Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Maya


__ADS_3

Wanita itu hanya diam membuat Nathan berjalan mendekati wanita itu namun ketika tinggal dua langkah lagi Nathan mencium bau parfum milik Maya membuat jantung Nathan berdetak kencang terlebih dari bentuk tubuhnya sama seperti bentuk tubuh Maya istri yang sangat di cintainya.


" Maya,"  panggil Nathan dengan suara bergetar sambil berjalan ke arah Maya.


" Ada apa sayang," jawab Maya sambil memalingkan wajahnya ke arah samping dan tersenyum manis.


Nathan membulatkan matanya karena dirinya tidak percaya istrinya masih hidup membuat Nathan mencubit lengannya agar mengetahui dirinya mimpi atau tidak dan ternyata dirinya tidak bermimpi.


Nathan mengucek matanya karena dirinya takut salah melihat dan berhalusinasi hal itu membuat Maya melarang suaminya untuk mengucek matanya.


" Sayang jangan di kucek nanti matanya rusak," ucap Maya menasehati.


" Sayang bukankah kamu..." ucap Nathan menggantungkan kalimatnya.


" Aku masih hidup sayang, apakah suamiku senang kalau aku benar - benar ma ti?" tanya Maya sambil menatap wajah suaminya dengan sendu.


Grep


" Jangan bicara seperti itu sayang, kamu tahu ketika dokter mengatakan kamu sudah pergi dari kehidupanku hatiku sangat hancur." ucap Nathan kemudian memeluk Maya dengan erat dari arah belakang.

__ADS_1


" Sstttttt... sayang aku tidak bisa bernafas," ucap Maya sambil menepuk - nepuk lengan Nathan.


" Maaf sayang karena aku sangat senang ternyata istri yang aku cintai masih hidup," jawab Nathan sambil melepaskan pelukannya.


Nathan melangkahkan kakinya ke arah Maya agar saling berhadapan kemudian Nathan berlutut di depan Maya yang masih memberikan asi dengan mata berkaca - kaca sedangkan Maya hanya tersenyum kemudian memberikan putra pertamanya ke arah Nathan karena putranya sudah kenyang dan tertidur dengan pulas nya.


" Sayang, tolong diletakkan di box bayi," pinta Maya.


Tanpa banyak bicara Nathan menggendong putra pertamanya dan diletakkan di box bayi kemudian membalikkan badannya menatap wajah cantik yang sangat dirindukan sedangkan Maya berusaha untuk berdiri karena perutnya masih terasa perih bekasi operasi caesar membuat Nathan membantunya untuk berdiri.


Grep


" Sayangku tidak bermimpi aku memang masih hidup," jawab Maya.


" Ceritakan apa yang terjadi?" tanya Nathan penasaran.


Maya pun menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup - tutupi sedangkan Nathan mendengar cerita Maya sambil menggenggam tangan istrinya.


" Itulah yang terjadi sayang," ucap Maya mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


" Aku sangat senang istriku masih hidup." ucap Nathan kemudian memeluk Maya dengan erat.


" Sayang aku tidak bisa nafas dan perutku masih perih," ucap Maya sambil meringis kembali.


" Maaf sayang, aku takut kamu pergi dari kehidupanku," jawab Nathan sambil melepaskan pelukannya.


" Aku tidak akan pergi kecuali Tuhan memanggilku atau suamiku memintaku untuk pergi maka aku akan pergi dari kehidupan suami yang sangat aku cintai," jawab Maya sambil membelai wajah suaminya.


Grep


" Aku laki - laki bodoh jika aku melakukan itu karena aku sangat mencintaimu," ucap Nathan sambil menggenggam tangan Maya yang membelai wajahnya.


" Sayang, wajahmu sangat pucat?" tanya Maya.


Nathan hanya tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya ke bahu Maya sambil memeluk pinggangnya dan menghirup bau parfum istrinya yang membuat dirinya merasa nyaman.


" Sayang badanmu panas kita ke dokter sekarang," ucap Maya ketika merasakan hembusan nafas Nathan terasa panas sambil mendorong perlahan suaminya.


" Sayang, aku masih kangen ingin memelukmu biarkan aku memelukmu sebentar," ucap Nathan yang tidak ingin melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Sayang," panggil Maya ketika merasakan tubuh suaminya terasa berat.


__ADS_2