Romansa SMA

Romansa SMA
BAB C : Kerinduan...


__ADS_3

Wida berjalan perlahan ke arah barisan siswa yang datang terlambat. Ia berusaha menghindari Prima dengan memilih barisan paling pinggir, sedangkan Prima ada dipinggir lainnya. Sepertinya Prima belum menyadari bahwa ada Wida di barisannya.


Rupanya Prima masih memikirkan kenapa Wida tidak hadir hari ini. Hatinya masih bertanya-tanya, apakah dirinya terlalu keras padanya kemarin, dengan mengatakan putus. Ah.. sungguh menyesal dirinya sekarang, kalau tahu akan begini, ia tidak akan mengatakan kata putus pada Wida.


Namun dirinya terkejut saat guru piket menyebut nama Wida, untuk membagikan tugas hukuman. Matanya mencari-cari sosok yang sedang ia pikirkan itu. Dan saat dilihatnya Wida ada di ujung barisannya, hatinya bersorak senang dan bibirnya pun langsung tersenyum lebar. Ditunggu dari pagi tidak datang, giliran tidak ditunggu malah ada didekatnya. Hhh.. desahnya lega.


Dan sepertinya dewi fortuna juga sedang berpihak padanya. Ia ditugaskan bersama Wida dan dua anak lainnya membersihkan toilet. Bibir Prima sampai tak berhenti tersenyum karena senangnya.

__ADS_1


Saat akan menuju toilet, Prima dengan sengaja mengambil peralatan kebersihan yang dibawa Wida, dengan maksud untuk membantunya. Dan tanpa bicara ia berjalan mendahului Wida.


Wida tidak menyangka bahwa ia kebagian membersihkan toilet bersama Prima. Kalau ia tahu akan menjadi seperti ini, ia lebih memilih di omeli ibunya seharian karena tidak masuk sekolah. Ia sedikit terkejut saat Prima mengambil peralatan kebersihan dari tangannya. Hatinya bertanya-tanya apa sebenarnya rencana Prima padanya. Apakah ia tidak suka mendapat tugas bersamanya?


Wida memilih membersihkan toilet wanita. Saat masuk ke toilet, ia teringat saat dirinya dan Prima bersembunyi disana. Ah... serasa baru kemarin kejadian itu...


Cklek! Wida terkejut. Terdengar suara pintu tertutup di belakang Wida. Tubuh Wida menegang sesaat. Dejavu! Batin Wida. Wida pun membalikkan badannya ke arah pintu. Tampak Prima berdiri tegap disana. Entah mengapa ia tidak terlalu terkejut saat melihatnya. Apakah ia mengharapkan hal ini terjadi?

__ADS_1


Prima sengaja berjalan mendahului Wida setelah mengambil peralatan kebersihan dari tangan Wida. Ia menyuruh dua siswa yang lainnya membersihkan toilet pria, sedangkan ia dan Wida membersihkan toilet wanita.


Sebelum Wida datang, ia masuk dan besembunyi di balik pintu. Ia tidak ingin jika Wida melihatnya, akan lari menghindarinya. Keinginannya hanya satu, menyelesaikan masalah yang terjadi diantara mereka.


Wida pun masuk, berjalan dan terpaku di depan toilet siswi, dimana mereka pernah bersembunyi dulu. Saat Prima menutup pintu dan menguncinya, Wida nampak terkejut. Wida berbalik dan menatapnya. Ia pun menatap balik Wida. Sosok yang selama beberapa hari kemarin, hanya punggungnya saja yang ia lihat.


Tapi kini... sosok itu berdiri menghadapnya, memperlihatkan wajah manisnya yang ia rindukan. Bagaimana ini... kenapa keinginannya yang ia rencanakan semula telah lenyap seketika, sedangkan yang ada hanya hasrat untuk menyentuhnya. Dan Wida pun tampaknya hanya diam seakan menanti dirinya.

__ADS_1


Sial, batin Prima, ia benar-benar tidak bisa menahan hasratnya. Tanpa menunggu lama, di hampirinya Wida. Direngkuhnya pinggang mungil Wida hingga bersentuhan dengan tubuhnya. Tatapan mata Wida yang terkejut membuatnya ingin meraih wajahnya. Dipegangnya belakang kepala Wida, untuk menahannya agar tidak menghindar. Dan dengan sekali gerakan di lumatnya bibir Wida...


Wida yang masih memikirkan arti tatapan Prima, tidak menyangka bahwa Prima akan datang mendekat dan memeluknya. Saat tangan Prima menahan kepalanya, dan mendaratkan bibirnya yang maskulin kebibirnya, dirinya seakan membeku. Akal sehatnya pun menghilang. Benteng yang beberapa hari ini berdiri kokoh untuk menghalangi Prima masuk ke dalam alam pikirnya, runtuh seketika. Tubuhnya pun seakan pasrah dalan pelukan Prima. Bibir Prima yang seakan menari dibibirnya, perlahan disambutnya. Di nikmatinya setiap gigitan-gigitan lembut Prima pada bibirnya. Napasnya juga ikut memburu mengikuti deru napas Prima. Ah...ia tahu sekarang... apa arti tatapan Prima... itu... tatapan kerinduan...


__ADS_2