
" Maaf aku terpaksa karena mobil yang di depan mendadak berhenti." Ucap Robert sambil menunjukkan ke arah depan.
Quenby dan Cantika menatap ke arah depan dan melihat ada mobil yang di depan tidak jauh dari mobilnya sedangkan Robert menatap ke arah belakang lewat spion mobil.
" Mobil yang di depan keluar 8 orang." Ucap Quenby sambil mengambil benda seukuran telapak tangan yang di ambil dari dalam tasnya yang selalu dibawanya.
" Iya, mereka para penjahat karena membawa senjata tajam." Sambung Cantika sambil mengambil benda seukuran telapak tangan yang di ambil dari dalam tasnya yang selalu dibawanya sama seperti Quenby kakak kembarnya.
" Mobil yang di belakang juga mereka membawa senjata tajam." Sambung Robert sambil membuka dasboard mobil dan mengambil benda seukuran telapak tangan.
" Kita keluar saja." Usul Quenby.
" Tidak lebih baik kita menunggu di dalam mobil apalagi mobil ini anti benturan sambil menunggu bala bantuan." Ucap Robert yang kuatir dengan istri dan kakak iparnya yang harus dilindungi.
" Mobil ini tidak selamanya menahan benturan dan apalagi lihat di samping kita juga ada mobil berhenti." Ucap Quenby
" Semua total ada dua puluh empat orang." Sambung Cantika.
" Kita lawan saja dari pada mereka mengepung mobil kita dan kita tidak bisa keluar dari mobil." Ucap Quenby.
" Walau kita bisa bela diri tapi tiga lawan dua puluh empat apakah bisa?" Tanya Cantika
" Lebih baik kita diam di dalam mobil sambil menunggu bantuan dan jika tidak memungkinkan kita baru keluar dari mobil." Ucap Robert.
" Baiklah." Jawab Quenby dan Cantika serempak.
Tidak berapa lama mobil mereka di pukul - pukul dengan menggunakan senjata tumpul baik pintu mobil maupun kaca mobil, di tempat yang sama sepasang kekasih hendak melewati tempat tersebut membuat pemuda tampan itu menghentikan mobilnya yang tidak begitu jauh dari lokasi kejadian.
" Mobil itu di kepung dari sisi belakang, depan dan samping kanan." Ucap gadis itu.
" Orang yang di dalam mobil dalam bahaya aku akan menolongnya, kamu pulanglah dengan mengendarai mobil ini." Ucap pemuda tampan tersebut sambil membuka dasboard mobil dan mengambil benda seukuran telapak tangan.
" Tapi kak Yohanes... Ucapan gadis tersebut terpotong oleh Yohanes.
Ya, sepasang kekasih itu adalah Yohanes saudara kembar Quenby dan Cantika yang dalam keadaan bahaya, Yohanes bersama kekasihnya yang bernama Aurora habis pulang dari rumah orang tua Aurora. Mereka berencana ingin menemui paman dan bibi Aurora namun di tengah jalan mereka melihat ada mobil di cegat 3 mobil membuat Yohanes menghentikan mobilnya.
__ADS_1
" Mereka banyak dan aku tidak ingin kamu terluka, pergilah." Ucap Yohanes sambil turun dari mobil dan mulai menekan tua
Benda yang seukuran telapak tangan kini berubah menjadi tongkat, Yohanes berjalan ke arah mereka sedangkan Aurora yang tidak ingin kekasihnya terluka karena musuhnya sangat banyak membuat Aurora membuka tas dan mengambil benda seukuran telapak tangan yang di ambil dari dalam tasnya yang selalu dibawanya. Benda itu diberikan oleh daddy Thomas untuk berjaga - jaga seperti saat ini, semua anggota keluarga masing - masing mempunyai benda tersebut baik anak - anak daddy Thomas dengan mommy Gloria juga para menantu mereka.
Aurora ikut keluar menyusul calon suaminya hingga matanya membulat sempurna karena mobil yang akan di serang oleh mereka adalah mobil milik keluarga calon suaminya membuat Aurora mempercepat langkahnya sambil menarik tuas agar berubah bentuk menjadi tongkat. Aurora melihat calon suaminya sedang berkelahi hingga mata elangnya melihat ada dua pria hendak mencelakai calon suaminya membuat Aurora memukul mereka secara bergantian.
Bugh
Bugh
Aurora memukul masing - masing ke dua punggung pria hingga terjatuh ke jalan raya hal itu membuat Yohanes, Robert, Quenby dan Cantika memalingkan wajahnya sebentar kemudian melanjutkan memukul mereka, bantuan Aurora sangat berarti buat Yohanes, Robert, Quenby dan Cantika.
Mereka berlima menyerang para penjahat dan ada beberapa yang terkapar ke jalan raya akibat pukulan tongkat Robert, Yohanes, Quenby, Aurora dan Cantika namun karena banyaknya musuh membuat mereka terdesak. Di saat kritis dua belas motor sport menghentikan motornya kemudian masing - masing menekan tuasnya sehingga membentuk tongkat.
Mereka langsung menyerang tanpa ampun membuat para penjahat kalah telak bersamaan kedatangan dua mobil satu mobil biasa dan satunya mobil box.
" Masukkan mereka ke dalam box tapi sebelum mereka dimasukkan borgol tangan mereka." Perintah Aleandro
" Empat orang di sini dan sisanya pergi ke markas." Perintah Nathan
" Baik tuan." Jawab mereka serempak.
Delapan anak buah Aleandro dan Nathan memborgol tangan mereka kemudian membawa mereka ke dalam mobil box satu persatu hingga semuanya sudah masuk ke dalam mobil box dan langsung di bawa ke markas dengan diikuti oleh mobil satunya dan sepuluh motor.
" Kak Aleandro, kak Maximus, kak Nathan dan kak Aska pakai motor sport?" Tanya Robert.
" Iya benar, biar cepat sampai sekalian membawa anak buahku dan anak buah Nathan." Jawab Aleandro
" Mobilnya rusak lebih baik kita pakai mobil itu saja." Usul Aleandro.
" Ok." Jawab mereka serempak.
" Kalian berempat ikuti mobil kami dengan menggunakan motor kami." Ucap Maximus
__ADS_1
" Baik tuan." Jawab mereka patuh.
" Siapa yang mengendarai mobil?" Tanya Aleandro.
" Yang paling kecil." Ucap Yohanes usil.
" Di sini yang paling kecil berarti.." Ucap Aleandro menggantungkan kalimatnya sambil menatap ke arah Robert dengan diikuti yang lainnya.
" Aish mentang - mentang aku menikah dengan adik kalian yang bungsu jadi aku yang di suruh nyetir." Ucap Robert sambil mendengus kesal.
" Jadi tidak rela menikah denganku?" Tanya Cantika dengan wajah di tekuk.
" Ngga sayang hanya saja aku kesel dengan kakak - kakak ipar." Ucap Robert.
" Sudah... sudah aku lelah mau tidur biar aku saja yang nyetir." Ucap Quenby yang enggan berdebat.
" Jangan." Ucap mereka serempak.
" Memang kenapa?" Tanya Quenby dengan nada bingung.
" Tidak apa-apa, ya sudah biar aku saja yang nyetir." Ucap Robert mengalihkan pembicaraan.
" Tidak, kamu pasti lelah biar aku saja." Ucap Maximus
" Ok." Jawab Robert
Akhirnya mereka masuk ke dalam mobil milik penjahat karena mobil milik Robert telah rusak oleh para penjahat yang memukul mobilnya bertubi - tubi. Maximus duduk di kursi pengemudi dengan kecepatan sedang sedangkan Aleandro duduk di samping pengemudi sambil berfikir siapa dalang di balik penyerangan.
" Kak Aleandro kenapa melamun?" Tanya Nathan karena sejak tadi Aleandro hanya diam dan pikirannya jauh melayang dari kaca spion mobil.
" Kakak hanya berfikir siapa mereka? dan kenapa mencelakai Robert, Quenby dan Cantika?" Tanya Aleandro sambil menatap ke arah jalan raya.
" Robert apakah kamu mempunyai musuh?" Tanya Yohanes kepo.
" Sepertinya tidak ada." Jawab Robert sambil berfikir.
__ADS_1
" Kalau kak Quenby?" Tanya Yohanes.