
" Dasar brengsek!!! Pria tidak tahu di untung!!! menyesal aku menikah denganmu," umpat Juminten sambil menampar pipi kanan dan kiri suaminya.
" Sayang, aku tidak mungkin melakukan perbuatan serendah itu? Rekaman cctv itu palsu apalagi sayangku bisa lihat video tersebut di blur jadi tidak terlihat dengan jelas wajah mereka berdua," ucap Paijo berusaha menutupi kejahatannya.
" Tapi suaramu dan suara putriku sama persis jadi bisa dipastikan jika itu kalian berdua," ucap Juminten.
" Memang benar itu suaraku dan suara Sifa tapi bisa saja kan kalau ada orang yang menirukan suaraku dan suara Sifa. Ingat sayang kita datang ke sini untuk menuntut keadilan untuk Sifa jadi sayangku jangan percaya dengan rekaman cctv itu," ucap Paijo berusaha mengalihkan pembicaraan
" Benar katamu sayang pasti pemilik perusahaan ini sengaja mengadu domba kita agar kita lupa dengan tujuan kita yaitu menuntut keadilan untuk Sifa," jawab Juminten yang mudah dipengaruhi oleh suaminya.
" Bagus sayang," jawab Paijo sambil tersenyum licik tanpa di ketahui oleh semua orang kecuali keluarga daddy Thomas yang berada di situ.
" Tuan, kami tidak percaya kalau rekaman cctv itu asli karena bisa saja itu rekayasa yang menirukan suara suamiku dan putri kesayanganku," ucap Juminten.
__ADS_1
" Kalau memang benar rekayasa, bagaimana dengan percakapan kalian ketika anda meminta uang sama Sifa ketika Sifa pulang kerja? Apakah itu juga rekayasa?" tanya daddy Thomas.
" Jaman sekarang sangat canggih jadi bisa saja di rekayasa, mungkin putri kami bercerita dengan teman kantornya kalau ibunya meminta uang dan cerita itu sampai di dengar oleh perusahaan karena itu tuan membuat rekayasa seperti ini," ucap Paijo yang tidak ingin kebusukannya di ketahui oleh istri dan orang - orang yang berada di tempat itu.
" Baiklah kalau anda tidak mengakui kesalahanmu," ucap daddy Thomas
" Tuh kan sayang, aku benar kalau memang rekaman cctv itu hanya rekayasa," ucap Paijo tersenyum puas karena rencananya berhasil.
" Iya sayang, ayo teman - teman kita tuntut perusahaan ini, agar putri dan putra kita yang meninggal mendapatkan keadilan." ucap Juminten berusaha memprovokasi orang - orang yang ada di ruangan itu dengan penuh semangat.
" Tuan kami menuntut keadilan untuk putra kami!!!" teriak sebagian orang.
" Tuan kami menuntut keadilan untuk putri kami!!!" teriak sebagian orang lagi.
__ADS_1
" Tuan kami menuntut keadilan untuk ayah kami!!!" teriak sebagian orang lagi.
" Tuan kami menuntut keadilan untuk ibu kami!!!" teriak sebagian orang lagi.
Suara teriakan yang saling bersahutan membuat daddy Thomas hanya tersenyum devil kemudian memberikan mic-nya ke arah Nathan.
" Stop!!!" teriak Nathan dengan menggunakan mic-nya.
Ruangan yang awalnya ramai seperti pasar kini mendadak sepi kemudian mereka serempak menatap ke arah Nathan.
" Perusahaan kami menyediakan rumah untuk semua karyawan yang sudah di kontrak baik dari jabatan terendah sampai yang tertinggi termasuk anggota keluarga yang ada di sini. Selain itu setiap rumah dipasang kamera cctv secara sembunyi jadi kami tahu apa yang dilakukan oleh para karyawan dan karyawati kami," ucap Nathan sambil memandangi satu persatu hingga matanya menatap tajam ke arah Paijo dan Juminten karena setelah ini selesai maka giliran mereka akan di bawa ke markas.
" Apa??" jawab mereka serempak dengan nada terkejut.
__ADS_1
" Jadi jika kami melakukan hubungan suami istri, berarti tuan bisa melihatnya? Itukan privasi kami dan kami bisa menuntutnya," ucap Paijo berusaha menutupi kejahatannya.
" Iya benar," jawab mereka serempak menahan amarah bercampur malu.