
Fico langsung turun dari ranjang kemudian memakai pakaiannya setelah selesai Fico menghubungi Katarina karena Fico tidak enak hati jika dirinya menghubungi dokter Kasandra. Fico melihat perban yang menutupi perut istrinya terkena noda darah membuat Fico merasa bersalah karena tidak bisa menahan hasratnya.
" Maafkan aku sayang, aku berharap kamu baik - baik saja," ucap Fico sambil menggenggam tangan Quenby.
" Kalau luka tembak masih sakit kenapa kamu mesti menahannya? Kenapa kamu menahan lukamu agar bisa memenuhi kewajiban mu sebagai seorang istri?" tanya Fico merasa bersalah.
Tanpa sadar Fico dan Nathan mengeluarkan air mata, mereka berdua sangat menyesal karena tidak bisa menahan ha sratnya yang tinggi dan mereka berjanji untuk bisa menahan ha sratnya.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan dokter Kasandra dan Katarina yang sudah tertidur dengan pulas terpaksa membuka matanya karena ponsel mereka berdering. Dokter Kasandra dan Katarina mengambil ponselnya yang diletakkan di meja dekat ranjang kemudian menggeser tombol berwarna hijau.
" Hallo," panggil dokter Kasandra
" Kasandra, Maya pingsan bawa peralatan tas dokter," perintah Nathan
tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Nathan tanpa menunggu jawaban adik kembarnya membuat dokter Kasandra mendecak kesal.
" Aish nyebelin, pasti kakak melakukan itu sama kak Maya. Sudah tahu kak Maya terkena luka tembak masih saja melakukan hubungan suami istri. Kenapa sih tidak bisa menahan ha sratnya," omel dokter Kasandra sambil turun dari ranjang.
Grep
" Sayangku kenapa malam ngomel - ngomel? Nanti cantiknya hilang lho." ucap Aska sambil memainkan salah satu gunung himalaya milik istrinya.
" Sayang, di sini ada kak Aleandro," ucap dokter Kasandra sambil menarik tangan nakal suaminya.
" Sayang tidak lihat kak Aleandro juga melakukan hal yang sama dengan kak Cantika." ucap Aska usil.
" Hey Aska, kamu mau aku pecat jadi adik ipar?" tanya Aleandro sambil matanya mendelik karena dirinya baru tertidur sambil memeluk istrinya dan tidak melakukan apa-apa.
" Jangan kak, aku cinta mati sama istriku," ucap Aska sambil cengar-cengir kuda.
Awalnya Aleandro meminta adik kembarnya yang bernama dokter Kasandra untuk istirahat di kamarnya tapi karena memikirkan kondisi ke dua orang tuanya membuat dokter Kasandra bersikeras untuk menjaganya dan Aleandro hanya bisa pasrah dengan membiarkan adik kembarnya menjaga ke dua orang tuanya.
" Sudah jangan ribut aku pergi dulu mau melihat keadaan kak Maya," ucap dokter Kasandra.
__ADS_1
" Ok," jawab mereka serempak
" Lho Katarina mau kemana?" tanya dokter Kasandra yang juga bersiap pergi sambil membawa tas dokter.
" Paman Fico barusan telepon kalau tante Quenby pingsan dan di suruh membawa tas dokter," ucap Katarina.
" Tidak kak Fico dan kak Nathan sama saja, ayo kita pergi ke lantai dua," ucap dokter Kasandra sambil menggerutu.
" Ok," jawab Katarina singkat.
" Sayang, jangan ngomel terus nanti cantiknya berkurang,'' ucap Aska mengulangi perkataannya.
" Biarin berkurang, cantiknya." ucap dokter Kasandra dengan wajah di tekuk.
Dokter Kasandra dan Katarina keluar dari ruangan tersebut meninggalkan mereka sedangkan Aska hanya bisa menggelengkan kepalanya dirinya tidak marah karena Aska mengerti kalau istrinya sedang kedatangan tamu bulanannya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Setiap wanita tidak sama dalam merasakan efek dari hormon estrogen. Beberapa bisa lebih sensitif terhadap perubahan kadar hormon ini ketika menstruasi. Inilah yang membuat wanita lebih sensitif saat menstruasi dan terlihat sangat mudah mengalami perubahan suasana hati.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya dokter Kasandra sambil mengecek kondisi Maya kakak iparnya.
" Setelah kami selesai melakukan hubungan suami istri tiba - tiba istriku sudah tidak sadarkan diri," ucap Nathan.
bugh
" Kakak sudah tahu kak Maya belum sembuh dari luka tembak, kenapa melakukan hubungan suami istri?" tanya dokter dokter Kasandra sambil memukul bahu kakak kembarnya.
" Awalnya kakak sudah tanya tapi kakak iparmu bilang tidak apa - apa, ya sudah kami melakukan hubungan suami istri," ucap Nathan.
" Kakak kan tahu sifat kak Maya, kak Maya itu orangnya tidak pernah menolak apa yang kita minta dan bersedia melakukan apapun demi keluarganya maupun keluarga kita tanpa pernah mengeluh sedikitpun." ucap dokter Kasandra sambil merapikan jahitan yang sedikit terbuka kemudian mengganti perban yang sudah berubah warna menjadi warna merah yang berasal dari darah Maya.
" Apalagi kak Maya sedang hamil, kak Nathan tahan dulu sampai janinnya kuat," sambung dokter Kasandra
__ADS_1
" Iya kakak memang salah yang tidak bisa menahan has srat kakak yang tinggi, kakak berjanji untuk menahannya karena kakak tidak ingin terjadi sesuatu dengan Maya dan anak kembar kami," ucap Nathan berjanji pada dirinya sendiri.
" Maaf ya kak, kalau adikmu ini marah sama kakak," ucap dokter Kasandra.
" Tidak apa - apa dek, kakak mengerti dan terima kasih sudah menasehati kakak." ucap Nathan sambil mengacak rambut adik kembarnya.
" Aish kakak, rambutku berantakan tahu," ucap dokter Kasandra sambil merapikan rambutnya.
Nathan hanya tersenyum dan tidak berapa lama Maya perlahan membuka matanya sambil memijat kepalanya yang masih terasa pusing kemudian menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum.
" Aku dimana?" tanya Maya
" Kita di kamar sayang," jawab Nathan kemudian membalas senyuman Maya.
" Apa yang terjadi? Kenapa ada Kasandra?" tanya Maya
" Kakak pingsan karena itulah aku datang ke kamar kakak," jawab dokter Kasandra sambil tersenyum.
" Maaf mengganggu istirahatmu," ucap Maya karena melihat jam menunjukkan angka 11 malam.
" Aku tidak merasa terganggu kak, santai saja." jawab dokter Kasandra sambil merapikan peralatan dokter.
" Kalau begitu aku keluar kamar untuk istirahat," sambung dokter Kasandra sambil berdiri.
" Terima kasih," jawab Maya.
" Sama - sama kak," jawab dokter Kasandra.
Dokter Kasandra berjalan ke arah pintu kamar meninggalkan mereka berdua sedangkan Nathan dengan perlahan berbaring di ranjang sambil menatap wajah cantik istrinya.
" Maafkan aku, gara - gara aku tidak bisa menahan has sratku, lukamu terbuka dan di jahit lagi." ucap Nathan sambil membelai pipi mulus Maya.
" Tidak apa - apa sayang," jawab Maya sambil tersenyum
" Sayang," panggil Nathan.
__ADS_1
" Ya," jawab Maya singkat