Delon langsung berjalan ke arah samping ranjang sambil mengambil jubah handuk dan diberikan ke Sela.


" Pakai ini dek," ucap Delon sambil membalikkan tubuhnya dan menjadikan tubuhnya agar tidak melihat tubuh polos adik kembarnya.


Sela menerima jubah handuk tersebut dan memakainya sambil berpikir hingga dirinya baru tersadar jika berada di kamar asing membuat dirinya memejamkan mata mengingat apa yang telah terjadi.


Sela mengingat semua yang terjadi membuat Sela perlahan melihat di balik selimutnya dan benar saja ada bercak noda darah.


"Kak Delon hiks...hiks...hiks..." panggil Sela sambil terisak.


Grep


" Ssttt.. sudah jangan menangis, ini bukan salahmu mereka sudah kami tangkap," ucap Delon sambil memeluk Sela dari arah samping.


"Hiks... Hiks... Hiks... aku sudah kotor kak," ucap Sela yang masih terisak dan membalas pelukannya.


"Dia harus bertanggung jawab untuk menikah denganmu," ucap Jimmy.


"Bukankan Sela sudah menikah?"tanya Presdir Axel sambil menahan amarah, dendam dan berusaha melawan perasaannya karena sejujurnya dirinya sangat mencintai Sela.


"Kata siapa adikku sudah menikah? Apakah kamu tidak bisa membedakan mana yang sudah pernah melakukan dan mana yang belum?"tanya Delon sambil membocorkan tajam ke arah Presdir Axel.


"Sela yang bilang dan pernah aku melihatnya bersama presdir Albert dan putrinya yang bernama Cintya, mereka juga memanggil mommy dan daddy," jawab Presdir Axel.


"Kenapa namaku di sebut?"tanya Presdir Albert tiba - tiba datang bersama Seli.


Serempak mereka membalikkan badannya kecuali Sela ke arah mereka berdua membuat Presdir Axel membulatkan matanya dengan sempurna karena melihat Sela bersama presdir Albert.


" Lihat bukan mereka berdua bersama," ucap Presdir Axel sambil menahan amarah, dendam sekaligus cemburu secara bersamaan.


" Kak Sela," panggil Seli ketika melihat Sela sedang terisak dan memeluk Delon

__ADS_1


" Seli... Hiks... Hiks... Hiks.." panggil Sela sambil terisak.


__ADS_2