
" Axel, tenang sekarang kita lihat Sela," ucap daddy Thomas dengan berlinang air mata begitu pula dengan yang lainnya.
Tanpa menjawab Presdir Axel melepaskan krah jas dokter kemudian membalikkan badannya dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke ruang operasi begitu pula dengan yang lainnya awalnya para dokter tidak mengijinkannya namun karena mendapatkan tatapan tajam dari daddy Thomas dan daddy Alvonso membuat para dokter hanya bisa pasrah.
Terdengar jelas suara detak jantung yang semakin kencang membuat Presdir Axel jantungnya semakin berdetak kencang dirinya sungguh tidak sanggup kehilangan istri yang sangat dicintainya membuat Presdir Axel memeluk Sela sambil terisak.
" Sayang hiks... hiks... hiks...maafkan aku.. Kamu boleh menghukum ku tapi jangan menghukum ku seperti ini karena aku tidak sanggup kehilanganmu," ucap Presdir Axel sambil terisak.
" Sayang, aku mohon bangun aku tidak bisa hidup tanpamu, jika kamu pergi maka akupun akan pergi agar kita bisa berkumpul bersama lagi," ucap Presdir Axel.
Tutttttttttttttttttttttttttttttt
Tidak berapa lama terdengar suara mesin jantung yang sangat nyaring membuat semua orang menangis begitu pula dengan Presdir Axel sedangkan para dokter ingin melepas alat mesin jantung yang menempel di tubuh Sela namun mendapat tatapan membunuh dari Presdir Axel.
" Tidakkkkkkkkkkkkkkk...!!!!" teriak Presdir Axel
" Maaf tuan kami ingin melepas alat bantu pernapasan," ucap salah satu dokter tersebut berusaha memberanikan diri.
" Istriku masih hidup, jangan coba - coba mencabut alat bantu pernapasan," ucap Presdir Axel dengan nada satu oktaf.
" Axel, kamu harus terima kenyataan kalau Sela sudah meninggalkan kita semua" ucap daddy Thomas.
" Tidak opa, Sela masih hidup.. hiks... hiks... Sela mereka bohong kan? kamu masih hidup kan?" tanya Presdir Axel seperti orang gi*a.
" Kak Sela.... hiks... hiks... hiks... Bangun kak... kakak bangun... Seli tidak ada lagi teman untuk mengobrol," ucap Seli sambil ikut terisak dan berusaha membangunkan kakak kembarnya.
Grep
Delon dan Jimmy serempak memeluk Seli sambil ikut menangis mereka tidak menyangka adik kembarnya pergi meninggalkan mereka selama - lamanya hingga beberapa saat Delon dan Jimmy melepaskan pelukan Seli kemudian berjalan menuju ke arah Presdir Axel.
" Kamu puas Axel, gara - gara ulah mu dan wanita ular itu kami kehilangan adik kembar kami," ucap Delon dengan nada satu oktaf
Grep
Jimmy yang ingin memukul Presdir Axel tangannya langsung di tahan oleh mommy Gloria sambil menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.
" Memang benar ini salahku, kalau kalian ingin memukulku hingga aku ma ti silahkan aku tidak perduli mungkin dengan kematian ku aku bisa bertemu dengan Sela," ucap Presdir Axel sambil melepaskan pelukannya dan meletakkan perlahan tubuh Sela yang sudah mulai dingin kemudian menggenggam tangan Sela dan menatap ke dua kakak iparnya.
" Baguslah sudah lama aku ingin memukulmu karena ulah mu adikku menikah dengan pria brengs*k sepertimu," umpat Jimmy.
" Sudah cukup, kita sedang berduka jangan ribut," ucap mommy Gloria sambil menatap ke arah Delon dan Jimmy cucunya.
" Apa yang dikatakan oma kalian benar, kita sedang berduka jadi jangan pernah ribut terlebih kalian masih ingat bukan pesan terakhir Sela agar kalian selalu rukun dan saling melindungi," ucap mommy Laras.
Merekapun saling diam sedangkan Presdir Axel masih menggenggam Sela sambil memeluk tubuh dingin Sela sambil terisak dirinya sungguh belum siap kehilangan Sela sedangkan di alam berbeda Sela berjalan ke arah padang yang dipenuhi dengan bunga - bunga beraneka warna warni hingga dirinya melihat kakek buyut dan nenek buyut dari orang tua daddy Thomas dan juga empat anak kecil yang dua mirip Fico dan 2 lagi mirip Presdir Axel.
" Mommy," panggil ke dua anak kecil tersebut serempak sambil berlari ke arah Sela.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan membaca novelku yang lainnya dengan judul :
David Aliandro
Seorang pria tampan sangat digilai para gadis dan wanita hingga mereka rela menyerahkan kehormatannya untuk seorang David namun sayang semua berakhir dengan kematian yang mengerikan karena dirinya tidak mau di sentuh oleh siapapun terlebih seorang wanita kecuali ibunya yang sudah meninggal. Selain tampan David seorang CEO banyak perusahaan yang berada di dalam dan di luar negri. Di balik kekayaan yang berlimpah ruah dan ketampanannya tidak ada yang tahu kalau David adalah seorang pria psycophat paling kejam dan tidak segan menyiksa bahkan membunuh siapa saja yang mengusik hidupnya. Masa lalunya yang kelam karena dirinya menjadi saksi di mana dirinya melihat penyiksaan dan berakhir pembunuhan ke dua orang tuanya yang dilakukan sepasang suami istri yang sangat tamak membuat dirinya dendam dan menyakiti seorang gadis anak dari pembunuh orang tuanya dengan cara menikahinya untuk di siksa. David mempunyai beberapa seni bela diri karena banyak musuh yang mengincar dirinya.
Karen Triatmaja.
Seorang gadis yang sangat cantik, sabar, tidak sombong dan baik hati terhadap semua orang. Karen sangat pintar, bekerja sebagai sekretaris dan juga pintar program IT bahkan mengusai beberapa seni bela diri. Terpaksa menikah dengan pria yang kejam karena demi melindungi ke dua orang tuanya agar tidak terbunuh
Ronald Janson
Asisten sekaligus tangan kanan David pria tampan dan banyak digilai para wanita tapi tidak ada satupun yang membuatnya tertarik, Ronald sangat setia dengan bosnya. Di balik ke tampanannya tidak ada satupun yang tahu kalau Ronald adalah seorang psycophat suka menyiksa dan membunuh musuh - musuhnya tanpa ampun. Ronald juga pintar bela diri karena selain melindungi dirinya juga untuk melindungi bosnya.
__ADS_1
Dokter Clarisa Atmaja
Seorang dokter ahli bedah, cantik, baik, sabar, dan tidak sombong juga sangat pintar bela diri selain untuk melindungi diri sendiri dari orang yang ingin melukai dirinya juga bisa membantu orang yang membutuhkan pertolongannya.
Federick Alionso
Seorang profesor yang pintar meramu obat - obattan. Federick seorang CEO dan mempunyai beberapa cabang perusahaan. Banyak gadis dan wanita tergila - gila padanya karena kekayaan dan juga ketampanannya tapi ada satupun yang menarik hatinya. Di balik kekayaan dan ketampanan tidak ada yang tahu sisi kejam Federick karena dia adalah seorang pria psycophat.
Dokter Sandra William
Seorang dokter ahli bedah dan juga dokter kandungan karena kepintarannya membuat dokter Sandra mengambil 2 jurusan sekaligus. Dokter Sandra sangat cantik dan baik hati. Dokter Sandra sangat suka menolong orang yang sangat membutuhkan dirinya tanpa membeda - bedakan. Dokter Sandra bersahabat baik dengan Karen dan Clarisa. Sama seperti sahabatnya dokter Sandra juga sangat pintar bela diri selain untuk melindungi diri sendiri dari orang yang ingin melukai dirinya juga bisa membantu orang yang membutuhkan pertolongannya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Mansion Dacosta
Karen duduk di kursi pengemudi dan di samping pengemudi sahabatnya dokter Sandra dan di belakang pengemudi dokter Clarisa.
" Kita kemana dulu nih?" tanya sahabatnya dokter Sandra dan dokter Clarisa bersamaan.
" Ke mansion orang tuaku dulu ada berkas yang mesti aku ambil di mansion milik orang tuaku setelah itu kita ke perusahaan milik daddy kemudian kita jalan - jalan ke mall." ucap Karen
" Ok deh atur aja." ucap ke dua sahabatnya serempak.
" Ok sip." ucap Karen.
Karen mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga tidak terasa lima belas menit mereka sudah sampai di mansion Dacosta milik orang tua Karen.
Karen dan ke dua sahabatnya terkejut melihat banyak pria berdiri di pintu utama terlebih dengan Karen karena Karen tidak mengenal para pria tersebut.
" Siapa kalian?" tanya Karen dengan bingung
" Kalian bertiga siapa?" tanya salah satu dari mereka balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Karen.
" Saya anak pemilik mansion Dacosta, kalian siapa?" tanya Karen kembali
" Anda nona Karen?" tanya salah satu dari mereka.
" Ya benar." jawab Karen singkat
" Kebetulan nona Karen di tunggu di dalam dan untuk kalian berdua silahkan pergi dari sini." perintah salah satu pria tersebut.
" Siapa kalian enak saja menyuruh sahabatku untuk pergi." ucap Karen dengan nada naik 1 oktaf karena dirinya sangat kesal ke dua sahabatnya di usir.
" Turuti kami nona kalau tidak kalian bertiga akan menyesal." ancam salah satu dari mereka
" Tidak akan." ucap Karen dengan nada dingin
" Kalian berdua usir ke dua nona ini." ucap salah satu dari mereka sambil menunjuk ke arah dokter Sandra dan dokter Clarisa.
" Baik tuan." jawab mereka berdua serempak.
Dua orang pria berjalan mendekati dokter Sandra dan dokter Clarisa untuk mengusir keluar dari mansion.
bugh
bugh
Sebelum mendekati dokter Sandra dan dokter Clarisa, Karen memberikan pukulan ke rahang ke dua pria tersebut membuat ke dua pria itu terhuyung ke belakang karena belum ada persiapan.
Melihat ke dua temannya diberi pukulan oleh Karen membuat mereka kesal dan salah satu dari mereka menyerang Karen.
bugh
bugh
__ADS_1
Karen memukul dan menendang pria tersebut hingga terjatuh membuat mereka kesal kembali dan merekapun menyerang bersama. Dokter Sandra dan dokter Clarisa yang melihat sahabatnya di keroyok ikut membantu menyerang para pria tersebut.
bugh
bugh
bugh
bugh
Karen, dokter Sandra dan dokter Clarisa dengan gesit menghindar dan menyerang balik ke 10 pria tersebut hingga babak belur.
Karen langsung membuka pintu utamanya dan matanya membulat sempurna karena melihat ke dua orang tuanya duduk di lantai dengan muka lebam dan darah keluar dari mulut dan hidung orang tua Karen.
" Mommy, daddy? apa yang kalian lakukan terhadap orang tuaku hah!!!" bentak Clara ke 10 orang yang berada di situ.
Pria tampan itu menatap sinis ke arah Karen dan juga ke arah ke dua sahabat Karen.
bugh
bugh
bugh
bugh
Karen, dokter Sandra dan dokter Clarisa memukul para bodyguard milik pria tampan tersebut hingga pada akhirnya.
" Jika sekali lagi memukul anak buahku maka ke dua orang tuamu akan aku tembak." ucap pria tampan tersebut.
Karen, dokter Sandra dan dokter Clarisa langsung menghentikan tangannya. Karen menatap tajam ke arah pria tampan tersebut.
" Apa salah orang tuaku tuan? hingga kalian melukai orang tuaku?" tanya Karen lirih
" Orang tuamu telah merebut semua harta orang tuaku, menyiksa bahkan membunuhnya." ucap pria tampan itu dengan nada dingin
" Itu tidak mungkin, mommy dan daddy bukan orang seperti itu." ucap Karen dengan nada tidak percaya.
" Tanyalah pada mereka." ucap pria tampan tersebut.
" Mommy dan daddy apakah benar apa yang dikatakannya?" tanya Karen sambil menahan air matanya
" Maafkan kami sayang, itu benar." ucap mommy Karen dengan nada lirih.
brugh
Karen jatuh dan berlutut di depan orang tuanya.
" Kenapa mommy, daddy?" tanya Karen berusaha agar air matanya tidak keluar.
Mommy dan daddy hanya terdiam dalam hati mereka sangat menyesali kejahatan di masa lalunya. Karen berdiri dan menatap sendu pria tampan tersebut.
" Apa yang mesti aku lakukan untuk membalas dendam tuan?" tanya Karen sendu.
Pria tampan tersebut menatap sinis ke arah Karen sambil memikirkan rencana jahatnya.
" Menikahlah denganku dan tanda tangani perjanjian pernikahan." ucap pria tampan tersebut.
" Tuan jangan lakukan itu, kami bersedia di hukum mati tapi kami mohon jangan menikahi putri kami." ucap daddy dan mommy Karen serempak.
" Kamu ada dua pilihan menikah denganku dengan menandatangani perjanjian atau ke dua orang tuamu mati." ucap pria tampan tersebut
Karen menatap sendu ke dua orang tuanya dan kemudian pria tampan tersebut. Karen memejamkan ke dua matanya sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak karena pernikahan baginya sangat sakral dan bukan pernikahan main - main. Apalagi di saat ini dirinya belum ada keinginan untuk menikah terlebih menikah dengan pria yang tidak kenal terlebih kejam. Perlahan Karen membuka matanya sambil menatap pria tampan itu.
" Menikah dengan tuan asalkan jangan membunuh ke dua orang tuaku." ucap Karen mantap.
" Keputusan yang sangat tepat." ucap pria tampan tersebut dengan tersenyum iblis.
" Ronald." panggil pria tampan tersebut
" Iya tuan." jawab Ronald
Ronald mengeluarkan dokumen dari dalam tasnya kemudian memberikan ke Karen.
" Baca dan tanda tangani dokumen ini." ucap pria tampan itu dengan nada dingin.
Karen membaca isi dokumen tersebut dan matanya membulat sempurna ketika mengetahui isi dokumen itu yang tidak ada satupun menguntungkan dirinya.
__ADS_1