Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Seli 2


__ADS_3

Seli mengambil kotak bekal makanan milik gadis kecil itu dan memakannya hingga dua belas menit kemudian Seli dan para muridnya sudah selesai makan dan minum dan kotak makannya di simpan kembali ke dalam tas dan akan di cuci di rumah masing - masing.


Seli melanjutkan kembali mengajar hingga satu jam lamanya barulah terdengar suara bel tanda murid - murid TK pulang.


Seperti biasa para murid berbaris dengan teratur menuju ke gerbang pintu sekolah di mana para orang tua murid menunggu kedatangan anak - anak mereka. Seli berdiri di depan barisan agar anak - anak didiknya memang di jemput oleh orang tua muridnya.


" Delon ayo pulang," panggil salah satu orang tua murid.


" Mommy," panggil Delon sambil merentangkan ke dua tangannya.


Grep


" Guru baru ya?" tanya mommynya Delon dengan ramah sambil berlutut kemudian menggendong putra pertamanya.


" Benar bu, saya Ms. Seli guru pengganti Ms. Arandiah," jawab Seli.


" Bagaimana anak saya ms?" tanya mommynya Delon.


" Anak ibu sangat pintar bisa mengerjakan soal - soal yang saya berikan," jawab Seli dengan nada lembut.

__ADS_1


" Benarkah? Aduh senangnya terima kasih ya ms karena biasanya Delon malas kalau di suruh ngerjain pr," jawab mommynya Delon


" Sama - sama ibu, sabar ya bu namanya anak - anak kadang masing ingin bermain," jawab Seli.


" Kalau begitu saya permisi dulu ya ms," ucap mommynya Delon.


" Mari ibu," jawab Seli.


Mommynya Delon pergi meninggalkan sekolah begitu pula dengan ibu - ibu lainnya menjemput anak - anak sekolah hingga menyisakan satu anak kecil yang tadi tukaran bekal makanan.


" Cintya kok belum di jemput?" tanya Seli.


" Cintya ke ruangan Ms. Seli ya?" ajak Seli.


" Baik tante," jawab Cintya patuh.


Seli dan Cintya berjalan ke ruangan guru TK sambil menunggu jemputan hingga tidak berapa lama terdengar suara telepon sekolah membuat Seli mengangkatnya.


" Sekolah Internasional Alexander dengan Ms. Seli di sini, apa yang bisa di bantu?" tanya Seli dengan nada merdu.

__ADS_1


" Saya orang tuanya Cintya tolong antar kan anak saya di Perusahaan Global Internasional," ucap pria tersebut.


" Ba...." ucap Seli menggantungkan kalimatnya karena terdengar suara tut tut tut tanda sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak.


" Aish, sombong dan nyebelin banget nyuruh minta di antar ke perusahaan memangnya sekolah punya dia apa? Kalau ngomongnya enak dan tidak memutuskan sambungan komunikasi aku bersedia mengantar anaknya ke sana." gerutu Seli sambil meletakkan gagang teleponnya.


" Ms. Seli kenapa ngedumel?" tanya salah satu gurunya dengan nada bingung.


" Itu orang tuanya Cintya nyebelin banget nyuruh minta di antar ke perusahaan memangnya sekolah punya dia apa? Kalau ngomongnya enak dan tidak memutuskan sambungan komunikasi aku bersedia mengantar anaknya ke sana." jawab Seli dengan nada kesal.


" Orang tua Cintya memang salah satu pemegang saham di sekolah ini jadi ya begitulah," ucap salah satu guru tersebut.


" Sudah antar sana nanti kalau lama di marahi sama bapaknya Cintya," ucap guru tersebut.


" Kamu saja yang antar aku malas," jawab Seli.


" Bapaknya Cintya sangat tampan lho, siapa tahu jodohmu walau duda tapi sangat tampan plus tajir," ucap guru tersebut.


" Ih amit - amit dapat duda, apa lagi dudanya galak ih amit - amit jangan sampai aku jodoh dengan duda itu," jawab Seli sambil memperlihatkan wajah jijiknya.

__ADS_1


" Ingat ucapan adalah doa jadi aku berharap Ms. Seli dan duda itu berjodoh," ucap guru tersebut sambil menahan senyum.


__ADS_2