Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Frustasi


__ADS_3

" Sudah - sudah waktunya kita makan malam." Ucap mommy Gloria sambil berjalan ke arah meja makan.


" Baik mom." Jawab mereka serempak


Merekapun mengikuti mommy Gloria dan daddy Thomas ke arah meja makan. Mereka duduk di meja makan dan seperti biasa para istri mengambil makanan untuk para suaminya kecuali Quenby karena Quenby belum menikah.


" Lho Yohanes mana?" Tanya mommy Gloria melihat putranya tidak ada.


" Sebentar lagi juga turun mom." Ucap Aleandro


" Biasa mom, lagi terima telepon dari kekasihnya." Ucap Nathan


" Kekasih? Siapa?" Tanya mommy Gloria.


" Sahabatku mom, Aurora." Jawab Maya


" Aurora ... " Menjeda kalimatnya. " Oh ya Aurora gadis yang waktu kalian menikah dia datang. Gadis itu sangat sopan dan baik mommy dan daddy mengenal keluarganya." Ucap mommy Gloria.


" Benar mom." Jawab Maya.


" Kalau mereka cocok dan saling mencintai mommy akan menyuruh Yohanes untuk menikah." Ucap mommy Gloria penuh semangat.


" Yohanes menikah dengan siapa mom?" Tanya Yohanes tiba-tiba datang dan duduk bersebelahan dengan kakaknya yang bernama Quenby.


" Aurora, kapan kamu mengenalkan Aurora pada kami?" Tanya mommy Gloria.


" Kami baru jadian mom dan baru mengenal satu sama lain nanti kalau memang kami masing-masing sudah yakin dan berjodoh Yohanes akan mengenalkannya pada keluarga." Ucap Yohanes.


" Baiklah mommy tunggu." Ucap mommy Gloria.


" Sekarang kita makan dulu sebelum makanannya dingin." Ucap daddy Thomas.


" Baik dad." Jawab mereka serempak.


Salah satu dari mereka memimpin doa setelah selesai mereka makan bersama tanpa ada yang bicara sedikitpun.


xxxxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda seorang pria paruh baya di kejar - kejar oleh enam orang berbadan besar di sebuah jalanan yang sangat sepi hingga akhirnya pria paruh baya itupun tertangkap.


" Hei pria tua, kemana pun kamu berlari kami bisa menangkap mu." Ucap salah satu pria berbadan besar.


" Hutangmu sudah menumpuk kapan kamu membayarnya hah!!!" Bentak pria ke dua.


" Ampun... Ampun... aku tidak ada uang untuk membayar." Ucap pria paruh baya tersebut dengan tubuh gemetaran menahan rasa takut teramat sangat.

__ADS_1


" Tidak ada ampunan buatmu, lebih baik kita pukul saja dia." Ucap pria ke tiga.


" Baik." Jawab mereka serempak


Ke enam pria itupun memukul tanpa ampun hingga setengah jam kemudian pria paruh baya itupun menghembuskan nafas terakhirnya. Setelah tidak bergerak lagi ke enam pria berbadan besar itupun pergi meninggalkan pria paruh baya itu. Ternyata mereka adalah orang suruhan rentenir karena pria paruh baya itu sudah lama tidak membayar hutang plus bunganya.


Tidak jauh dari tempat itu Kevin berjalan dengan langkah lesu karena memikirkan ke dua adiknya dan ibunya.


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


" Hiks... hiks ... kak Kevin." Ucap Rena adiknya nomer dua sambil terisak.


" Ada apa dek?" Tanya Kevin dengan nada lembut.


" Kak Kevin, aku... aku hamil kak." Ucap Rena dengan wajah pucat dan ketakutan.


" Hiks... hiks... Aku juga hamil kak, kekasihku tidak mau bertanggung jawab." Ucap Rina sambil terisak.


duar


duar


Bagai petir di siang bolong mendengar pengakuan ke dua adiknya membuat Kevin hanya diam tubuhnya seakan membatu hingga terdengar suara menggelegar di ruangan keluarga yang sempit itu.


Semenjak Kevin bercerai dengan Maya kehidupannya langsung turun drastis. Perusahaan di mana dirinya berkerja mengalami kebangkrutan dan Kevin tidak sanggup membayar cicilan rumah mewah yang di beli patungan berdua dengan mantan istrinya sehingga Kevin terpaksa menjualnya untuk keperluan sehari-hari dan membeli rumah sederhana.


Kini tinggal dua motor, motor yang pertama di pakai oleh Kevin untuk ngojek sedangkan satunya lagi digunakan oleh Rena dan Rina untuk berangkat ke sekolah.


" Apa!! Kalian hamil??" Teriak ibunya.


" Sstttt jangan teriak-teriak." Ucap Kevin


" Bagaimana ibu tidak teriak melihat ke dua putri ibu hamil sebelum menikah. Kalian hamil sama siapa hah!!!" Bentak ibunya.


" Aku sama pria paruh baya Bu." Ucap Rena


plak


" Kenapa kamu lakukan itu hah!!!" Bentak ibunya sambil menampar putrinya.


" Cukup!!" Bentak Kevin sambil menarik ke dua adiknya ke arah belakang punggungnya.


" Ibu tahu kenapa Rena melakukan ini? Ini semua gara-gara ibu yang hobinya berfoya-foya." Ucap Kevin dengan nada ketus.


" Kenapa kamu menyalahkan ibu terus?" Tanya ibunya dengan suara tidak kalah keras

__ADS_1


" Gara-gara ibu, Rena terpaksa melakukannya agar bisa membayar biaya perawatan Rina waktu Rina mengalami kecelakaan waktu itu. Uang gaji Reno ibu pakai buat foya-foya padahal buat bayar cicilan motor dan bisa dipakai buat bayar uang DP Rina. Ibu pikir kalau ibu bisa lebih berhemat dan mencari pekerjaan hal ini tidak akan terjadi." Ucap Kevin sambil menunjuk keningnya dengan menggunakan jari telunjuk kanannya.


" Ini semua salah Maya keluarga kita menjadi berantakan seperti ini." Ucap ibunya yang tidak mau disalahkan.


" Maya tidak salah justru kita semua yang salah." Ucap Kevin dengan nada tegas.


" Kenapa kamu membela wanita murahan itu?" Tanya ibunya dengan nada sinis.


" Sekarang Kevin ingin tanya jika posisi Maya di ganti oleh ibu atau Rena atau Rina bagaimana perasaan kalian? diperlakukan seperti pelayan tanpa banyak protes padahal Maya banyak berkorban membiayai kita semua." Ucap Kevin.


" Itukan tugas seorang istri kenapa Maya protes?" Tanya ibunya tanpa punya rasa bersalah sedikitpun.


" Kalau begitu ibu sebagai seorang istri seharusnya bertanggung jawab mengurus keluarga. Kenapa ibu tidak melakukannya?" Tanya Kevin


" Akhhhhhhhh.. Cape bicara denganmu." Ucap ibunya yang merasa dirinya adalah benar.


" Rena dan Rina kalian harus menggugurkan kandungannya, ikut ibu sekarang." Ucap ibunya dengan nada dingin.


" Bagaimana ini kak?" Tanya ke dua adiknya serempak.


" Kakak pikir lebih baik gugurkan saja karena kalian masih sekolah." Ucap Kevin.


" Baik kak." Jawab Rena dan Rina serempak.


" Tapi kakak ikut kami ya?" Pinta Rina.


" Iya kakak akan temani kalian." Ucap Kevin.


Akhirnya mereka pergi ke tempat dokter yang mau melakukan abor*i. Setelah tiga jam kemudian Rena dan Rina sudah selesai menggugurkan kandungannya dan mereka pulang ke rumah.


" Ibu bosan mau pergi." Ucap ibunya


Ke tiganya anaknya hanya menganggukkan kepalanya tanpa banyak bicara sedikitpun. Ibunya pergi namun baru saja keluar dari rumahnya dirinya mendapatkan cibiran dari tetangga membuatnya marah dan merekapun berkelahi hingga ibunya mendorong tetangganya hingga kepalanya terkena batu.


Ibunya langsung di tangkap oleh tetangga dan dilaporkan ke polisi. Kevin dan ke dua adiknya keluar rumah dan mendapatkan cemoohan dari para tetangga membuat ke dua adiknya hanya bisa menangis membuat Kevin menarik ke dua adiknya ke rumahnya.


Kevin yang tidak tega melihat ke dua adiknya bersedih akhirnya memutuskan untuk pindah rumah yang tidak mengenal mereka sedangkan ibunya yang memiliki sifat egois dan tidak mempunyai rasa bersalah sedikitpun masuk penjara.


Penderitaan di penjara karena sering mendapatkan perlakuan kejam dari para napi wanita membuat ibunya menjadi stres dan menjadi gila. Akhirnya polisi memindahkan ke rumah sakit jiwa.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


Kevin yang stres berjalan entah kemana hingga dirinya melihat pria paruh baya terlentang di pinggir jalan. Kevin penasaran dan berjalan ke arah pria paruh baya itu matanya langsung membulat sempurna ketika melihat siapa pria paruh baya itu.


" Ayah?" Panggil Kevin sambil mengecek kondisi ayahnya.

__ADS_1


" Akhhhhhhhh... Kenapa jadi begini ayahku meninggal, ibuku masuk rumah sakit jiwa dan ke dua adikku hamil di luar nikah dan terpaksa digugurkan!!!" Teriak Kevin dengan nada frustasi.


__ADS_2