Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Maya dan Nathan


__ADS_3

" Kamu berani ya godain aku." Ucap Nathan sambil menarik hidung mancung istrinya.


" Pffftttt hahahaha..." Tawa Maya pecah


" Tertawa lagi satu ronde." Ancam Nathan


" Uhuk... uhuk... uhuk.." Maya terbatuk - batuk mendapatkan ancaman dari suaminya dan langsung terdiam berhenti tertawa


" Pffftttt.. hahahaha..." Tawa Nathan kembali pecah melihat Maya berhenti tertawa.


" Tertawa lagi, kalau minta itu tidak aku kasih." Ancam Maya balik


" Uhuk... uhuk... uhuk.." Nathan terbatuk - batuk mendapatkan ancaman dari istrinya dan langsung terdiam berhenti tertawa.


" Pffftttt hahahaha..." Tawa mereka berdua serempak.


Maya dan Nathan baru kali ini merasakan tertawa sampai lepas. Maya tertawa biasa tidak pernah sampai lepas sebelum menikah hingga Maya menikah dengan Kevin, Maya tidak pernah merasakan apa itu tertawa sedangkan Nathan memang tidak begitu suka tertawa lepas hanya tertawa biasa itupun di depan keluarganya.


" Sayang, kamu tidak capai?" Tanya Maya setelah mereka berhenti tertawa.


" Capai kenapa sayang?" Tanya Nathan dengan nada bingung.


" Melakukan itu." Ucap Maya sambil menunjuk adik kecil milik suaminya


" Pffftttt... Justru melakukan itu bikin tenagaku menjadi bertambah kuat sayang." Ucap Nathan sambil menahan tawa.


Maya hanya menggelengkan kepalanya sedangkan suaminya hanya senyum-senyum melihat wajah istrinya.


" Kita keluar yuk, aku lapar." Ajak Maya sambil perlahan berdiri karena bagian privasinya masih terasa perih.


" Kenapa jalannya seperti itu?" Tanya Nathan melihat istrinya jalannya agak berbeda dari biasanya.


Maya memutar bola matanya dengan malas mendengar ucapan suaminya. Mereka berbicara sambil berdua berjalan ke arah pintu kamar.


" Bagaimana jalanku tidak berbeda ini kan akibat ulahmu sayang." Ucap Maya


" Kok ulahku?" Tanya Nathan sambil memeluk istrinya dari arah samping.


" Semalam sama hari ini apa yang suamiku lakukan?" Tanya Maya


" Melakukan hubungan suami istri, tidur bersama dan mandi bersama lalu salahku di mana?" Tanya Nathan dengan nada bingung sambil membuka pintu kamarnya.


Maya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian tangan kirinya menyentuh adik kecil suaminya.


" Karena ini masuk ke punyaku makanya jalanku jadi seperti ini sayang." Ucap Maya sambil membelai adik kecil milik suaminya dengan perlahan.


" Sstttt... sayang stop." Ucap Nathan sambil menahan tangan Maya agar tidak melanjutkan kegiatannya.


" Pffftttt." Tawa Maya tertahan sambil berjalan menuju ke anak tangga bersama suaminya.


" Kamu senang ya bikin suami tersiksa, awas nanti malam." Ancam Nathan sambil berbisik di telinga istrinya kemudian menggigitnya.


" Geli.." Ucap Maya dengan wajah memerah


" Sayangku kan bertanya kenapa jalanku seperti ini makanya aku kasih tahu karena kita melakukan hubungan suami istri makanya jalanku seperti ini." Ucap Maya menjelaskan


cup


" Aku tahu maaf kalau aku tidak bisa menahan hasratku." Bisik Nathan sambil mengecup kening istrinya.


" Tidak apa-apa sayang nanti kalau sering melakukan itu lama-lama tidak seperti ini." Ucap Maya yang tidak ingin suaminya merasa bersalah.


" Berarti setelah makan kita melakukan lagi donk." Ucap Nathan

__ADS_1


" Jangan dulu deh sayang, masih perih nanti kalau perihnya hilang deh kita lakukan lagi." Ucap Maya


cup


" Baik sayang." Ucap Nathan yang tidak ingin memaksakan kehendak kemudian mengecup bibir istrinya.


Sejak Nathan merasakan sekali dengan istrinya dirinya menjadi candu ingin dan ingin melakukan itu terus tapi dirinya tidak tega melihat istrinya masih perih di bagian privasinya.


" Sayang setelah ini kita tinggal di mana?" Tanya Maya


" Kita tinggal di mansionku kenapa?" Tanya Nathan balik


" Tidak apa-apa, kalau begitu kita pergi ke mall buat belanja masakan." Ucap Maya.


" Ok, nanti kita pergi bersama." Ucap Nathan.


Kini mereka sudah sampai di ruang meja makan di mana semua keluarga besarnya berkumpul menunggu kedatangan mereka.


" Pengantin baru datangnya lama banget." Goda Aleandro kakak pertamanya.


" Cie... cie... pengantin baru." Goda Maximus kakak ke dua.


" Pengantin baru masih hangat." Goda Kasandra adik ke enam


" Hangat tapi enak." Goda Cantika adik ke tujuh.


Maya yang mendapatkan godaan dari keluarga hanya tersenyum malu sedangkan Nathan bersikap biasa saja.


" Jangan begitu kak, dulu kak Aleandro dan kak Max juga sama begitu lama banget kami menunggu." Ucap Nathan.


" Dua adikku yang paling cantik Kasandra dan Cantika bukankah kalian juga sama seperti yang di alami kakak ipar?" Tanya Nathan


" Hehehehe..." Tawa mereka serempak


" Iya sama aku juga tidak mengerti." Ucap Yohanes sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Ssttt... kalian berdua masih kecil jangan nimbrung." Ucap mereka berlima.


" Aish, kita seumuran kali hanya beda berapa menit apalagi Nathan, Yohanes, Kasandra dan Cantika kalian kan adikku jadi aku bukan anak kecil." Protes Quenby.


" Tahu nih." sambung Yohanes


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sekedar informasi :


Cerita tentang Mommy Gloria dan daddy Thomas bisa baca novel dengan judul Cinta Pertama Mafia. Mereka mempunyai 7 anak kembar yang bernama :




Aleandro Alexander menikah dengan Cantika Adele Carolus ( Nama novel : Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika )




Maximus Alexander menikah dengan Claudia Adele Carolus ( Nama novel : Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika )



__ADS_1


Quenby Alexander




Jonathan Alexander menikah dengan Maya Larasati ( Nama Novel : Ranjang Sang Mafia )




Yohanes Alexander menikah dengan Aurora Borealis ( Nama Novel : Ranjang Sang Mafia )




Kasandra Alexander menikah dengan Araska Dacosta Abner ( Nama Novel : Mafia VS Psychophat )




Cantika Alexander menikah dengan Robertus Alexander Graham ( Nama Novel dengan judul Mafia VS Psychophat ) mempunyai dua pasang putra yang sangat mirip dengan Robert yang bernama Rey Alexander Graham dan Roy Alexander Graham.




xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Sudah... sudah waktunya makan." Ucap mommy Gloria


Mereka langsung terdiam tidak ada yang bicara sedikitpun, salah satu dari mereka memimpin doa makan kemudian mereka makan tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan.


" Setelah ini rencana mau kemana?" Tanya mommy Gloria.


" Kami pulang ke mansion mom." Jawab Aleandro


" Aku juga mom." Jawab Maximus, Kasandra dan Cantika serempak


" Kalau aku dan istriku mau ke mall ada yang ingin kami beli." Jawab Nathan.


" Aku ikut mommy dan daddy." Ucap Quenby.


" Aku mau pulang ke apartemen." Jawab Yohanes.


" Baiklah kalau begitu kita keluar dari hotel ini." Ucap mommy Gloria


Hotel tempat acara pernikahan antara Maya dengan Nathan mereka satu keluarga menginap di hotel sedangkan orang tua Maya tidak bisa menginap karena ayah dari ibunya Maya sedang sakit membuat mereka pergi ke luar negeri.


Mereka semua keluar dari hotel tersebut menuju ke parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil masing-masing menuju ke arah yang berbeda. Nathan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah mall. Hanya membutuhkan waktu yang tidak lama mereka sudah sampai di mall.


Mereka berdua masuk ke dalam supermarket dan membeli bahan-bahan untuk di masak dan untuk stok hingga ponsel milik Nathan berdering.


" Sayang, aku terima ponsel di luar ya di sini berisik." Ucap Nathan karena yang menelepon dirinya adalah anak buahnya dan dirinya tidak ingin istrinya mengetahuinya.


" Ok." Jawab Maya tanpa curiga sedikitpun.


cup


" Terima kasih sayang, sebentar saja nanti aku kembali." Ucap Nathan kemudian mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Maya tersenyum dan Nathan berjalan ke luar dari supermarket sedangkan Maya melanjutkan belanja hingga seseorang memanggilnya.


__ADS_2