
Di tempat yang berbeda di mana Delon, Seli, Presdir Axel dan Presdir Albert menunggu Sela yang berada di ruang UGD dengan perasaan yang tidak menentu dan wajah penuh kuatir hingga satu jam kemudian Lemos datang dan berjalan ke arah mereka.
"Bagaimana dengan Sela?" tanya Lemos dengan wajah kuatir sambil melangkahkan ke dua kakinya dengan cepat.
"Masih di dalam kak," jawab Seli sambil masih menatap ke arah pintu UGD.
"Bagaimana dengan Soraya?" tanya Delon penasaran.
"Mungkin sudah ma ti," jawab Lemos dengan nada santai.
"Kenapa kakak bisa sekejam itu dengan kak Soraya?" tanya Seli dengan wajah sendu dan kecewa.
"Kakak kejam? Justru yang kejam itu Soraya dia berani memberikan obat perang sang dan juga tega mendorong Seli karena itulah kakak tidak mau bertanggung jawab," ucap Lemos yang tidak terima disalahkan.
"Apa kakak yakin kalau kak Soraya pelakunya?" tanya Seli dengan wajah masih penuh kecewa.
__ADS_1
"Yakin, kalau tidak mana mungkin dia tidur sama kakak pasti semua ini rencana liciknya untuk menjebak kakak agar mau bertanggung jawab," jawab Lemos dengan nada penuh keyakinan.
"Apa kakak tidak ingat waktu kakak merasakan tubuh kakak panas? Apakah di saat kejadian pesta reuni itu kak Soraya ada?" tanya Seli.
"Tidak ada," jawab Lemos yang mulai berfikir.
"Apa kakak ingat ketika kak Delon, kak Axel, kak Albert membawa kak Lemos menuju ke kamar salah satu ke tiga itu memaksa untuk menemani kakak?" tanya Seli.
"Iya kakak baru ingat gadis itu mengatakan berulang kali untuk menemanimu," ucap Delon.
"Aku juga ingat," jawab Presdir Axel dan Presdir Albert serempak.
"Ingat kak, waktu kakak mengatakan kalau ke tiga gadis itu bukan gadis baik - baik," jawab Lemos dengan wajah yang sulit di tebak setelah beberapa saat dirinya berpikir.
"Tepat sekali kakak merasakan seperti itu kalau ke tiga gadis itu yang menjebak mu," tebak Delon.
__ADS_1
"Seli juga merasa sama kak kalau ke tiga gadis itu yang menjebak kak Lemos," sambung Seli.
"Kalau memang dia tapi kenapa yang datang Soraya?" tanya Lemos.
"Ketika aku dan kak Sela keluar dari lift dan berjalan ke arah lorong yang sepi ke tiga gadis itu menyerang kami berdua dan dalam keadaan terdesak kak Soraya dan kak Delisa datang menolong kami. Kami bercerita mengenai kak Lemos dan kak Soraya ikut kami untuk membantu kak Lemos sedangkan kak Delisa kembali ke kamarnya." jawab Seli menjelaskan.
"Saat itu kami meminta pertolongan Soraya awalnya Soraya menolaknya karena dirinya ingin memberikan harta berharganya untuk suaminya tapi kami memohon agar Soraya membantumu dan tidak ingin kamu ma ti karena tidak bisa menahan ha srat yang memuncak," sambung Delon yang merasa bersalah dengan Soraya.
"Kakak sudah mengambil harta berharganya kenapa kakak tidak bertanggung jawab?" tanya Seli dan tidak berapa lama air matanya keluar.
"Kakak bertanggung jawab dengan memberikan kartu hitam," jawab Lemos entah kenapa ketika mengatakan itu hatinya sangat sakit.
"Apakah kak Soraya menerimanya?" tanya Seli.
"Tidak malah memintanya untuk di simpan dan dia pergi dari kamar kakak," jawab Lemos.
__ADS_1
"Kalau posisi itu di balik aku diperlakukan seperti itu apa tindakan kakak terhadap pria itu?" tanya Seli sambil menatap mata kakak kembarnya.
"Kakak akan ..." ucap Lemos menggantungkan kalimatnya kemudian mengusap wajahnya dengan kasar dalam hati kecilnya dirinya merasa sangat bersalah namun perasaan itu segera ditepisnya mengingat Soraya mendorong adik kesayangannya.