
" Adik, kamu masih kecil jadi kamu main game saja." Ucap Aleandro usil.
" Aish kakak nyebelin, kita kan hanya beda beberapa detik." Ucap Yohanes dengan wajah di tekuk.
" Tetap saja aku yang pertama lahir." Ucap Aleandro tidak mau kalah.
" Daddy kak Aleandro nakal." Adu Yohanes
" Aleandro kamu senang banget godain adikmu." Ucap daddy Thomas.
" Hehehehe... Habis senang banget godain Yohanes." Ucap Aleandro sambil terkekeh geli melihat wajah cemberut adiknya.
" Aish kakak nyebelin, awas ya kak nanti kalau malam aku ke mansion kakak gangguin kakak sama kak Cantika." Ancam Yohanes
" Eh jangan, awas aja kalau malam-malam ke mansion kakak." Ucap Aleandro sambil menatap tajam ke arah adiknya.
" Makanya jangan usil." Ucap Yohanes sambil menjulurkan lidahnya ke arah samping meledek kakaknya.
" Sudah - sudah, oh ya Nathan daddy dengar mantan suaminya Maya ingin kembali dan mantan keluarganya juga mendukung Maya untuk kembali ke mantan suaminya. Bagaimana tanggapan Maya apakah ingin kembali ke mantannya atau tetap bersamamu?" Tanya daddy Thomas.
Ke empat saudaranya dan dua iparnya menatap wajah Nathan menunggu jawabannya.
" Tetap bersamaku dad, terlalu sakit jika kembali ke mantannya." Ucap Nathan
" Memang apa yang membuatnya begitu sakit?" Tanya Aleandro penasaran.
Nathan menceritakan apa yang diceritakan oleh Maya sedangkan daddy dan saudara - saudaranya hanya mendengarkan cerita Nathan sambil menahan amarahnya.
" Itulah yang terjadi dad." Ucap Nathan mengakhiri ceritanya.
" Maya sangat pintar laki-laki brengsek seperti dia tidak pantas untuk di cintai." Ucap Aleandro putra pertama.
" Iya kak, aku saja mendengarnya kesal banget apalagi keluarganya memperlakukan Maya seperti seorang pelayan padahal mereka itu sudah menumpang dan meminta uang, sungguh tidak tahu diri." Ucap Maximus putra ke dua.
" Berarti kak Nathan dapat kak Maya belum pernah berciuman dan masih virgin? Menang banyak dong kak." Ucap Aska adik iparnya nomer enam.
" Benar kata kak Aska menang banyak itu kak Nathan." Ucap tuan Robert adik ipar nomer tujuh.
" Menang banyak kenapa?" Tanya Yohanes dengan nada bingung.
" Bilangin anak kecil main game malah masih nimbrung ke sini." Ucap Aleandro
" Aish kak Aleandro nyebelin." Ucap Yohanes.
__ADS_1
Tidak berapa lama ponsel milik Yohanes berdering.
" Tuh ponselnya berdering, paling dari kekasihnya Aurora." Tebak Nathan
" Dari mana kakak tahu?" Tanya Yohanes sambil mengambil ponselnya di saku kemejanya.
" Tahu donk." Jawab Nathan
" Sudah sana terima nanti ngambek." Goda Aleandro
" Aish kak Aleandro nyebelin awas ya aku balas." Ucap Yohanes dengan wajah cemberut.
Wajah cemberut Yohanes berubah bahagia karena Aurora menghubungi dirinya.
" Sudah aku mau ke kamar mau terima telepon." Ucap Yohanes.
" Memang kamu punya kamar? Inikan mansion milik Nathan." Ucap Aleandro usil.
" Punya dong aku kan kadang nginap di sini." Ucap Yohanes sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.
" Kak Aleandro senang banget godain Yohanes." Ucap Nathan
" Dari dulu lagi kak Aleandro suka godain." Ucap Maximus.
" Bukan sama Yohanes saja, sama aku juga." Ucap Nathan
" Hehehehe habis senang banget lihat wajah adik-adikku yang cemberut." Ucap Aleandro sambil tertawa kecil.
" Ssttt... sekarang daddy serius, daddy minta kejadian Aleandro dulu dengan mantan kekasih Cantika jangan sampai kamu mengalaminya." Ucap daddy Thomas dengan nada serius.
" Benar kata daddy, dulu saja kakak sampai takut sekali kehilangan Cantika. Kalian semua pasti ingatkan apa yang terjadi pada kami?" Tanya Aleandro
" Ingat kak, sampai di bikin novel dengan judul Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika." Ucap Maximus.
" Karena itu daddy minta buatmu Nathan tambah pengamanan untuk istrimu secara diam-diam dan untuk kalian mulai sekarang dan seterusnya ponsel kalian jangan sampai lowbat jadi jika saudara kalian membutuhkan sesuatu kalian sudah datang." Ucap daddy Thomas.
" Berarti istri-istri kita harus menyimpan nomer kita semuanya sehingga bisa minta bantuan." Ucap Aleandro.
" Nanti Daddy minta mommy untuk membuatkan grup di wa jadi kalau ada apa-apa bisa menghubungi kita semua." Ucap daddy Thomas.
" Bikin dua grup saja dad." Ucap Aleandro memberikan usulan
" Kenapa dua?" Tanya daddy Thomas.
__ADS_1
" Satu khusus nomer ponsel daddy, mommy, kita semua dan istri - istri kita untuk adminnya daddy dan mommy dan satu lagi grup anak-anak kita untuk adminnya mommy dan istri-istri kita." Ucap Aleandro
" Kalau aku kan belum mempunyai anak." Ucap Nathan
" Tapi kan lagi proses buat nanti kalau sudah ada kan bisa dimasukkan namanya di grup." Ucap Aleandro
" Daddy setuju dengan begitu hubungan persaudaraan tidak putus." Ucap daddy Thomas.
Daddy Thomas sangat bahagia memiliki keluarga kompak yang tidak mempunyai rasa dendam, iri hati atau pun merebutkan harta benda.
" Aku juga setuju dad." Jawab mereka serempak.
" Ok, nanti daddy nyuruh mommy untuk bikin grup." Ucap daddy Thomas.
" Bikin grup untuk apa dad?" Tanya mommy Gloria sambil berjalan ke arah suaminya di susul oleh cucu-cucunya dan duduk bersama ke dua orang tuanya masing-masing.
Daddy Thomas menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi sedangkan mommy Gloria hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Baiklah nanti mommy bikinkan." Ucap mommy Gloria.
" Bikin apa mom?" Tanya Quenby sambil berjalan ke arah orang tuanya di susul oleh saudara-saudaranya.
Mommy Gloria menceritakan semuanya sesuai apa yang dikatakan oleh Daddy Thomas sedangkan anak-anak dan para menantunya hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Kami setuju mom." Jawab Cantika menantu pertamanya.
" Kami juga setuju." Ucap mereka serempak.
" Baik nanti mommy akan membuat dua grup." Ucap mommy Gloria.
" Masakannya sudah matang?" Tanya Nathan
" Sudah, ayo kita makan." Ajak Maya
" Ada yang sudah kelaparan ternyata." Goda Aleandro.
" Maklum kak tadi aku habis berolah raga jadi aku perlu di isi bensin nanti kalau sudah penuh kan bisa olahraga lagi." Jawab Nathan sambil tersenyum menyeringai.
" Aish, kamu sekarang pintar menjawabnya, kakak menyesal menggoda kamu." Ucap Aleandro.
" Pffftttt hahahaha..." Tawa mereka serempak kecuali anak-anak mereka dan Quenby karena tidak mengerti omongan orang dewasa.
" Ssttt... Aleandro, Nathan kalian ya kalau bicara mulut di rem ingat ada anak-anak." Ucap daddy Thomas sambil menjewer telinga ke dua putranya.
__ADS_1
" Auchh... Daddy sakit." Ucap Aleandro dan Nathan serempak sambil memegangi telinganya.
" Lain kali lebih sakit." Ucap daddy Thomas sambil melepaskan ke dua tangannya.