Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tawa Nathan dan Maya


__ADS_3

Nathan melirik ke arah istrinya untuk menunggu jawabannya.


" Aku ingin masakan buatanmu sayang." Ucap Maya sambil jari telunjuk kanan dan kiri disatukan kemudian dipisahkan begitu seterusnya.


Nathan yang melihat istrinya seperti itu tidak bisa menahan tawanya.


" Pffftttt hahahaha." Tawa pecah Nathan


Maya menatap suaminya sambil tersenyum melihat tawa lepas suaminya.


( " Aku bahagia jika melihatmu tertawa, jujur ketika kamu marah aku sangat takut kamu akan marah denganku. Percayalah padaku sayang aku tidak akan mengkhianati dirimu dan aku harap kamu selalu setia padaku." Ucap Maya dalam hati ).


Setelah beberapa saat Nathan menghentikan tawanya.


" Sayang mau makan apa?" Tanya Nathan


" Apa saja sayang asalkan suamiku yang membuatnya." Ucap Maya.


" Ok, setelah sampai rumah aku akan masakin buat istriku tersayang." Ucap Nathan.


" Sejak kapan suamiku pandai gombal?" Tanya Maya


" Aku tidak gombal sayang aku katakan dari lubuk ku yang paling terdalam." Ucap Nathan gombal.


" Pffftttt hahahaha.." Kini giliran tawa pecah Maya.


( " Aku bahagia jika melihatmu tertawa, jujur tadi aku marah bukan sama kamu tapi marah dengan laki-laki yang tidak punya rasa malu dan rasa bersalah sedikitpun, maaf karena tadi aku marah hingga aku lupa kalau ada anak-anak kita di dalam janin mu . Percayalah padaku sayang aku tidak akan mungkin mengkhianati dirimu karena aku bukan pria seperti mantan suamimu dan aku harap kamu selalu setia padaku." Ucap Nathan dalam hati ).


Setelah beberapa saat Maya menghentikan tawanya kemudian menatap ke arah depan.


" Sayang kamu bahagia menikah denganku?" Tanya Nathan


" Tentu saja aku sangat bahagia, kenapa suamiku menanyakan hal itu?" Tanya Maya balik.


" Tidak apa-apa sayang aku hanya bertanya saja." Jawab Nathan.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di mansion milik Nathan yang jauh dari keramaian karena Nathan sangat menyukai keheningan oleh sebab itu Nathan memilih tinggal di mansion di tengah hutan.

__ADS_1


" Sayang, kamu mandilah dulu aku mau masak buatmu." Ucap Nathan


cup


" Baik sayang." Jawab Maya kemudian mengecup pipi suaminya.


Nathan mengusap rambut istrinya dengan lembut kemudian berjalan ke arah dapur sedangkan Maya menaiki anak tangga untuk membersihkan diri. Lima belas menit kemudian Maya sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai


" Suamiku sangat baik padaku, aku ingin menyenangkan suamiku tapi bagaimana caranya?" Ucap Maya sambil duduk di sofa kamarnya.


" Aku tanya mbah google saja." Ucap Maya


Maya mengambil ponselnya yang tergeletak di meja dekat sofa dan mulai mencari cara menyenangkan suami.


" Memakai lingerie tapi itu tidak mungkin karena aku lagi hamil, coba baca yang lain." Ucap Maya sambil mencari untuk menyenangkan hati suaminya dengan serius.


" Nah dapat, lebih baik ini saja tapi bau ngga ya kan itu buat..." Ucapan Maya terpotong oleh suaminya.


" Buat apa sayang?" Tanya Nathan di depan Maya.


" Serius sekali bacanya sampai suami masuk ke kamar tidak tahu. Baca apa sayang? atau kamu kirim pesan ke cowok lain?" Tanya Nathan dengan wajah cemburu.


" Aish enak saja, cowokku hanya dua itu sudah cukup." Jawab Maya sambil menahan senyum karena melihat wajah suaminya yang cemburu.


" Dua siapa saja?" Tanya Nathan dengan wajah menahan amarahnya.


Maya berdiri dan menatap wajah tampan suaminya walau wajahnya mulai menggelap tapi Maya tahu suamiku tidak akan melukai dirinya.


" Pria pertama adalah daddy karena waktu aku masih di perut mommy sampai aku besar daddy selalu ada untukku dan pria yang ke dua adalah suamiku di saat aku sedih suamiku selalu ada untukku, kalian berdua adalah yang benar - benar tulus mencintaiku dan aku sangat bahagia." Ucap Maya sambil memeluk suaminya.


Wajah Nathan yang semula menggelap langsung berubah menjadi terang seterang matahari dan membalas pelukan istrinya.


" Sayang, mandi ya setelah itu kita makan bersama." Ucap Maya


" Ok." Jawab Nathan sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Maya.


Nathan berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Maya menyiapkan pakaian suaminya setelah selesai Maya keluar dari kamarnya menuju ke arah ruang makan.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Maya, Nathan keluar kembali dari kamar mandi dan berjalan ke arah meja untuk melihat isi ponsel istrinya.


" Maaf sayang bukannya aku tidak percaya tapi aku hanya penasaran apa yang kamu baca karena aku melihat kamu sangat serius membacanya sampai-sampai aku datang kamu tidak tahu." Ucap Nathan sambil menyalakan ponsel milik istrinya.


Mata Nathan membulat sempurna kemudian tersenyum bahagia melihat apa yang di baca oleh istrinya.


" Terima kasih banyak sayang, kamu sangat mencintaiku sampai-sampai kamu mencari artikel untuk menyenangkan hatiku." Ucap Nathan sambil meletakkan kembali ponselnya.


Nathan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya bersamaan pintu kamarnya terbuka.


ceklek


Maya membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah meja dekat sofa.


" Aduh Maya, kenapa kamu ceroboh? Untung suamiku mandi jadi aku bisa menghapus historis kalau tidak aku kan malu." Ucap Maya sambil mengambil ponselnya dan menghapus historis agar suaminya tidak baca.


Setelah selesai Maya meletakkan kembali ponselnya dan berjalan keluar dari kamarnya menuju ke arah ruang makan.


Setelah beberapa saat Nathan keluar dari kamar mandi dan melihat letak ponselnya berubah membuat dirinya tersenyum.


" Pasti istriku kembali ke kamar karena malu kalau ketahuan dan menghapus historis. Maya... Maya... asal kamu tahu aku selalu ingat letak posisi barang jadi aku tahu kalau posisi ponselmu berubah." Ucap Nathan sambil tersenyum.


Nathan mengambil pakaian yang sudah diambilkan oleh istrinya dan memakainya setelah lima menit kemudian Nathan keluar dari kamarnya. Nathan menuruni anak tangga menuju ke arah ruang makan di mana istrinya sedang menunggunya.


" Sayang, maaf karena aku lapar aku nyobain sedikit." Ucap Maya merasa bersalah.


Nathan melirik sekilas ke arah masakannya dan hanya bisa menahan senyum karena pasalnya bukan sedikit yang di cobain tapi setengah masakannya sudah masuk ke dalam perut istrinya.


" Tidak apa-apa sayang." Ucap Nathan yang masih tersenyum.


" Duduk sayang." Ucap Maya sambil mengambil makanan untuk suaminya.


" Ok, anak daddy lapar ya." Ucap Nathan sambil duduk di kursi dan membelai perut istrinya.


" Iya daddy, kami lapar maafkan kami daddy." Jawab Maya menirukan anak kecil.


Nathan tertawa mendengar suara istrinya, dirinya sangat bahagia bisa menikah dengan Maya.

__ADS_1


__ADS_2