Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sela dan Seli 2


__ADS_3

Grep


"Ssttt...jangan menangis kak, aku tidak sanggup melihat kakak menangis." ucap Seli sambil memeluk kakak kembarnya.


'' Kakak hiks... hiks.. hiks .... sudah kotor,'' ucap Sela masih terisak sambil membalas pelukan adik kembarnya.


'' Sstttttt... Kakak tidak kotor,'' jawab Seli sambil menepuk - nepuk punggung Sela.


"Kita pergi dari sini," ucap Sela setelah lama menangis.


'' Baik kak,'' jawab Seli


Seli melepaskan pelukannya begitu pula dengan Sela kemudian Sela berusaha bangun sambil menahan rasa perih pada bagian privasinya. Seli yang melihat kakak kembarnya kesulitan bangun membuat Seli membantu kakaknya untuk berdiri dan melangkahkan kaki.


Sela dan Seli berjalan hingga mereka berhadapan dengan Presdir Axel, Sela menatap ke arah presdir Axel dengan tatapan sendu.


" Presdir Axel aku tidak akan menuntut untuk bertanggung jawab atas kejadian ini karena bagaimanapun ini bukan salah Presdir Axel," Ucap Sela


" Mulai sekarang aku berhenti berkerja dan untuk masalah denda karena aku berhenti berkerja Presdir Axel tenang saja karena aku akan membayarnya dengan uang tabunganku," ucap Sela sambil tersenyum walau hatinya ingin menjerit.


" Kalian kembar?"tanya Presdir Axel dengan wajah terkejut tanpa memperdulikan ucapan Sela.


"Benar kami kembar," jawab Sela dan Seli serempak.


"Orang yang waktu itu di lihat Presdir Axel adalah Seli bersama Presdir Albert," sambung Sela.


"Pantas saja waktu itu Presdir Axel menanyakan aku tentang hubunganku dengan Sela karena yang aku tahu namanya Seli. Kini aku tahu tentang kalian ternyata kalian berdua sangat mirip dan sulit dibedakan kecuali kalau memakai pakaian berbeda bisa membedakan," ucap Presdir Albert.


"Hanya keluargaku yang tahu perbedaan kami," ucap Seli.


"Kita pulang, aku sangat lelah," ucap Sela sambil melangkahkan kaki ke dua kakinya.


"Apakah adik tidak ingin meminta pertanggungjawaban?" tanya Lemos


"Tidak usah kak, karena bagaimana pun aku juga salah karena memintanya untuk melakukannya," jawab Sela.


"Tapi aku mau bertanggung jawab untuk menikahi Sela," ucap Presdir Axel.


"Kalau mau bertanggung jawab ikut kami untuk menemui keluargaku," ucap Delon.


"Baik," jawab Presdir Axel singkat


"Tapi sebelum pergi aku ingin mengganti pakaian dulu," ucap Presdir Axel sambil berjalan ke arah lemari.

__ADS_1


" Silahkan," jawab mereka serempak


"Kita menunggu di luar saja," ucap Delon


"Oke," jawab mereka serempak.


Mereka pun berjalan ke arah pintu dan meninggalkan Presdir Axel sendirian di kamar tersebut sedangkan Presdir Axel hanya tersenyum devil.


" Paman Nathan tunggulah pembalasanku, aku akan menyakiti dua putrimu Sela dan Seli," ucap Presdir Axel sambil tersenyum menyeringai.


"Aku harus membuang perasaan suka ku walau sangat sulit tapi aku harus bisa melakukannya," ucap Presdir Axel.


Presdir Axel mengambil pakaian formal karena dirinya akan bertemu dengan musuh orang tuanya sekaligus calon mertuanya hingga dua belas menit kemudian Presdir Axel sudah selesai memakai jas formalnya.


Presdir Axel berjalan keluar kamar dan melihat mereka sedang bersama setelah melihat Presdir Axel datang mereka berjalan ke arah pintu lift kemudian Lemos menekan tombol lantai satu.


Di dalam lift tidak ada yang berbicara semua diam seribu bahasa begitu pula ketika pintu lift terbuka dan berjalan ke arah parkiran mobil tetap diam mereka semua sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Albert, kamu pulanglah sudah larut malam," ucap Delon ketika sudah sampai di parkiran mobil.


"Tidak apa - apa kak, aku akan mengantar Seli sampai ke rumah,"ucap Presdir Albert.


"Oke," jawab Delon singkat.


"Biar Sela bareng aku kak," ucap Presdir Axel .


"Bagaimana Sel?"tanya delon


"Ikut Presdir Axel kak," jawab Sela.


" Axel, kakak percayakan Sela padamu dan tolong jaga adik kesayangan kami," pinta Delon


"Baik kak," jawab Presdir Axel


( ' Mengapa kamu sangat percaya padaku? Apakah kamu tidak takut jika aku adalah seorang penjahat dan bisa saja adik kesayanganmu aku sengaja buat terluka." ucap Presdir Axel dalam hati ).


Delon, Jimmy dan Lemos satu mobil, Presdir Axel bersama Sela sedang kan Presdir Albert bersama Seli. Presdir Axel mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik Nathan.


"Aku ada tiga pertanyaan dan kamu jawab dengan jujur, pertanyaan pertama jika ada musuh dan memintamu untuk memilih kamu yang hidup atau seluruh keluargamu ma ti, mana yang kamu pilih?"tanya Presdir Axel setelah lama mereka terdiam.


"Jika terjadi aku akan memilih keluargaku yang hidup dan aku yang ma ti," jawab Sela tanpa banyak berfikir.


"Bagaimana denganku?"tanya Presdir Axel

__ADS_1


"Maksudnya?"tanya Sela sambil memiringkan tubuhnya ke arah samping agar bisa menatap wajah tampan Presdir Axel.


"Sebentar lagi kita akan menikah jika kamu mati bagaimana denganku?"tanya Presdir Axel


"Presdir Axel bisa mencari wanita yang lebih baik dariku," ucap Sela sambil tersenyum.


"Pertanyaan ke dua jika seandainya musuh datang dan musuh itu memiliki satu peluru dan musuh itu memintamu untuk memilih aku yang di tembak atau kamu, mana yang akan kamu pilih?"tanya Presdir Axel.


"Jika itu terjadi maka aku akan memilih diriku sendiri yang di tembak," jawab Sela sambil tersenyum walaupun dalam hatinya dirinya tahu kalau Axel ada sesuatu yang di sembunyikan darinya dan Sela ingin mengetahui apa yang disembunyikan oleh Presdir Axel .


"Pertanyaan ke tiga sekaligus pertanyaan terakhir kalau kamu di suruh memilih mana yang kamu pilih adikmu yang terluka atau kamu yang terluka sekaligus di siksa habis - habisan?"tanya Presdir Axel.


"Aku akan memilih diriku yang terluka," jawab Sela.


"Mengapa kamu memilih terluka dari pada aku ataupun keluargamu?"tanya Presdir Axel dengan wajah bingung karena biasanya orang memikirkan dirinya sendiri.


"Karena aku tidak bisa melihat orang yang aku cintai terluka, aku rela melakukan apapun asalkan orang - orang yang aku sayangi hidup walau nyawa menjadi taruhan ku," jawab Sela.


Presdir Axel diam mendengarkan ucapan Sela namun hanya dalam hati kecilnya bimbang antara membalaskan dendam atau melupakan semuanya karena dirinya sangat mencintai Sela.


"Apakah Presdir Axel mencintaiku?"tanya Sela sambil menatap wajah tampan Presdir Axel.


"Kenapa kamu menanyakan itu?"tanya Presdir Axel yang enggan mengakui perasaannya.


"Karena aku ingin menikah dengan orang yang tulus mencintaiku jadi jika Presdir Axel tidak mencintaiku aku tidak akan meminta pertanggung jawaban karena kejadian ini bukan salah Presdir Axel," jawab Sela.


"Bagaimana jika kamu hamil?"tanya Presdir Axel tanpa menjawab ucapan Sela.


"Jika kamu hamil aku akan merawatnya," jawab Sela.


"Apa kamu tidak malu merawat anak seorang diri tanpa kehadiran seorang suami?"tanya Presdir Axel.


"Aku akan tinggal di luar negri," jawab Sela


Presdir Axel diam sedangkan Sela ikut terdiam sambil mengambil posisi ke arah depan. Sela hanya menatap ke arah samping melihat jalan raya lewat kaca mobil sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


Singkat cerita kini mereka berada di kediaman daddy Nathan dan mereka kini berkumpul di ruang keluarga di mana daddy Nathan, mommy Maya, Delon, Jimmy dan Lemos sudah menunggu mereka.


Presdir Axel menatap wajah daddy Nathan dengan penuh kebencian tapi dirinya sangat pandai menutupinya namun dalam hatinya ingin membalas dendam kepada putrinya yang bernama Sela dan juga putri bungsunya yang bernama Seli.


Grep


"Mommy hiks...hiks...maafkan Sela, Sela telah membuat malu keluarga." ucap sela sambil terisak dan memeluk mommy Maya.

__ADS_1


"Sstttttt... Ini bukan salahmu," ucap mommy Maya sambil membalas pelukan Sela.


__ADS_2