Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Aku juga ingin memakanmu


__ADS_3

" Semoga saja sayang, kalau begitu kita mandi bersama dan satu ronde lagi karena tengah malam kita tidak bisa melakukannya," ucap Nathan.


Nathan menggendong istrinya ala bridal style kemudian berjalan ke arah kamar mandi, merekapun kembali melakukan hubungan suami istri.


Empat puluh lima menit kemudian mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri dan memakai pakaian tidur, Nathan dengan berat hati melihat istri yang dicintainya berjalan keluar dari kamarnya untuk tidur bersama kakak kembarnya.


" Sayang, kok aku masih kangen ya?" tanya Nathan dengan wajah di tekuk ketika Maya memegang gagang pintu.


" Pffftttt... Sayang akukan tidak pergi jauh hanya tinggal di kamar sebelah," jawab Maya sambil menahan tawa dan membalikkan badannya.


" Sayang, kamu tega banget sama aku," ucap Nathan merajuk seperti anak kecil.


Maya berjalan ke arah Nathan kemudian memeluknya dari arah samping karena tidak memungkinkan memeluk dari arah depan mengingat perutnya yang sudah besar.


" Besok pagi - pagi sekali aku akan ke sini jadi suamiku jangan cemberut lagi ya," pinta Maya.


" Benar?" tanya Nathan sambil menatap wajah cantik istrinya,


" Iya sayang nanti pagi - pagi sekali aku akan ke kamar," jawab Maya.

__ADS_1


Cup


" Terima kasih sayang," jawab Nathan dengan wajah tersenyum bahagia kemudian mengecup bibir istrinya.


" Sama - sama sayang, nah gitu dong senyum kan semakin bertambah tampan suamiku." goda Maya sambil mencolek hidung suaminya.


" Istriku semakin lama semakin nakal," ucap Nathan sambil menarik hidung istrinya dengan pelan.


" Nakalnya sama suamiku yang paling tampan," ucap Maya


Nathan tersenyum bahagia mendapatkan cinta yang besar dari istrinya kemudian mereka melepaskan pelukannya, Maya berpamitan dan berjalan ke arah pintu kamar mereka menuju ke arah kamar yang berada di sebelah.


Quenby menaiki tangga satu demi satu menuju ke arah kamarnya setelah sampai di depan pintu dengan perlahan Quenby membuka pintu kamarnya dan melihat suaminya tidak ada di kamarnya hingga dirinya mendengar suara gemericik air.


Tiba - tiba Quenby membayangkan tubuh polos suaminya tanpa sehelai benangpun hal itu membuat Quenby ingin melakukan hubungan suami istri bersama suaminya.


Quenby melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian berjalan ke arah pintu kamar mandi.


Ceklek

__ADS_1


Quenby membuka perlahan pintu kamar mandi dan melihat suaminya sedang membelakangi dirinya yang sedang mandi air dingin untuk menenangkan tombak saktinya yang tadi sempat tegang ketika Fico tiba - tiba mengingat tentang per cinta an dengan istrinya sebelum Quenby menolaknya dengan menggunakan air shower.


Quenby berjalan perlahan ke arah suaminya sedangkan Fico yang pikirannya sedang kusut karena tidak mendapatkan jatah dari istrinya tidak menyadari kedatangan istrinya.


Grep


" Sayang." panggil Quenby sambil tangan kirinya memeluk suaminya sedangkan tangan kanannya memainkan tombak saktinya.


Fico sangat terkejut dengan kedatangan istrinya yang sangat dicintainya terlebih kulit Quenby menempel di kulit Fico membuat Fico melepaskan ke dua tangan Quenby kemudian membalikkan badannya membuat Fico matanya membulat sempurna karena istrinya tidak menggunakan sehelai benangpun.


" Sayang aku ingin..." ucap Quenby menggantungkan kalimatnya dengan wajah memerah.


" Ingin apa?" tanya Fico berpura - pura.


" Lupakan saja, " jawab Quenby merasa malu terhadap Fico karena sering menolak keinginan suaminya untuk melakukan hubungan suami istri.


Grep


Quenby membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Fico tapi Fico tidak mau menyia - nyiakan kesempatan itu karena sejak tadi Fico menahan ha sratnya. Fico berjalan mengikuti Quenby sampai di depan pintu kamar mandi kemudian langsung menggendong Quenby ala bridal style.

__ADS_1


" Aku juga ingin memakan dirimu," bisik Fico.


__ADS_2