Romansa SMA

Romansa SMA
BAB XXVIII : Apa Kau Kehilanganku..


__ADS_3

Wida pulang dengan perasaan tak menentu. Hari ini entah mengapa semangatnya sepertinya meninggalkannya. Asti yang mengajaknya jalan pun di abaikannya. Tadi saat keluar dari kelas ia melihat Ryan di pinggir lapangan olah raga. Ia pun berusaha menghindar agar Ryan tidak melihatnya. Kejadian kemarin sungguh tidak menyenangkan baginya. Mungkin beda bila Prima yang mengajaknya. Duh.. mengapa Prima lagi yang terbayang di pikirannya..


"Wida!" seseorang memanggilnya. Wida berhenti dan menoleh kebelakang. Soni.. teman sekelas Prima. Wida tersenyum.


"Mau pulang?" kata Soni begitu mendekat. Wida mengangguk, "Iya.." jawabnya. "Bareng ya.." ajak Soni. Arah rumah Soni memang sama dengan Wida. Sama-sama turun diterminal untuk lanjut naik angkot. Mereka pun berjalan beriringan.


Soni sosok yang ramah dan pandai bergaul. Selalu menemukan bahan pembicaraan dan sesekali gurauan yang selalu bisa membuat Wida tertawa. Semangat Wida kembali timbul. Sejenak ia melupakan pikirannya tentang Prima.


Nina dan Eko kerumah Prima sepulang sekolah. Prima yang ada dikamar agak terkejut saat mbok Uti mengatakan bahwa Eko datang dengan seorang anak perempuan. Hati Prima sempat bersorak gembira. Mungkinkah Wida yang datang? pikirnya. Dan tanpa ragu ia pun langsung lari keluar kamar menuju ruang tamu dimana Eko dan 'Wida' menunggu.


Namun belum juga sampai di ruang tamu langkahnya terhenti. Itu bukan sosok Wida.. pikirnya. Saat itu Nina duduk membelakangi arah datangnya Prima. Eko yang melihat Prima datang, melambaikan tangannya. Nina ikut menoleh ke arah datangnya Prima. Wajahnya tersenyum manis. Prima yang tampak kecewa karena yang datang bukan orang yang diharapkannya membalas senyuman Nina walau terlihat agak sedikit dipaksa.

__ADS_1


Dihampirinya kedua temannya yang sedang duduk di ruang tamu. Prima duduk di hadapan Nina. Matanya menatap Eko seakan meminta penjelasan mengapa Nina datang ke rumahnya. Eko yang mengerti arti tatapan Prima menjelaskan maksud kedatangan Nina.


"Nina tadi minta aku untuk mengantarnya kerumahmu.. katanya mau menjenguk." Eko menjelaskan.


"Iya... aku dengar kamu sakit.." Nina membenarka perkataan Eko. "Aku tidak bawa apa-apa.. ini tadi aku beli di mini market.." katanya sambil meletakkan bungkusan plastik yang berisi beberapa buah apel ke meja. Prima tersenyum, "Terima kasih", katanya.


Suasana terasa canggung diantara mereka bertiga. Eko yang ingin berbicara banyak dengan Prima hanya mampu menahannya karena merasa kurang nyaman dengan adanya Nina. Begitu juga dengan Prima.. padahal dirinya sudah tak sabar ingin mendengar hasil pantauan Eko terhadap Wida. Nina pun sepertinya merasa.. kalau dirinya tidak diharapkan hadir disana.


"Prima.. mau aku potongi buah?" Nina menawarkan diri seraya meraih apel yang di bawanya.


Prima terlihat ingin menolak, tapi Eko segera menyela, "Ya.. boleh.." katanya, "apel bagus untuk kesehatanmu Prim", mata Eko seakan memberi isyarat agar Prima tidak menolak.. supaya Nina bisa meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Prima pun nalar, "Ya.. bolehlah.." katanya sambil tersenyum pada Nina.


Nina beranjak bangun dan membawa apel yang dibawanya tadi ke dapur. Eko tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia segera bangun dan pindah duduk di samping Prima. Prima yang juga sudah tak sabar ingin mendengar berita tentang Wida langsung menanyakannya, "Bagaimana.. apa yang terjadi antara Wida dan Ryan?" tanyanya.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka berdua.." jawab Eko, "tapi yang aku tahu Wida sepertinya mencarimu tadi."


Walau kecewa karena Eko tidak tahu apa yang terjadi antara Wida dan Ryan, namun ia tersenyum saat tahu Wida mencarinya.


"Bagaimana kau bisa tahu kalau ia mencariku?" tanya Prima ingin memastikan perkataan Eko.


"Dia bolak balik lewat depan kelas kita.. dan matanya selalu melihat kedalam lewat jendela", jelas Eko. "Mana pernah Wida seperti itu? Tapi sayangnya aku tak tahu untuk apa kemarin Ryan mengajak Wida pergi. Aku malas cari-cari info tentang itu.." Eko menghentikan perkataannya, karena dilihatnya Nina datang dari arah dapur.

__ADS_1


__ADS_2