
Wida yang berada didalam taksi duduk dengan gelisah. Berkali-kali ia meminta agar Ryan menghentikan taksinya.. namun Ryan tidak menanggapinya. "Ryan.. kakak harus segera pulang kerumah hari ini.. kakak ada urusan.." pintanya pada Ryan dengan alasan yang di buatnya. Namun Ryan hanya tersenyum menatap Wida dengan pandangan sayangnya. Tangannya meraih tangan Wida untuk digenggamnya. Wida menarik tangannya namun dengan sigap Ryan meraihnya kembali dan menggenggamnya dengan erat. Akhirnya Wida hanya bisa pasrah dan membiarkan Ryan menggenggam tangannya.
Setelah sampai ditempat yang dituju Ryan mengajak Wida untuk makan di restoran fast food. Ryan memesan makanan serta minuman untuk mereka bedua. Wida masih merasa resah.. ia merasa tidak nyaman jalan bersama Ryan. "Makanlah.." kata Ryan sambil menyodorkan makanan yang dibawanya pada Wida. Wida hanya menatap makanan itu dengan tatapan tak berselera.
Pikirannya ada ditempat lain.. Prima.. entah mengapa tiba-tiba Prima hadir dalam pikirannya. Orang yang tadi dengan susah payah ia hindari.. kini sangat ia harapkan ada disisinya untuk menemaninya.
Ryan mengetuk meja dengan jarinya. "Halloo.." katanya menyadarkan Wida dari lamunannya. "Ada apa sih kak? Kakak tidak suka ya dengan makanannya?" Wida tersadar.. ia menggelengkan kepalanya lalu tersenyum. "Suka kok.." katanya sambil mengambil sepotong kentang goreng dan memakannya. Ryan tersenyum melihatnya.
__ADS_1
"Kak.." kata Ryan sambil menatap Wida serius, "ada yang ingin kutanyakan pada kakak.." "Apa?" jawab Wida tanpa melihat Ryan sambil memakan kentang gorengnya.
"Benar kakak pacaran dengan kak Prima?" Wida terkejut.. ia menghentikan makannya dan menatap Ryan. "Kata siapa?" tanyanya. "Kata kak Eko.. dan juga rumor yang tersebar.." jawab Ryan dengan nada kecewa sambil meminkan sedotan yang ada di gelas colanya.
"Ah.. itu.. " Wida bingung mau jawab apa, "itu.. hanya sepihak saja.." akhirnya ditemukan juga jawaban yang sekiranya dapat diterima Ryan. Ryan tersenyum. "Jadi.. itu cuma rumor?" tanyanya bersemangat. Wida mengangguk. Yah.. ia tidak bohong kan? Ia memang belum menjawab pernyataan Prima. Ia masih belum menerima Prima jadi pacarnya.
Ryan sudah mendapatkan tiket nonton untuk mereka berdua. Segera di gandengnya Wida saat memasuki gedung bioskop. Wida yang memang belum pernah masuk ke bioskop hanya menurut saja. Ketika masuk ke dalam gedung bioskop, Wida tampak takjub. Ia terpana melihat dalam gedung bioskop yang begitu luas. Bangku yang berjejer dalam jumlah yang banyak serta layar yang terbentang lebar. Selama ini ia hanya dengar dari teman-temannya saja yang sudah pernah menonton dan melihatnya dari film-film yang ia tonton di tivi.
__ADS_1
Ryan menyuruh Wida duduk setelah ia menemukan kursi yang sesuai dengan nomor yang tertera di tiket. Ryan tersenyum melihat wajah polos Wida yang sepertinya memang belum pernah masuk ke bioskop. "Kenapa?" tanyanya, "kakak belum pernah ke bioskop?"
Wida menggeleng. "Belum.." jawabnya datar. Saat film akan dimulai, lampu gedung pun dimatikan. Wida terkejut. Tangannya reflek menyentuh tangan Ryan yang duduk disebelah kanannya.
Ryan tertawa kecil dengan keluguan Wida. Ditangkapnya tangan Wida yang menyentuh tangannya dan digenggamnya untuk menenangkan Wida. "Tidak apa-apa.. nanti saat film diputar tidak akan terlalu gelap.." katanya pelan. Benar saja.. saat film diputar ruangan menjadi sedikit terang. Wida terpaku menatap layar. Matanya serius melihat film yang sedang di putar. Sepertinya ia tidak menyadari tangannya yang masih digenggam Ryan.
Berbeda dengan Ryan yang sepertinya tidak peduli dengan film yang sedang diputar. Ia malah asik memandangi wajah Wida yang duduk disebelahnya. Tangannya yang menggenggam tangan Wida bergerak lembut membelai jari jemari Wida. Ryan menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Wida.
__ADS_1
"Kaak.. " bisiknya didekat telinga Wida. "Hmm.." jawab Wida tanpa kata dengan mata masih tertuju pada layar. "Aku menyukai kakak.." lanjut Ryan, membuat Wida tersentak dan langsung menolehkan kepalanya ke arah Ryan. Wajah mereka begitu dekat karena Ryan yang memang sedang berbisik ditelinga Wida. Wida menatap Ryan.. dan baru disadarinya bahwa Ryan sedang menggenggam tangannya.