Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sekolah Pelita Kasih


__ADS_3

Siang berganti sore perlahan Sela membuka matanya dan dirinya sangat terkejut ketika dirinya dan suaminya saling berpelukan membuat Sela melepaskan pelukannya membuat Presdir Axel membuka matanya.


" Hoam... Ada apa sayang?" tanya Presdir Axel dengan suara ciri khas bangun tidur sambil menguap.


Bugh


Tanpa menjawab pertanyaan Presdir Axel, Sela memundurkan tubuhnya kemudian memukul bahu suaminya untunglah dirinya tidak merasakan sakit sedikitpun malah merasakan di pijat oleh istrinya


" Sayang kenapa memukulku?" tanya Presdir Axel dengan wajah bingung.


" Kenapa kak Axel tidur memelukku?" tanya Sela dengan nada kesal


" Coba lihat pembatas yang kamu buat?" tanya Presdir Axel  tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


Sela menatap ke sekelilingnya dan melihat Presdir Axel berbaring dekat dengan sisi ranjang sedangkan dirinya malah melewati dirinya membuat Sela malu dan diam membuat Presdir Axel hanya mengangkat salah satu alis matanya.


" Mengenai kakak memelukmu maaf kakak tidak sadar ketika tiba - tiba istriku memelukku," ucap Presdir Axel


" Apakah kak Axel yang sengaja memindahkan ku agar aku memeluk kak Axel di saat aku tertidur dengan pulas?" tanya Sela curiga sambil mendekatkan wajahnya ke arah suaminya.


" Apa perlu kita melihat cctv siapa yang memeluk duluan?" tanya Presdir Axel sambil ikut mendekatkan wajahnya ke arah Sela.


Tanpa sadar Presdir Axel  mengulurkan tangan kanannya ke arah tengkuk leher Sela kemudian mengecup bibir istrinya dan tanpa sadar juga Sela membalas ciuman suaminya membuat Presdir Axel tersenyum bahagia.


Tangan kiri Presdir Axel melepaskan satu persatu kancing kemeja milik istrinya kemudian Presdir Axel melepaskan ciumannya dan beralih ke lehernya kemudian memberikan tanda kepemilikan membuat Sela mengeluarkan suara merdunya.


Setelah kancing kemeja terbuka Presdir Axel mengarahkan tangannya ke arah punggung Sela dan melepaskan pengaitnya setelah selesai Presdir Axel melepaskan kemeja Sela berikut kain penutup dua gunung kembar milik Sela hingga terlihat jelas dua gunung kembar himalaya yang menantang kemudian mendorong perlahan tubuh Sela hingga ter len  tang kemudian menaiki tubuh istri istrinya.


" Kak Axel," panggil Sela


" Ya sayang," jawab Presdir Axel sambil memasukkan mulutnya ke salah satu pucuk gunung himalaya membuat Sela membelai rambut suaminya.


" Aku lagi datang bulan," ucap Sela yang tidak tahu kalau dirinya habis keguguran.

__ADS_1


Presdir Axel langsung menghentikan kegiatannya sambil memejamkan matanya untuk menghilangkan ha srat nya yang sudah memuncak setelah beberapa saat Presdir Axel turun dari ranjang dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah kamar mandi untuk mendinginkan tombak saktinya. Hingga lima belas menit kemudian Presdir Axel keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk.


Tubuh Presdir Axel kini sangat segar, Presdir Axel berjalan ke arah ranjang sambil menggunakan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah. Presdir Axel melihat istrinya sudah mengancingkan kemejanya dan berbaring di sandaran kepala ranjang sambil memandangi dirinya dengan tatapan sendu membuat Presdir Axel menjadi bingung.


" Ada apa sayang?" tanya Presdir Axel sambil menaikkan salah satu alisnya.


" Apakah kak Axel menyesal menikah denganku?" tanya Sela yang entah kenapa merasa tidak enak hati ketika suaminya menginginkan hubungan suami istri tapi dirinya tidak bisa memberikannya.


" Kenapa kakak mesti menyesal?" tanya Presdir Axel sambil memegang dagu istrinya dengan lembut


" Aku tidak ingat dengan kakak dan ketika kakak menginginkan itu aku datang bulan," ucap Sela dengan mata berkaca - kaca.


Grep


" Sstttttt.... jangan membicarakan hal itu karena bagi kakak kamu adalah istri yang sangat sempurna dan hal itu membuat kakak bahagia bisa menikah denganmu," ucap Presdir Axel sambil memeluk Sela dan mengusap punggung Sela dengan lembut.


" Terima kasih sudah mau menerima Sela apa adanya," ucap Sela sambil membalas pelukan suaminya.


" Justru kakak yang berterima kasih mau menerima kakak apa adanya," jawab Presdir Axel.


" Rambutnya aku bantu keringkan ya kak," ucap Sela


" Ok," jawab Presdir Axel sambil tersenyum bahagia.


Sela mulai mengeringkan dengan perlahan rambut suaminya hingga setengah kering setelah itu Sela mulai memijat kepala suaminya membuat Presdir Axel memejamkan matanya sambil menikmati pijatan istri yang sangat dicintainya.


" Sayang, sekarang kamu mandi kita makan bersama keluarga," ucap Presdir Axel setelah Sela sudah selesai memijat kepalanya.


" Ok," jawab Sela singkat.


Sela berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Presdir Axel tersenyum bahagia karena istrinya tidak marah ketika dirinya menyentuh tubuhnya dan berharap Sela segera sadar.


Singkat cerita kini semua berkumpul di ruang keluarga setelah mereka selesai makan dan minum dan kini sebentar lagi bertambah keluarga baru siapa lagi kalau bukan Jessica dan Presdir Albert.

__ADS_1


" Oh ya mom, dad tadi kami sudah pergi ke rumah orang tuaku katanya menikahnya bareng Kak Jimmy dan kak Jessica," ucap Presdir Albert.


" Kapan keluarga besar kalian datang melamar putriku?" tanya daddy Nathan


" Lusa dad, karena besok lamaran kak Jimmy dengan kak Jessica," jawab Presdir Albert.


" Ok," jawab daddy Nathan


" Oh ya, minggu depan ada acara reuni sekolah Pelita Kasih di kota P, apakah ada yang mau ikut?" tanya Delon


" Kak Delon mau ikut?" tanya mereka ke empat adiknya serempak.


" Kakak mau ikut sekalian mau bertemu dengan rekan bisnis," jawab Delon.


" Aku ikut kak," jawab Lemos


" Aku tidak ikut kak karena mengurus pernikahan dan pekerjaan kantor menumpuk," ucap Jimmy


" Aku ingin ikut sekalian aku ingin membalas dendam," ucap Sela yang tiba-tiba teringat akan masa lalunya.


" Aku juga kak mau ikut sekalian mau balas dendam," sambung Seli


" Memang sayang dendam sama siapa?" tanya Presdir Axel dan Presdir Albert serempak dengan wajah bingung.


" Waktu kami sekolah dasar ada teman kami di larang untuk lewat jalan itu oleh ke tiga kakak kelas kami dan aku membantunya tapi karena aku seorang diri aku kalah hingga adik kembarku datang dan langsung membantuku tapi karena tenaga mereka kuat dan akhirnya kami menjadi bulan - bulanan ke tiga kakak kelas kami. Untunglah ke tiga kakak kembar kami datang dan memberikan hukuman mereka tapi aku masih belum puas dan masih menyimpan dendam ke mereka bertiga," ucap Sela sambil menahan amarahnya


" Aku juga kak sama, aku ingat sekali ketika mereka menendang tubuh, kepala dan kaki kita sampai kita hampir kehilangan kesadaran dan mendengar suara teriakan ke tiga kakak kembar kita," sambung Seli yang juga menahan amarahnya.


" Dan kalian berdua di bawa ke ruang uks dan mommy kalian di panggil untuk datang ke sekolah," sambung Presdir Axel


" Berarti ke dua siswi itu kalian berdua?" tanya Presdir Axel dan Presdir Albert serempak dengan nada terkejut


" Kok Kak Axel dan Albert tahu?" tanya Sela dengan nada terkejut

__ADS_1


" Kak Axel dan kak Albert tahu dari mana? Memang kak Axel dan kak Albert sekolah di sekolah Pelita Kasih?" tanya Seli penasaran


__ADS_2