
" Ada yang mengikuti mobil kita." Ucap Maximus dan Yohanes serempak yang selalu menengok ke arah belakang untuk melihat ke tiga pria itu siapa tahu melakukan gerakan yang bisa mencelakai mereka yang duduk di depannya.
Aleandro, Robert dan Aska langsung melihat lewat spion mobil dan melihat mobil itu mengikuti mereka hingga ponsel milik Aleandro berdering. Aleandro mengambil ponselnya yang di simpan di saku jasnya kemudian melihat daddy Thomas menghubungi dirinya membuat Aleandro menggeser tombol berwarna hijau.
" Hallo dad." Panggil Aleandro.
" Kalian pasti sudah tahu kalau mobil kalian sedang diikuti, kalian jalan saja terus dan bawa ke tiga pria itu ke markas. Berikan ke kandang singa, buaya dan beruang." Ucap daddy Thomas.
" Lalu mobil yang mengikuti kita dad?" Tanya Aleandro
" Nanti akan di urus oleh anak - anak paman Alvonso." Ucap daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab Aleandro.
" Oh ya satu lagi, ke tiga pria itu bawa penyadap tapi sudah dihancurkan ketika mereka datang ke rumah sakit oleh Alvonso, Max dan Louis jadi kalian tenang saja." Ucap daddy Thomas.
" Baik dad." Jawab Aleandro.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Aleandro menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya sambil melihat mobil itu masih mengikuti mobilnya.
" Bagaimana kak?" Tanya Maximus.
" Kata daddy kita bawa saja ke tiga pria itu ke markas." Ucap Aleandro.
" Kalau mobilnya?" Tanya Yohanes.
" Nanti di urus sama anak - anak paman Alvonso." Ucap Aleandro
" Mobilnya di hadang oleh mobil lain." Ucap Aska melihat dari kaca spion mobil.
" Keluarga paman Alvonso cepat juga tanpa menunggu lama mereka sudah tertangkap." Puji Maximus.
" Bukan itu saja ke tiga pria yang kita tangkap memakai alat penyadap dan sudah dihancurkan oleh anak - anak paman Alvonso.
" Apa???" Ucap mereka serempak dengan nada terkejut.
" Aku ingin belajar IT." Ucap Aleandro.
" Aku juga." Jawab Maximus dan Yohanes serempak.
Merekapun bercakap - cakap hingga mereka sampai di markas dan sesuai perintah daddy Thomas ke tiga pria tersebut diberikan ke kandang singa, buaya dan beruang bersamaan ponsel milik Aleandro berdering.
" Hallo dad." Panggil daddy Thomas.
__ADS_1
" Kalian langsung pulang ke mansion karena daddy tahu badan kalian sangat lelah." Ucap daddy Thomas.
" Bagaimana dengan Quenby, Nathan dan Maya?" Tanya Aleandro
" Daddy, paman Markus, paman Hendrik, paman Alvonso, paman Ronald dan paman Kennath sedang menunggu di rumah sakit untuk mengantar Quenby, Nathan dan Maya untuk di rawat di mansion supaya lebih aman." Ucap daddy Thomas
" Memang kenapa dengan bodyguard kita dad?" Tanya Aleandro.
" Bodyguard kita ternyata anak buah mafia istrinya Kevin, semua sudah di tangkap termasuk istrinya Kevin sekarang mereka semua sudah ada di perut singa, macan, buaya, ular piton, anaconda, hiu dan beruang." Ucap daddy Thomas.
" Apa??? Lebih banyak peliharaannya dari pada punya kita." Ucap Aleandro dengan nada terkejut.
" Mereka hobby memelihara binatang buas, pulanglah." Ucap daddy Thomas.
" Baik dad, hati - hati." Ucap Aleandro
" Kalian juga hati - hati." Ucap daddy Thomas.
" Terima kasih dad." Jawab Aleandro
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan Aleandro menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
" Bagaimana dengan Quenby, Nathan dan Maya?" Tanya Maximus
" Daddy dan teman - teman daddy akan membawanya ke mansion karena mansion lebih aman." Ucap Aleandro.
" Aku bingung kak, waktu kejadian tadi kenapa bodyguard kita tidak ada satupun?" Tanya Yohanes
" Mereka semua anak buahnya istrinya Kevin." Jawab Aleandro.
" Apa?? Lalu mereka apakah sudah di tangkap?" Tanya Yohanes sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang karena semua saudaranya sudah masuk ke dalam mobil.
" Mereka sudah di tangkap dan masuk ke dalam perut singa, macan, buaya, ular piton, anaconda, hiu dan beruang." Jawab Aleandro.
Cittttt
" Yohanes!!!" Pekik mereka serempak karena Yohanes tiba - tiba merem mendadak.
" Hehehe... Maaf." Ucap Yohanes sambil cengar-cengir kuda lalu melajukan kendaraan lagi.
" Binatang peliharaannya banyak banget, aku jadi ingin nambah." Ucap Maximus
" Sudah cukup, kalau ketahuan mommy kita akan di jewer melihara hewan buas." Ucap Aleandro.
__ADS_1
" Iya juga sih kak." Jawab Yohanes yang sebenarnya ingin menambah koleksi binatang buas.
Merekapun saling terdiam tanpa ada yang bicara sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya di rumah sakit di ruang perawatan Quenby dan Maya. Seorang dokter dan perawat sudah selesai mengobati luka tuan Saverio dan Fico.
" Apakah masih sakit?" Tanya Quenby dengan nada kuatir sambil berusaha bangun.
" Hanya luka kecil." Ucap Fico sambil membantu Quenby bangun.
Nathan yang ingin protes tangannya di genggam oleh Maya sambil menggelengkan kepalanya sedangkan tuan Saverio hanya melihat dengan tatapan datar.
" Maaf, karena melindungi aku membuat kak Fico terluka." Ucap Quenby dengan mata berkaca - kaca.
" Sstttt... Lebih baik aku terluka daripada kamu yang terluka." Ucap Fico sambil menghapus air mata Quenby yang sudah mulai keluar dengan menggunakan ke dua tangannya.
grep
" Aku mohon jangan katakan itu." Mohon Quenby sambil memeluk Fico
Deg Deg
Jantung Fico berdetak kencang ketika di peluk oleh Quenby membuat Fico membalas pelukan Quenby, entah kenapa Fico selalu merasa nyaman jika Quenby memeluk dirinya. Fico menghirup parfum dari tubuh Quenby yang membuat dirinya merasa tenang dan nyaman namun akibatnya tombak saktinya mulai menegang hal itu membuat Fico mendorong perlahan tubuh Quenby karena dirinya harus bisa menahan hasratnya dan tidak ingin Quenby membenci dirinya.
" Memangnya kenapa kalau aku terluka?" Tanya Fico.
" Karena aku..." Ucapan Quenby terpotong karena pintu ruang perawatan terbuka.
Serempak mereka menatap ke arah pintu dan melihat daddy Thomas masuk ke dalam bersama dokter Hendrik, dokter Kennath dan dokter Kasandra.
" Ada apa dad?" Tanya Quenby dengan nada bingung.
" Kamu dan Maya akan daddy pindahkan di tempat yang lebih aman yaitu di mansion, Kasandra yang akan merawat kalian berdua." Ucap daddy Thomas.
" Bolehkah aku ikut menemani?" Tanya Fico penuh harap ketika melihat brankar milik Maya di dorong dengan diikuti brankar Quenby.
" Daddy aku mohon." Mohon Quenby.
" Baiklah." Jawab daddy Thomas singkat yang merasa berhutang budi dengan tuan Saverio dan Fico.
Merekapun pergi meninggalkan rumah sakit menuju mansion daddy Thomas agar tidak ada lagi orang yang ingin mencelakai anggota keluarganya.
Di tempat yang berbeda dua orang pergi mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke tempat rumah sakit yang jauh dari kota dan tanpa mereka sadari mobil yang mereka tumpangi diikuti oleh dua mobil yang berwarna hitam.
" Kamu hubungi bos kalau target dalam perjalanan menuju ke rumah sakit." Perintah pria itu.
" Baik tuan." Jawab anak buahnya.
__ADS_1