
" Dita?? tanya mereka serempak dengan wajah terkejut.
" Maaf maksudku Sela," ucap presdir Axel.
( ' *Bod*h kamu Axel kenapa kamu salah sebut nama," ucap presdir Axel dalam hati meruntuki kebodohannya* ).
" Apakah kamu kenal dan dekat dengan Sela?" tanya daddy Nathan dengan nada curiga.
" Axel baru kenal semalam, maaf dad dan mom kalau memang tidak boleh Axel tidak memaksa," ucap presdir Axel.
" Axel ingin memperkenalkan Sela dengan mommy ku sekalian minta restu karena sebentar lagi Axel menikah dengan Sela," sambung presdir Axel agar dirinya tidak di curigai.
" Kalau itu kami ijinkan kalian pergi," ucap daddy Nathan dan mommy Maya serempak.
Daddy Nathan dan mommy Maya sebenarnya tidak mengijinkannya tapi ketika melihat Presdir Axel memberikan kalung dan cincin peninggalan mommynya Presdir Axel akhirnya mengijinkannya.
Tanpa sepengetahuan mereka Dita mendengar percakapan mereka sambil menahan amarahnya karena Presdir Axel malah mengajak Sela ke makam mommynya Presdir Axel bukan dirinya.
" Tolong jaga putriku," sambung daddy Nathan.
" Baik dad," jawab presdir Axel
( ' *Dasar bod*h percaya pada diriku," ucap Presdir Axel dalam hati* ).
( ' Aku hanya berharap kak Axel melupakan dendamnya,' ucap Sela dalam hatinya memohon adanya keajaiban dari Tuhan ).
Presdir Axel yang melihat Sela mengecup punggung ke dua orang tuanya membuat presdir Axel terpaksa mengikuti apa yang dilakukan oleh Sela kemudian mereka berjalan ke arah garasi mobil di mana banyak terdapat mobil mewah dan beberapa motor sport.
( ' Setelah aku menikah aku akan menguasai seluruh kekayaan istriku hingga istriku menjadi miskin begitu pula dengan keluarganya setelah itu aku akan membunuhnya termasuk membunuh keluarganya agar kelak tidak menjadi batu sandungan ku," ucap presdir Axel dalam hati ).
" Walau aku seorang presdir tapi mobilku kalah jauh dengan harga mobil milik keluargamu, pasti kamu tidak nyaman dengan mobilku," ucap presdir Axel pura - pura merendah karena sebenarnya dirinya juga mempunyai mobil mewah tapi tidak sebanyak milik keluarga Sela.
" Selama aku naik mobil kak Axel pernahkah aku mengeluh?" tanya Sela sambil menatap wajah tampan presdir Axel.
__ADS_1
" Kalau begitu kita naik mobilku," ucap presdir Axel.
" Silahkan," jawab Sela singkat karena dirinya yang tidak mempermasalahkan hal itu.
Presdir Axel berjalan ke arah mobilnya bersama Sela dan mereka masuk ke dalam mobil. Presdir Axel mengendarai mobil dengan kecepatan sedang tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga mereka tiba di pemakaman.
Sela dan Presdir Axel mendatangi ke toko bunga dan membeli buket bunga kemudian Presdir Axel membayarnya mereka berjalan ke area pemakaman hingga mereka sampai di kuburan di mana mommynya Axel terbaring untuk selama - lamanya.
Sela memberikan buket bunga ke Presdir Axel membuat Presdir Axel bingung tapi dirinya hanya diam saja dan menerima buket bunga tersebut.
Sela memanggil petugas yang menjaga kubur kemudian meminta air, sapu lidi dan gunting setelah selesai bicara Sela menarik tanaman liar yang tumbuh di kuburan calon mertuanya dengan menggunakan tangannya membuat Presdir Axel sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Sela.
" Tanganmu sangat mulus nanti tanganmu jadi tidak mulus lagi, tunggulah tukang penjara kuburan datang," ucap Presdir Axel
" Tidak apa - apa," jawab Sela sambil tersenyum.
Presdir Axel ingin mengatakan sesuatu tapi ada orang datang yaitu petugas kubur dengan membawa air dan gunting ketika petugas tersebut ingin melakukan Sela melarangnya.
Sela menggunting tanaman liar setelah selesai Sela membersihkan dengan menggunakan sapu hingga benar - benar bersih kemudian menyiramnya.
" Pak, aku minta tolong setiap hari bersihkan dan siram kuburan calon ibu mertuaku, nanti setiap bulan aku akan memberikan uang ke bapak jika aku melihat kuburannya terawat," ucap Sela dengan nada lembut sambil tersenyum manis.
" Baik nona," jawab petugas kuburan.
" Biar aku saja yang ngasih uangnya," ucap Presdir Axel ketika melihat Sela membuka tasnya.
" Kalau kak Axel mau nambahin tidak apa - apa kok," jawab Sela sambil tetap membuka tasnya.
Presdir Axel memberikan dua lembar warna merah begitupula dengan Sela membuat petugas kubur tersebut sangat bahagia karena tidak biasanya ada orang sebaik dan se royal mereka berdua.
" Ini sangat banyak," ucap petugas kubur tersebut.
" Itu rejeki bapak yang penting mulai besok dan seterusnya tolong dibersihkan dan di rawat ya pak," pinta Sela.
__ADS_1
" Baik nona saya akan merawatnya, saya selalu mendoakan semoga nona dan tuan secepatnya menikah, hidup bahagia dan memiliki anak - anak yang sangat tampan dan sangat cantik seperti tuan dan nona," ucap petugas tersebut mendoakan mereka berdua.
" Amin," jawab Sela dan Presdir Axel serempak
Presdir Axel tanpa sadar mengaminkan doa petugas kubur tersebut padahal dirinya berencana setelah menikah Presdir Axel akan menguasai harta milik istrinya berikut harta keluarga istrinya setelah itu membunuh mereka semuanya.
Petugas kubur tersebut kemudian pamit dan meninggalkan mereka berdua, sepeninggal petugas kuburan Sela duduk di tempat yang kering kemudian mengambil sikap berdoa begitu pula dengan Sela.
Namun entah kenapa presdir Axel ingat akan cerita daddynya bagaimana daddy Nathan menembak kening mommynya membuat Presdir Axel berdiri sambil mengeluarkan pistolnya dari saku jasnya dan diarahkan ke Sela.
Sela yang sudah selesai berdoa mendongakkan kepalanya dan melihat Presdir Axel mengarahkan pistolnya ke kening Sela membuat Sela tersenyum sambil berdiri.
" Aku tahu kak Axel ingin menembak ku karena daddy ku menembak kening mommynya kak Axel, benar bukan?" tanya Sela sambil menatap mata Presdir Axel.
" Darimana kamu tahu?" tanya Presdir Axel dengan wajah terkejut.
" Aku tidak sengaja mendengarnya waktu kak Axel menghubungi seorang wanita," jawab Sela
" Kalau tahu kenapa kamu mau aku ajak pergi?" tanya Presdir Axel
" Karena aku ingin mohon maaf pada mommy kak Axel atas kesalahan daddy ku," Jawab Sela
" Kemarin malam aku pernah cerita kalau seandainya aku tiada tolong jaga keluargaku karena itu tembak lah jika rasa dendam kak Axel bisa berkurang," sambung Sela sambil mengangkat ke dua tangannya ke arah samping tanda dirinya pasrah.
Sela hanya tersenyum tapi air matanya tidak berhenti keluar karena pria yang dicintainya sangat membenci keluarganya dan sekaligus dendam.
" Baguslah jika kamu sudah tahu jadi aku tidak perlu berpura - pura baik padamu, apa permintaan terakhirmu?" tanya Presdir Axel
" Aku hanya bilang kalau aku sangat mencintaimu, jaga dirimu baik - baik dan aku harap akulah wanita terakhir yang kak Axel bu nuh," jawab Sela
Presdir Axel menarik pelatuknya dengan tangan gemetar melihat Sela hanya menatap dirinya kemudian tidak beberapa lama Sela menutup matanya sambil mengeluarkan air matanya dan pasrah jika dirinya ma ti di tangan Presdir Axel.
Terlebih Sela mengatakan jika dirinya sangat mencintainya dan tiba - tiba bayangan mommynya datang di samping Sela dan memandangi Presdir Axel sambil menggelengkan kepalanya tanda mommynya tidak setuju.
__ADS_1
Dor
" Akhhhhhhhhhhh..." teriak Sela ketika mendengar suara tembakkan.