Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Remnya tidak berfungsi


__ADS_3

Sela yang tidak kuat mendengarnya langsung mematikan sambungan komunikasi dan tidak berapa dirinya terisak mengeluarkan rasa sesak di hatinya ketika mengetahui kalau selama ini suaminya yang sangat dicintainya ternyata memiliki hubungan dengan kakak angkatnya membuat Sela sangat membenci Presdir Axel dan Dita secara bersamaan.


Sela melanjutkan perjalanan menuju ke arah kantor dengan kecepatan tinggi hingga lima belas menit kemudian Sela sudah sampai di kantor milik suaminya.


Semua pegawai Presdir Axel menunduk hormat terhadap istri bosnya sedangkan Sela hanya tersenyum menutupi luka hatinya sambil berjalan ke arah lift CEO.


( ' Ternyata kamu memintaku untuk berhenti berkerja agar kalian bisa melakukan hal yang sangat menjijikkan, kamu pikir aku seperti orang - orang langsung sedih ketika suaminya selingkuh? kamu salah kak Axel karena setelah ini aku akan menghubungi pengacara untuk mengatur perceraian kita karena aku sangat membenci yang namanya pengkhianat dan kamu kak Dita, aku akan menghubungi daddy untuk menangkap mu karena kamu ternyata sangat jahat sama seperti ibumu yang tidak punya rasa malu,' ucap Sela dalam hati ).


ting


Pintu lift terbuka Sela keluar dari lift dan berjalan ke ruangan suaminya sedangkan sektretaris barunya melarang Sela untuk masuk membuat Sela menatap tajam ke arah sekretaris tersebut.


" Apakah kamu masih ingin berkerja? kalau masih jangan halangi aku," ucap Sela sambil menatapnya dengan tatapan membunuh.


" Maaf nyonya," jawab sekretaris tersebut sambil menahan amarahnya.


Sela tidak menjawab ucapannya dan tetap berjalan hingga di depan pintu Sela membukanya dengan kasar membuat Presdir Axel matanya membulat sempurna dan mendorong Dita yang sedang memeluknya.


Sela hanya bertepuk tangan sambil tertawa walau dalam hatinya sangat hancur melihat suaminya yang sangat dicintainya ternyata berpelukan dengan kakak angkatnya terlebih mereka ternyata berhubungan secara diam - diam tanpa sepengetahuan Sela.


" Pantas saja aku tidak boleh berkerja karena kalian bisa bebas melakukan hal yang sangat menjijikkan," ucap Sela sambil menatap wajah suaminya dengan penuh kecewa.


" Maaf Sela, sebenarnya ini bukan seperti yang kamu lihat dan kamu pikirkan," ucap Presdir Axel.


" Cukup!! Aku lebih percaya apa yang aku lihat dan aku pikirkan. Kak Axel kalau memang kak Axel ingin menikah dengan kak Dita silahkan aku bersedia melepaskan mu dan aku hanya bisa mendoakan semoga kak Axel bahagia," ucap Sela sambil tersenyum dan berjalan mundur.


" Aku tidak..." ucapan Presdir Axel terpotong oleh Sela.


" Aku akan menghubungi pengacaraku untuk bercerai dan mulai sekarang jangan pernah mendekatiku lagi, anggap saja kita tidak kenal.'' ucap Sela sambil melepaskan cincin pernikahannya kemudian di lempar ke arah Presdir Axel.


Selesai mengatakan hal itu Sela membalikkan badannya dan berlari ke arah lift sedangkan Presdir Axel yang ingin mengejar Sela tangannya di tahan oleh Dita.


" Sudah biarkan saja lebih baik Sela tahu tentang hubungan kita," ucap Dita

__ADS_1


Bruk


Presdir Axel mendorong tubuh Dita hingga Dita jatuh ke lantai kemudian melangkahkan ke dua kakinya dengan cepat menuju ke arah lift namun lagi - lagi Dita menahannya dengan di bantu sekretaris Presdir Axel membuat Presdir Axel menatap tajam ke arah sekretarisnya.


" Apa kamu tidak takut di pecat?" tanya Presdir Axel


" Aku tidak takut kak karena tante yang memasukkan aku ke perusahaan kakak," jawab sekretaris tersebut.


Presdir Axel yang sangat kesal mendorong ke dua tubuh Dita dan sekretaris tersebut hingga terjatuh kemudian berjalan ke arah lift khusus karyawan karena lift khusus CEO digunakan oleh Sela kemudian menekan tombol lantai satu untuk menyusul Sela.


POV SELA


Sela masuk ke dalam mobil kemudian kepalanya bersandar di setir kemudi sambil terisak untuk menghilangkan rasa sesak hatinya. Sambil menangis Sela menyalakan mobilnya kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga beberapa saat ponselnya berdering membuat Sela mengambil ponselnya dengan menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya menggunakan stir kemudi.


( ' Hallo.' panggil Sela yang tidak melihat siapa yang menghubungi dirinya )


( ' Sayang, kamu menangis? ada apa?' tanya mommy Maya )


( ' Tidak ada mom hanya suaraku serak karena lagi flu ketularan teman, mommy ada di mana?" tanya Sela berbohong )


( ' Kok remnya tidak berfungsi ya?" tanya daddy Nathan tiba - tiba ).


( ' Bukannya tadi berfungsi dad?" tanya mommy Maya )


( ' Memang benar tapi sekarang tidak berfungsi, mommy pegangan!!"perintah daddy Nathan )


( ' Mommy dan daddy ada di mana sekarang?" tanya Sela dengan nada panik )


( Mommy dan daddy ada di jalan xxxxx," ucap mommy Maya )


Tut                 tut                tut


Sela langsung mematikan sambungan telepon dan membuang asal ponselnya di jok mobil kemudian mengurangi kecepatannya tapi dirinya sangat terkejut karena remnya tidak berfungsi sama seperti mobil milik daddy Nathan.

__ADS_1


" Kalian berdua sangat jahat selain ingin mem bu nuh ku kalian juga ingin membunuh ke dua orang tuaku," ucap Sela dengan nada penuh kecewa dengan suaminya.


" Keputusanku sudah bulat untuk bercerai denganmu," sambung Sela sambil menambah kecepatan mobilnya.


Sela berusaha menghindar agar tidak tertabrak dengan kendaraan lain menuju ke tempat jalan di mana daddy Nathan juga berusaha menghindar agar mobilnya tidak ikut tertabrak dengan kendaraan lain.


" Mommy dan daddy aku akan berusaha agar mommy dan daddy selamat walau aku harus mengorbankan diriku aku rela," ucap Sela.


Singkat cerita kini Sela sudah berada di jalan xxxx membuat Sela menambah kecepatan kendaraan hingga Sela melihat mobil milik daddy Nathan berjalan dengan kecepatan sedang berbeda dengan dirinya yang berkecepatan tinggi hingga dirinya melihat dari arah berlawanan datang truk menuju ke arah mobil milik daddy Nathan.


Sela yang melihat hal tersebut langsung menambah kecepatan mobilnya lagi kemudian berputar arah untuk menghalangi mobil milik daddy Nathan dan menjadikan mobilnya sebagai tamengnya.


Brak


Brak


Truk tersebut menabrak mobil Sela dari samping kanan sedangkan daddy Nathan menabrak mobil Sela dari arah samping, Sela memalingkan wajahnya ke arah mobil daddy Nathan dan melihat daddy Nathan mengeluarkan darah segar dari kepalanya kemudian menatap mommy Maya yang sudah tidak sadarkan diri.


Setelah melihat ke dua orang tuanya tidak berapa lama pandangan Sela mulai menggelap dan dirinya tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya karena banyaknya darah yang keluar dari kepala, hidung, mulut, tubuh dan dari sela - sela pahanya.


POV Daddy Nathan


Daddy Nathan menatap istrinya yang tidak sadarkan diri kemudian menatap ke arah depan melihat mobil milik Presdir Axel di mana Sela menatapnya sebentar sambil tersenyum kemudian tidak sadarkan diri. Daddy Nathan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Delon putra pertamanya dan sambungan pertama langsung di angkat.


( ' Ada apa dad?" tanya Delon karena tidak biasanya daddy Nathan menghubungi dirinya kecuali hal mendesak )


( ' Mobil daddy dan mobil Sela mengalami kecelakaan, mommy dan Sela tidak sadarkan diri,' ucap daddy Nathan )


( ' Apa?? daddy di mana?' tanya Delon sambil berdiri dari kursi kebesarannya )


Hening


Hening

__ADS_1


( ' Hallo daddy.... daddy... Hallo... Daddy..." panggil Delon dengan wajah panik dan tanpa sadar air matanya keluar )


__ADS_2