Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Minta maaf kenapa?


__ADS_3

Setengah jam kemudian Presdir Axel mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya bersamaan tombak sakti miliknya mengeluarkan semburan dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim Sela.


Cup


"Maaf aku masukkan karena aku ingin kamu hamil anakku," ucap Presdir Axel kemudian mengecup bibir Sela dengan lembut.


Setelah beberapa saat Presdir Axel menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping Sela dan memeluknya sedangkan Sela meletakkan di dada bidang Presdir Axel sambil membalas pelukan Presdir Axel.


"I Love You," ucap Presdir Axel dengan lembut.


Sela hanya tersenyum sambil memejamkan mata dan tidak membutuhkan waktu lama Sela sudah tertidur dengan pulas nya sedangkan Presdir Axel karena baru pertama kali melakukan hubungan suami istri membuat dirinya sangat lelah di tambah dirinya sering tidur hanya dua hingga tiga jam lamanya dan kini dirinya tidur dengan pulas nya untuk pertama kalinya.


Di tempat yang berbeda tepatnya di Restoran Seafood Alta, daddy Nathan, mommy Maya dan Seli sudah sampai dengan papi Alvonso dan istrinya mami Kelly.


"Halo apa kabar?"sapa mommy Maya sambil cipika cipiki.


"Baik, tambah cantik saja," puji mami Kelly.


"Kamu juga tambah cantik," puji mommy11 Maya.


"Ini putrimu ya? cantik sekali mirip denganmu," puji mami Kelly.


"Benar sekali, ini putriku nomer lima namanya Seli dan terima kasih atas pujiannya," ucap mommy Maya


"Halo tante, apa kabar?" Sapa Seli sambil mencium punggung tangan mami Kelly.


"Kabar baik sayang," ucap mami Kelly sambil membelai rambut Seli dengan menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya untuk membalas uluran tangan Seli.


"Hallo paman," sapa Seli sambil mencium punggung tangan papi Alvonso.


"Halo," ucap papi Alvonso sambil membelai rambut Seli.


"Maaf putra kami terlambat datang sekarang dalam perjalanan dari kantor," ucap papi Alvonso setelah masing-masing duduk.


" Tidak apa - apa santai saja, ke tiga putra kami juga dalam perjalanan ke kantor sedangkan putri kami yang satunya ada acara menemani bosnya di pesta ulang tahun pernikahan rekan bisnisnya yang bernama tuan Alberto," jawab daddy Nathan.


Merekapun mengobrol bersama hingga lima belas menit kemudian datang Lemos di susul Delon dan Jimmy. Mereka bertiga mencium punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian kemudian ke mami kelly dan papi Alvonso.


Lemos dan Delon duduk di antara Seli sedangkan Jimmy duduk bersebelahan dengan papi Alvonso hingga beberapa menit kemudian barulah datang Albert Taylor.


"Maaf, aku datang terlambat karena macet," ucap Albert Taylor yang tidak melihat Seli karena Seli membelakangi dirinya.


deg

__ADS_1


Jantung Seli terkejut ketika mendengar suara yang sangat familiar membuat Seli berdiri kemudian membalikkan badannya dan menatap ke arah Albert Taylor.


"Kamu!!" pekik Albert Taylor dan Seli serempak sambil menunjuk telunjuk kanannya ke arah masing - masing dengan membulatkan matanya dengan sempurna.


"Kalian saling kenal?"tanya mereka serempak.


"Kenal mom, dad," jawab Seli


"Kenal mi, pi," jawab Albert Taylor bersamaan


"Bagus donk, jadi kalian pasti setuju dan menerima perjodohan ini," ucap mommy Maya dan mami Kelly.


"Apa???"pekik Seli dan Albert Taylor serempak.


"Kenapa kalian kaget?" tanya mereka ikut serempak.


"Maaf mommy, daddy, tante dan paman jujur Seli menolak perjodohan ini," ucap Seli sambil menundukkan wajahnya.


Grep


"Mengapa menolak perjodohan? Cerita sama tante," pinta mami Kelly sambil berdiri kemudian berjalan ke arah Seli dan memeluknya dari arah samping.


Mami Kelly sangat cocok dengan Seli dan berharap Seli menjadi menantunya sedangkan mommy Maya dan daddy Nathan tidak enak dengan calon besannya.


"Lho katanya sudah ketemu tapi kok belum tahu namanya?"tanya mami Kelly dengan wajah bingung begitu pula dengan yang lainnya kecuali Albert Taylor.


"Memang benar kami sudah bertemu dua kali tapi tidak tahu namanya," ucap Seli jujur.


"Duduk dulu baru kita bicara," ucap mami Kelly.


Mami Kelly, Seli dan Albert Taylor masing - masing duduk kemudian mami Kelly memperkenalkan yang bernama Albert Taylor atau di kenal dengan sebutan presdir Albert selesai acara perkenalan Seli mulai menceritakan awal pertemuannya dan terakhir bertemu sedangkan yang lainnya diam mendengarkan cerita Seli.


"Itulah yang terjadi tante, jujur tante aku tidak mau menjadi pelakor apalagi kata Cintya istri dan suaminya banyak sedangkan jujur Seli lebih suka menikah dengan pria lajang atau seandainya jika duda asalkan istrinya meninggal karena Seli tidak suka mengganggu rumah tangga orang lain," ucap Seli.


"Pffftttt.... Hahaha..." tawa lepas Presdir Albert untuk pertama kalinya.


Bugh


Bugh


"Aduh mami, papi sakit," ucap Presdir Albert sambil mengusap ke dua bahunya dengan menggunakan ke dua tangannya.


Papi Alvonso dan mami Kelly yang sangat kesal dengan Presdir Albert membuat mereka berdua serempak memukul bahu Presdir Albert kanan dan kiri membuat Presdir Albert pura - pura kesakitan karena pukulan ke dua orang tuanya seperti memijat tubuhnya.

__ADS_1


"Seli sayang, sebenarnya Cintya itu ponakan Albert sekaligus cucu kami," ucap mami Kelly menjelaskan.


"Tapi kenapa diakui sebagai anaknya? dan Cintya juga bilang punya banyak mommy dan daddy," ucap Seli


" Albert sengaja melakukan itu agar semua wanita tidak mau mendekatinya tapi ternyata mereka tidak memperdulikannya hal itu karena mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Albert oleh karena itu Albert meminta bantuan adik sepupunya untuk meminjamkan ponakannya untuk diakui sebagai anaknya supaya para wanita pergi dan tidak mendekati dirinya," jawab mami Kelly mengeluarkan ponselnya.


Mami Kelly mencari kontak keponakannya setelah bertemu dengan mami Kelly menekan tombol hijau dan melakukan panggilan video call.


"Hallo tante," panggil Albert.


"Albert, cucuku Cintya kemana?"tanya mama Kelly.


"Sebentar tante," ucap Albert.


"Cintya sayang" panggil Albert


"Ada apa daddy" panggil Cintya


"Ini oma mau bicara dengan Cintya," ucap Albert.


"Hallo oma," panggil Cintya sambil tersenyum.


"Hallo sayang, Cintya ada yang cari kamu," ucap mami Kelly.


"Siapa oma?"tanya Cintya


Mami Kelly mengarahkan ponselnya ke Presdir Albert membuat mereka berdua tersenyum sedangkan Seli hanya mendengarkan percakapan mereka.


"Hallo paman apa kabar," panggil Cintya.


"Baik sayang," jawab Presdir Albert


"Paman, aku kangen sama ms. Seli, apakah paman juga kangen sama ms. Seli?" tanya Cintya dengan wajah sendu.


"Cintya, sudah makan belum?"tanya Presdir Albert mengalihkan pembicaraan karena tidak mungkin mengatakan kalau dirinya sangat merindukan Seli karena beberapa hari ini tidak bertemu dengan Seli dan baru kali ini dirinya dipertemukan kembali dan itu pun di luar dugaannya.


"Sudah paman, paman apakah paman juga kangen sama mba Seli?"tanya Cintya ulang.


" Kangen," jawab Presdir Albert dengan suara pelan namun terdengar jelas oleh mereka membuat mereka tersenyum kecuali wajah Seli memerah menahan malu.


" Paman, datang ke rumah Cintya dan ajak ms. Seli karena Cintya ingin meminta maaf sama Bu Seli."ucap Cintya.


"Minta maaf kenapa?"tanya Presdir Albert dengan wajah bingung begitu pula dengan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2