
" Tentu saja, kapan kalian akan menikah?" tanya Candra.
" Secepatnya tuan, kumpulin duit dulu." ucap Dio.
" Masalah biaya jangan dipikirkan tinggal sebutkan tanggal berapa, yang lainnya aku tanggung semua." ucap Candra.
" Tidak tuan, saya tidak mau merepotkan tuan." ucap Dio.
" Tidak santai aja." jawab Candra.
" Kamu panggilkan Indri" perintah Candra
" Baik tuan." ucap Dio
Dio pun berjalan menuju ke kamar Indri dan mengetuknya, setelah dibukakan pintu, Dio menceritakan semuanya tanpa ditutupi.
Kini Dio berjalan bersama Indri menuju ke ruang tamu dan duduk dihadapan Candra dan Cantika.
" Indri dan Dio, kapan kalian akan menikah?" tanya Cantika
" Bulan depan karena uangnya baru terkumpul." ucap Indri malu.
" Lusa bagaimana? hari ini kalian pergi ke butik untuk mencari gaun pengantin." ucap Cantika.
" Kami tidak ingin merepotkan." ucap Indri.
" Tidak, kami tidak merasa direpotkan." ucap Cantika sambil tersenyum
" Baiklah terserah nona muda dan tuan muda." ucap Indri pasrah.
" Oh ya Indri, adikmu sudah lulus sekolah?" tanya Cantika
" Sudah nona, ada apa nona?" tanya Indri
" Bagaimana kalau adikmu Bianca menjadi bodyguardku sambil kuliah, bagaimana?" tawar Cantika.
" Benar nona?" tanya Indri senang karena adiknya beberapa hari yang lalu menelephonenya ingin bekerja sebagai bodyguard.
" Iya, kalau adikmu setuju bisa datang sekarang sekalian cari baju buat pesta pernikahan, aku juga ikut." ucap Cantika
" Terima kasih nona Cantika semoga Nona dam tuan selalu diberi kebahagiaan" ucap Indri
" Amin." jawab mereka serempak.
__ADS_1
xxxx
Kini Cantika, Indri dan adiknya Bianca berada di butik untuk mencari gaun pernikahan Indri dan juga gaun pesta untuk Cantika dan adiknya Indri yang bernama Bianca.
Candra dan asisten Dio serta sekretaris Candra bernama Dion akan menyusul mereka ke butik karena ada pekerjaan kantor yang tidak bisa di tinggal.
Cantika, Indri dan Bianca sedang asyik memilih gaun. Cantika menemukan gaun yang di sukai dan ingin mengambilnya tapi kalah cepat dengan seorang gadis di sebelahnya.
Cantika hanya menghela nafas sebentar kemudian mencari gaun yang lainnya, salah seorang temannya sengaja menyenggol Cantika tapi sebelum itu terjadi Bianca dengan sengaja mendorong gadis itu hingga terjatuh.
" Hai, kamu ya sengaja mendorongku!" bentak gadis itu.
" Salah siapa duluan yang mulai duluan!" omel Bianca tidak mau kalah.
Cantika memandang Bianca dan kemudian memandangi gadis itu. Cantika merasa familiar dengan gadis itu.
" Karina!" panggil Cantika terkejut
" Iya gue kenapa? kaget?" tanya Karina sinis
" Aku tidak pernah mengusikmu tapi kenapa kamu mengusikku?" tanya Cantika
" Karena gue benci elo, elo hidup bahagia bersama suami elo sedangkan gue, gue bercerai dengan suami gue." ucap Karina marah.
" Dulu kita teman baik, setiap kamu ada masalah aku selalu membantumu baik dalam materi maupun dalam pelajaran sekolah aku selalu ada untukmu tapi apa balasanmu kamu merebut Andika dariku, aku sudah merelakannya buatmu tapi kenapa kamu masih membenciku?" tanya Cantika heran.
" Itu karena gaya hidupmu yang terlalu glamour, kamu setiap hari selalu mentraktir teman - temanmu dan semua teman - temanmu hanya memanfaatkanmu. Sekarang aku tanya di saat kamu susah apakah mereka perduli?" tanya Cantika lembut
Karina diam dan merenungkan perkataan Cantika. Karina mulai menyadari semua teman - temannya tidak ada yang tulus di saat terputuk mereka menghina dan pergi meninggalkan Karina seorang diri.
" Andika mungkin bukan jodohmu, ubahlah sifatmu dan perbaikilah dirimu aku yakin kamu pasti akan menemukan jodoh yang terbaik yang Tuhan berikan untukmu." sambung Cantika.
" Cuih, tidak usah sok memberi nasehat." ucap Karina sambil mengangkat tangannya untuk menampar Cantika.
Indri yang melihat nonanya akan di tampar menangkap tangan Karina dan melintirnya.
" Akhhh... sakit, sial lepaskan!" bentak Karina
" Sebelum minta maaf ke nona Cantika tidak akan aku lepaskan." ucap Indri tegas
" Cuih, tidak akan, gue ngga sudi, Jessica bantuin gue." teriak Karina.
Jessica adalah saudara sepupu Karina. Ibunya Karina mempunyai adik perempuan yang juga sudah menikah, kini ibunya Karina dan Karina menumpang di rumah adiknya ibu Cantika.
Rumah Karina di jual untuk membayar hutang - hutang yang Karina pakai untuk bersenang - senang.
__ADS_1
Jessica yang tadi sedang mencoba gaun yang direbutnya dari Cantika sudah keluar dari kamar pas, mendengar saudara sepupunya berteriak memanggil namanya membuatnya berjalan cepat karena jaraknya lumayan jauh dan suasana di butik juga sepi pengunjung jadi jika ada yang berteriak akan kedengaran.
Jessica melihat tangan saudaranya di plintir oleh salah satu dari tiga gadis itu, karena dia bisa bela diri ingin menendang Indri dari belakang karena posisi Indri membelakangi Jessica membuatnya tidak melihat tapi kakinya di tarik oleh Bianca yang kebetulan posisi Bianca menghadap ke arahnya.
bruk
auch
Jessica berteriak kesakitannya karena bokongnya mencium lantai. Bianca pun melepaskan kaki Jessica.
Jessica berusaha bangkit dan menyerang Bianca dengan lincah Bianca membalas serangan hingga Jessica kalah.
Cantika meminta ke Indri dan Bianca untuk melepaskan mereka. Cantika membayar ganti rugi atas kerusakan butik yang di lakukan oleh mereka.
Mereka tidak jadi membeli gaun di butik xxx dan ingin pindah ke butik lain. Cantika mengirim pesan ke suaminya kalau mereka bertiga pindah ke butik Zola.
Bianca mengendarai mobil dengan santai pas di jalan yang sepi mobil mereka di hadang oleh 2 mobil.
cittt
bruk
Bianca menghentikan mobil dengan menginjak rem mobil. Cantika kepalanya membentur kursi pengemudi karena tadi sedang mengetik pesan ke suaminya sehingga membuatnya tidak siap untuk menahannya.
" Bianca kenapa mengerem mendadak?" omel Cantika sambil mengelus kepalanya.
" Maaf Nona, mobil kita di hadang oleh dua mobil." ucap Bianca sambil menunjuk ke arah depan.
" Nona di dalam mobil saja dan tolong telephone tuan muda Candra untuk meminta bantuan biar aku dan Bianca yang melawannya." ucap Indri.
Indri dan Bianca turun dari mobil sedangkan Cantika menghubungi suaminya.
📱" Hallo sayang, ada apa?" tanya Candra lembut.
📱 " Sayang, kami di serang oleh dua mobil, kini Indri dan Bianca lagi melawan mereka." ucap Cantika menjelaskan.
📱" Apa? baik aku akan ke sana, kamu di dalam mobil jangan keluar, jaga diri kamu." ucap Candra menasehati.
📱 " Ok." ucap Cantika
tut tut tut tut
Candra mematikan ponselnya dan mengecek gps milik istrinya sambil mengajak Dio dan Dion untuk membantu istrinya.
xxxx
__ADS_1
Cantika melanggar perintah suaminya karena melihat para preman yang lumayan banyak membuatnya keluar dari mobil dan membantu Indri dan Bianca.
Kini mereka bertiga menghindar dan menyerang balik dari para preman tersebut, tiba - tiba muncul Jessica untuk membantu para preman sedangkan Karina dengan sinis dan bergaya seperti bos melihat ke arah Cantika dan ke dua bodyguard.