Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Jessica, Julia dan Jenita


__ADS_3

" Ya kakak dulu sekolah di Pelita Kasih," jawab Presdir Axel dan Presdir Albert serempak


" Setelah kejadian itu kok tidak sekolah lagi?" tanya Presdir Axel penasaran


" Paman Aleandro meminta mommy untuk memindahkan sekolah kami di sekolah Kasih Ibu karena itulah kami langsung pindah sekolah setelah aku dan kak Sela sembuh akibat ulah ke tiga kakak kelas kami." jawab Seli


" Kak Delon, kak Jimmy dan kak Lemos sekolah lebih dulu setelah tiga hari barulah kami sekolah," sambung Sela


" Pantas saja kakak tidak melihatnya," jawab Presdir Axel.


" Mereka bertiga adalah teman kelas kami," sambung Presdir Albert.


" Setelah kami pindah sekolah apa yang terjadi?" tanya Seli penasaran.


" Sejak kejadian itu mereka bertiga juga langsung pindah sekolah," jawab Presdir Albert.


" Apakah kak Axel tahu sekarang mereka tinggal di mana?" tanya Sela


" Yang kakak tahu, salah satu dari mereka bertiga meninggal," jawab Presdir Axel


" Meninggal kenapa?" tanya Sela dan Seli serempak


" Mengalami kecelakaan," jawab Presdir Axel


" Itu salah ibunya makanya anaknya mengalami kecelakaan," sambung Presdir Albert.


" Kok salah ibunya?" tanya mereka serempak kecuali Presdir Axel


" Sejak kecil ibunya selalu mengajaknya bermain di tengah jalan depan rumahnya jika di tegur tetangga malah ibunya marah - marah padahal jelas - jelas jalan yang sering di lalui kendaraan lalu lalang itu milik umum tapi dirinya menganggap jalan itu miliknya dan sering diportal," jawab Presdir Axel


" Lho kok gitu, kalau kendaraan lewat bagaimana?" tanya Sela


" Kendaraan itu berhenti dulu dan ibu itu baru memindahkan mainannya setelah kendaraan pergi jalannya di tutup lagi hal itu membuat tetangga sebelah - sebelahnya mengikutinya.


Anak - anak mereka bersama ibunya berkumpul di tengah jalan saling mengobrol dan jika ada kendaraan lewat mereka baru pindah ke pinggir sambil tertawa tanpa ada rasa bersalah sedikitpun padahal para pengendara sangat kesal dengan ulah mereka." jawab Presdir Axel


" Setelah pengendara itu pergi mereka berkumpul kembali di tengah jalan," tebak Seli


" Tepat sekali," jawab Presdir Albert.


" Pantas saja waktu teman kami mau lewat jalan itu mereka bertiga melarangnya dan aku menegur mereka eh mereka tidak terima dan akhirnya..." ucap Sela menggantungkan kalimatnya dengan mata berkaca - kaca.

__ADS_1


Grep


" Sstttttt... sudah jangan sedih toh gadis itu kena karmanya," ucap Presdir Axel dengan wajah datar dan dengan suara dinginnya.


" Maksudnya?" tanya Sela


" Ibunya selalu mengajarinya kalau jalan itu miliknya jadi bisa bebas melakukan apa saja, jika kendaraan menabrak tinggal minta ganti rugi karena di mana - mana pejalan kaki selalu menang hukum. Hingga suatu ketika pulang sekolah dirinya menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri hingga ada motor dengan kecepatan tinggi menabraknya dan meninggal di tempat dan pengendara motor itu langsung kabur karena takut kena hukuman. Orang tuanya menangis histeris putri kesayangannya meninggal sedangkan para tetangganya yang sudah memendam kesal menertawakan kesedihan ibunya dan kata para tetangga itu akibat karmanya karena ada beberapa pengendara motor yang nyaris mengalami kecelakaan akibat ulah mereka," jawab Presdir Axel sambil tersenyum tanpa ada rasa empati sedikitpun.


" Setelah itu apa yang terjadi?" tanya Sela


" Ibunya stres sedangkan suaminya sering menyalahkan istrinya karena tidak mengajarkan anaknya untuk tidak main di tengah jalan dan akhirnya mereka bercerai suaminya menikah lagi sedangkan istrinya berjalan di tengah jalan raya hingga sebuah truk menabraknya dan meninggal di tempat," jawab Presdir Axel dengan nada santai.


" Kok ada ibu seperti itu ya?" tanya Sela


" Kalau kakak bilang ibu itu sangat bodoh dan tidak punya pikiran memberikan contoh yang tidak baik pada anaknya untuk bermain di tengah jalan," ucap Presdir Axel


" Kalau duanya lagi?" tanya Sela penasaran


" Kakak tidak tahu, " jawab Presdir Axel


" Apakah kamu tetap ikut reuni?" tanya Presdir Axel


" Ikut kak," jawab Sela


" Sama kak, ikut," jawab Seli


" Kalau begitu aku ikut," jawab Presdir Axel dan Presdir Albert serempak.


" Kalau begitu kita pergi bersama saja," usul Delon


" Ya benar, kalian bertujuh ikut pergi ke acara reuni," ucap mommy Maya yang sejak tadi diam


" Aku juga ikut," jawab Jessica yang tadi diam mendengarkan percakapan calon iparnya.


" Memang kamu sekolah di Pelita Kasih?" tanya Jimmy


" Iya, aku baru tahu kalau Sela dan Seli adalah orang yang sama waktu kejadian puluhan tahun yang lalu," ucap Jessica


" Memang kak Jessica saat itu ada di mana?" tanya Sela penasaran


" Waktu itu kakak dan Julia tidak sengaja lewat jalanan itu dan melihat kalian berdua di keroyok dan kakak minta maaf karena saat itu kami berdua di ancam untuk tidak membantu jadi yang bisa kami lakukan saat itu adalah kami berdua berlari secepat mungkin untuk meminta bantuan para guru," jawab Jessica

__ADS_1


" Siapa yang mengancam kakak?" tanya Sela dan Seli serempak


" Jenita," jawab Jessica


" Jenita?" Tanya ulang Sela tidak percaya


" Bukankah kak Sela yang menolong Jenita?" tanya Seli tidak percaya


" Memang benar, masa sih Jenita yang aku tolong jahat banget," ucap Sela tidak percaya


" Sebenarnya Jenita sangat iri dengan kalian berdua karena itulah Jenita mengajak ke tiga kakak kelasnya untuk menjebak kalian berdua," jawab Jessica.


" Iri dengan kami?" tanya Sela dan Seli serempak dengan nada bingung.


" Ya, karena kalian lebih kaya dari dirinya dan sangat cantik sedangkan dirinya berpenampilan culun," ucap Jessica


" Kenapa iri dengan kami? Kan bisa merubah penampilannya?" tanya Sela


" Matanya minus banyak makanya Jenita harus memakai kacamata tebal karena itulah dirinya dikatakan culun oleh teman - temannya di tambah ibunya suka main judi jadi ibunya jarang membelikan pakaian baru," jawab Jessica.


" Kok kamu tahu soal Jenita?" tanya Sela penasaran


" Maaf Jenita itu adik tiri ku, sebenarnya aku bisa melawannya tapi ibu tiri ku akan menyiksaku jika aku melawan Jenita maupun ibu tiri ku," jawab Jessica dengan mata berkaca - kaca.


" Bagaimana dengan ayah kakak?" tanya Seli


" Ayah lebih percaya dengan apa yang dilihatnya tanpa melihat siapa yang benar dan siapa yang salah," jawab Jessica.


Tes


Tes


Tanpa sadar air mata Jessica jatuh dan cepat - cepat di usapnya dengan kasar kemudian tersenyum walau dalam hatinya ingin menangis.


Grep


" Kamu tenang saja, setelah kita menikah kamu tinggal bersamaku dan keluarga besar ku akan menjadi keluarga besar mu juga," ucap Jimmy sambil memeluk Jessica dari arah samping.


" Maaf kalau aku menangis dan terima kasih buat mommy, daddy, kak Delon, kak Jimmy, Lemos, Sela dan Seli yang mau menerimaku sebagai bagian dari keluarga terlebih memberikan kami restu untuk menikah," ucap Jessica penuh haru.


" Mommy tidak meminta banyak hanya meminta agar Jessica mau menerima segala kelebihan dan kekurangan Jimmy dan juga bisa rukun dengan para ipar, jawab  mommy Maya

__ADS_1


" Kalau daddy, daddy hanya minta agar kalian saling rukun dan saling melindungi satu sama lainnya." sambung daddy Nathan.


" Mommy dan daddy tidak akan membeda - bedakan mana anak kandung atau menantu karena di mata kami kalian adalah sama," sambung mommy Maya.


__ADS_2