
Nathan menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mereka melepaskan pakaiannya hingga ke duanya tanpa menggunakan sehelai benangpun hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai melakukan kegiatan suami istri.
Mereka mandi bersama, Nathan dengan telaten menyabuni tubuh polos istrinya sambil sekali - kali memainkan dua gunung kembar milik istrinya yang semakin membesar.
" Sayang punyamu semakin tambah besar saja," bisik Nathan sambil ke dua tangannya tidak berhenti memainkan ke dua gunung kembarnya.
" Sayang," panggil Maya sambil menggigit bibir bawahnya tanpa menjawab ucapan suaminya.
" Ada apa sayang?" tanya Nathan.
" Lagi ya," pinta Maya
" Baik sayang," jawab Nathan
Jleb
" Ahhhhhhh, de sah Maya ketika tombak saktinya memasuki privasinya.
Merekapun kembali melakukannya hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai melakukannya dan langsung membersihkan diri.
Nathan langsung memakaikan jubah handuk untuk istrinya agar tidak masuk angin. Mereka keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian namun baru saja selesai memakai pakaian pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
__ADS_1
Tok Tok Tok
" Maya... Maya..." Panggil Quenby.
Ceklek
Maya membuka pintu kamarnya dengan lebar dan melihat wajah pucat kakak iparnya dengan wajah di tekuk.
" Kok lama," ucap Quenby dengan bibir bawahnya dimajukan.
" Kakak kenapa sih tidak tidur sama kak Fico?" tanya Nathan sebelum Maya menjawab pertanyaan Quenby.
" Sstttttt... Sudah.... Sudah... Maaf kak kalau Maya lama, ayo kita tidur di kamar sebelah," ucap Maya yang tidak suka keributan sambil menarik tangan kakak iparnya.
Nathan ingin protes namun mendapatkan kedipan dari Maya membuat Nathan menghembuskan nafasnya dengan berat untuk mengurangi emosinya.
" Kalau bukan kakakku aku cekik," gerutu Nathan sambil ke dua tangannya membentuk huruf O seperti mencekik seseorang.
" Siapa yang akan kamu cekik?" tanya Fico tiba - tiba datang dengan wajah frustrasi.
" Siapa lagi kalau bukan istri kakak," ucap Nathan dengan nada kesal.
__ADS_1
" Enak saja mau mencekik istriku!! Ingat dia itu kakakmu," ucap Fico sambil menatap tajam ke arah adik iparnya.
" Habis aku kesal mau manja - manja istriku susah," ucap Nathan dengan nada masih kesal.
" Kamu masih enak istrimu mau berdekatan denganmu sedangkan aku? Pas di saat ingin melakukan hubungan suami istri tiba - tiba Istriku menyuruhku mandi. Selesai mandi istriku sudah pergi." Adu Fico dengan wajah frustrasi sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
" Sabar ya," jawab Nathan yang tidak tega melihat Fico.
Nathan dan Fico sama - sama mempunyai ha srat yang sangat tinggi karena itu Nathan tahu bagaimana rasanya menahan ha sratnya di kala istrinya menolaknya.
Walau mereka sama - sama mempunyai ha srat yang sangat tinggi mereka tetap setia dengan pasangannya dan tidak ingin memaksa melakukan hubungan suami istri ataupun menyakiti istri yang sangat dicintainya seumur hidup.
" Terima kasih, sekarang kemana istriku?" tanya Fico karena melihat kamar Nathan tidak ada Maya dan Quenby.
" Tidur di kamar sebelah sama Maya," jawab Nathan.
" Baiklah aku ingin istirahat di kamar saja," jawab Fico sambil membalikkan badannya.
" Ok," jawab Nathan singkat dan padat.
Nathan dan Fico tidur di kamar masing - masing tanpa istrinya untuk pertama kalinya. Nathan yang sangat lelah karena melakukan hubungan suami istri membuat Nathan lekas tertidur dengan pulas namun berbeda dengan Fico yang sulit memejamkan matanya karena dirinya ingin sekali memeluk Quenby.
__ADS_1