Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tiga Hari Kemudian


__ADS_3

Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan kini hari di mana Sela dan Presdir Axel mengucapkan janji suci pernikahan dan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang diadakan dengan sangat mewah di gedung milik keluarga besar daddy Thomas.


Banyak tamu undangan datang dan mengucapkan selamat untuk sepasang pengantin baru, sebagian wanita merasa sangat iri karena melihat Sela menikah dengan pria idaman mereka hingga mereka mendekati Delon, Jimmy dan Lemos sambil berharap agar ke tiga pria tampan tersebut tertarik dengan mereka dan menjadikannya sebagai kekasihnya.


" Hallo kenalkan namaku Dila," ucap Dila memperkenalkan diri pada Delon


" Aku Imel," ucap Imel pada Jimmy


" Kalau aku Yuna." sambung Yuna pada Lemos


" Aku Deliza," sambung Deliza pada Delon


Dan masih banyak lagi memperkenalkan diri ke Delon, Jimmy dan Lemos membuat ke tiga pemuda tampan tersebut hanya diam mendengarkan para gadis memperkenalkan dirinya hingga tiba - tiba ada dua orang gadis cantik mendekati mereka.


" Kalian tahu tidak aku rasa pengantin wanita itu menawarkan tubuhnya makanya bisa menikah dengan bos ku," jawab gadis cantik tersebut.


" Aku juga begitu karena tidak mungkin bos ku yang terkenal dengan sifat dinginnya dan tidak mau di sentuh wanita tiba - tiba menikah," sambung gadis lainnya.


" Wanita itu memang siapanya bos kalian?" tanya Deliza


" Sekretaris yang berkerja di perusahaan bos kami," jawab gadis cantik bermulut pedes.


" Pantas saja di mana - mana sekretaris itu menjual tubuhnya agar bisa menikah dengan bosnya," jawab mereka serempak kecuali ke tiga pemuda tampan.


" Kalian pergi dari sini," usir Delon dengan nada pelan karena dirinya tidak mungkin berteriak di pesta pernikahan adik kembarnya.


" Kenapa kami di usir?" tanya mereka serempak dengan nada kesal.


" Orang yang kalian bicarakan adalah adik kami jadi pergilah," usir Delon.


" Bersiaplah kalian semua akan tinggal di kolong jembatan," sambung Jimmy sambil menatap mereka satu persatu.


Lemos hanya diam tidak komentar dirinya hanya menjentikkan jarinya dan delapan bodyguard datang kemudian menarik tangan para gadis tersebut membuat mereka berteriak memohon ampun namun Lemos mendekati para gadis cantik tersebut.


" Sekali lagi berteriak maka kalian pulang tinggal nama," ucap Lemos sambil menatap satu persatu para gadis tersebut dengan tatapan membunuh.


Mereka pun langsung terdiam namun dalam hati mereka, mereka sangat menyesal karena tidak bisa menjaga mulut mereka sedangkan ke tiga pemuda tampan tersebut kembali melanjutkan obrolan hingga daddy Nathan datang menemui ke tiga putra kembarnya.


" Daddy lihat para bodyguard menyeret beberapa gadis keluar pesta, ada apa?"tanya daddy Nathan.


" Mereka menghina adik kami dad," jawab Delon

__ADS_1


" Kami memberikan hukuman membuat keluarga mereka bangkrut karena telah berani merendahkan Sela," sambung Jimmy.


" Sudah sepantasnya mereka di hukum seperti itu karena telah berani menghina salah satu anggota keluarga kita," ucap daddy Nathan yang menyetujui tindakan putra kembarnya.


( ' Aku akan menghukumnya jika mereka berulah lagi hingga mereka memohon agar secepatnya ma ti," ucap Lemos dalam hati yang sudah hapal dengan wajah para gadis tersebut ).


Mereka pun mengobrol bersama para rekan bisnisnya hingga lima jam kemudian Sela sangat lelah membuat presdir Axel tidak tega.


" Lelah?" tanya Presdir Axel.


" Iya, kakiku kram," ucap Sela sambil menggenggam lengan suaminya.


" Axel, sepertinya Sela sangat lelah kalian istirahatlah di kamar," ucap mommy Maya.


" Tapi mom, tamu undangan banyak yang datang silih berganti," ucap Sela yang tidak enak hati.


" Biar kami yang mengurusnya, kalian istirahatlah," ucap mommy Maya.


" Baik mom," jawab mereka serempak.


Presdir Axel langsung menggendong Sela membuat Sela mengalungkan ke dua tangannya ke leher Presdir Axel sambil menyembunyikan wajahnya ke dada bidang suaminya.


" Kenapa malu? Kita kan sudah resmi menikah," ucap Presdir Axel


Sela tersenyum dalam hatinya sangat bersyukur suaminya belajar untuk hidup berdamai dengan masa lalunya.


Untuk Presdir Axel sejak kejadian dirinya ingin menembak kening Sela malam harinya dirinya bermimpi bertemu dengan mommynya dan mengatakan untuk menjaga dan melindungi Sela dan keluarga besar Sela.


Terlebih sejak kenal dengan Sela kini tidurnya bisa pulas tidak seperti dulu. Presdir Axel berusaha untuk berdamai dengan masa lalunya dan membina hubungan dengan Sela wanita yang bisa membuat hidupnya lebih berwarna terlebih keluarga besar Sela sangat berbeda dengan keluarga konglomerat yang terkenal dengan angkuh, sombong dan tidak menghargai orang lain terlebih suka menghamburkan uang.


Presdir Axel baru mengetahui ketika keluarga besar istrinya pergi ke panti asuhan untuk memberikan sumbangan dan bermain dengan anak panti asuhan tanpa membeda - bedakan status hanya Dita yang bersikap sombong dan tidak mau dekat dengan mereka. Itulah mengapa mata hati Presdir Axel terbuka danĀ  berusaha untuk hidup lebih baik.


Ceklek


Sela membuka pintu kamar kemudian Presdir Axel mendorong pintu tersebut dengan menggunakan kaki kanannya kemudian masuk ke dalam kamar dan berjalan ke arah ranjang.


Presdir Axel menurunkan tubuh Sela ke arah ranjang dengan perlahan kemudian melepaskan sepasang sepatu kemudian ingin memijatnya membuat Sela menarik ke dua kakinya.


" Kak Axel, apa yang kak Axel lakukan?' tanya Sela


" Memijat kakimu," jawab Presdir Axel

__ADS_1


" Tapi tidak sopan jika kak Axel memijat kakiku," jawab Sela


" Aku yang ingin," jawab Presdir Axel


Presdir Axel memijat menarik salah satu kaki Sela dan memijatnya hingga lima belas menit kemudian Presdir Axel selesai memijatnya.


" Bagaimana? Enak?" tanya Presdir Axel


" Enak, kak Axel pintar banget pijatnya selain aku siapa lagi?" tanya Sela dengan nada cemburu.


" Hanya kamu," jawab Presdir Axel jujur.


Grep


" Terima kasih sayang," jawab Sela sambil bangun dan duduk di ranjang kemudian memeluk Presdir Axel.


" Coba ulangi?" tanya Presdir Axel sambil membalas pelukan Sela.


" Terima kasih," jawab Sela


" Yang terakhir?" tanya Presdir Axel


" Sayang," jawab Sela dengan wajah memerah dengan wajah disembunyikan di dada bidang suaminya.


" Panggi lah seperti itu terus karena aku sangat suka," jawab Presdir Axel


" Mau mandi bersama atau kita melakukan sekarang?" goda Presdir Axel


" Mandi masing - masing," jawab Sela sambil melepaskan pelukannya.


" Sekarang saja sayang setelah itu kita mandi bersama," ucap Presdir Axel sambil menciumi leher Sela.


" Badanku sangat lengket sayang," jawab Sela


Presdir Axel menghentikan ciumannya sedangkan Sela berjalan ke arah kamar mandi kemudian melepaskan segala macam atribut yang menempel di tubuhnya dan juga hiasan kepala namun ketika menarik resleting gaun pengantin ternyata Sela mengalami kesulitan membuat Sela membuka pintu kamar mandi dan melihat suaminya sedang menggunakan celana boxer.


" Sayang, kenapa pakai celana boxer? sejak kapan lepasnya?" tanya Sela dengan mata membulat terlebih melihat tombak sakti milik suaminya sudah menegang.


" Pas sayangku ke kamar mandi aku melepaskan semua pakaianku hingga menyisakan celana boxer ku, ada apa sayang?" tanya Presdir Axel


" Aku tidak bisa menarik resleting gaun pengantin," jawab Sela.

__ADS_1


__ADS_2