Romansa SMA

Romansa SMA
BAB CXV : Lagi-Lagi.. Tatapan Itu...


__ADS_3

Ibu Prima masih menemani Nina diruang tamu bersama Dewi. Diperhatikannya Nina yang tampak resah karena Prima tak kunjung keluar dari kamar. Ibu yang mengerti keresahan Nina menyuruh Dewi untuk memanggi Prima dan Wida.


"Panggil Kakakmu untuk makan siang," perintah ibu Prima.


Dewi yang masih kangen dengan kakaknya, langsung bangun dan berlari menuju kamar Prima. Begitu sampai didepan kamar Prima, tanpa mengetuk lagi ia langsung membuka pintunya. Lalu masuk begitu saja tanpa ijin dari Prima.


Begitu Dewi pergi ke kamar Prima, Nina meminta ijin pada ibu Prima untuk ke kamar kecil. Ibu pun mengangguk mengijinkan.


Tapi ternyata Nina tidak ke kamar kecil, melainkan menyusul Dewi ke kamar Prima. Sesampainya didepan kamar Prima, Nina tidak masuk ke dalamnya. Ia hanya berdiri di balik pintu yang terbuka sedikit.


Di dengarkannya segala percakapan antara Prima, Dewi dan Wida. Sampai dengan perkataan Prima yang mengatakan 'kami sedang berciuman, tadi.'


Tangan Nina mengepal keras begitu mendengarnya. Dan tanpa ingin mendengar lebih banyak lagi, ia berlalu meninggalkan kamar Prima dengan hati yang nyeri.


Wida yang mendengar pengakuan Prima pada Dewi, merasa kesal. Dengan marah didorongnya tubuh Prima yang sedang membungkuk di hadapannya. Padahal ia sudah meminta agar Prima tidak mengatakannya. Tapi memang dasar Prima yang suka menggodanya, akhirnya ia mengatakannya juga.


Prima yang terdorong hanya tertawa senang, karena berhasil menggoda Wida.


Dewi yang mendengar pengakuan Prima tampak menganga karena terkejut. Dipandangnya Prima dan Wida secara bergantian.


"Benarkah?" tanyanya pada Wida. Dan ia rupanya tak perlu menunggu jawaban dari Wida, karena wajah Wida yang berubah merah menahan malu.

__ADS_1


Prima menghampiri Wida dengan bibir yang masih tersenyum.


"Sudahlah... aku cuma bercanda. Jangan marah," katanya pelan.


Namun wajah Wida masih terlihat kesal. Ia merasa bercandanya Prima sungguh keterlaluan. Bagaimana kalau Dewi menanggapinya dengan serius dan menceritakannya pada ibunya? Mau di taruh di mana mukanya ini!


Dewi yang penasaran menanyakan hal yang sama pada Prima.


"Benarkah?" tanyanya sambil menatap Prima penuh selidik. "Aku serius, kak Prima!"


Prima tersenyum dengan keluguan adiknya.


"Kalau memang benar, kamu mau apa?"


"Berarti kakak Wida hebat! Karena kak Wida adalah cewek pertama yang di cium kak Prima!"


Wida hanya terdiam dengan wajah merahnya. Namun dalam hatinya ia bertanya-tanya... benarkah? Benarkah ia yang pertama?


"Sok tahu, kamu," kata Prima menanggapi perkataan Dewi.


"Sudahlah. Ayo kita keluar, sepertinya mamih sedang menunggu kita," ajaknya pada Wida.

__ADS_1


Prima kembali keruang tamu dengan diapit oleh dua perempuan kesayangannya. Wida di sisi kirinya sedang Dewi di sisi kanannya.


Nina yang melihatnya tidak dapat menyembunyikan kecemburuannya. Pandangan matanya tampak begitu kesal.


Berbeda dengan ibu Prima yang tampak tersenyum senang, karena putranya terlihat bahagia. Biarlah untuk sementara Prima bersama Wida, pikirnya. Bila nanti Prima sudah merasa bosan, mungkin ia akan kembali ke Nina.


"Mbok Uti sudah menyiapkan makan siang untuk kalian," kata ibu Prima begitu Prima dan Wida sudah sampai diruang tamu.


"Kalian makanlah, tadi kami sudah makan duluan"


"Aku ingin mengantar Wida pulang, Mih," tolak Prima.


"Tadi ibu Wida sudah menelponnya," kata Prima yang jelas berbohong, membuat Wida menoleh padanya.


"Aku ikut ya, Kak?" pinta Dewi manja.


"Mana bisa... kakak mengantar kak Wida dengan motor," jawab Prima yang langsung membuat Dewi cemberut.


"Aku duluan ya, Nin," kata Prima pada Nina yang masih duduk di samping ibunya.


Nina hanya mengangguk kecil. Matanya tak lepas dari sosok Wida yang sedang membungkuk hormat, untuk pamit pulang pada ibu Prima. Dan kemudian Wida hanya tersenyum kecil seraya menganggukkan kepalanya untuk pamit padanya.

__ADS_1


Prima yang tak mau berlama-lama lagi disana, segera menarik tangan Wida untuk keluar. Dan seperti biasa, Wida hanya mengikutinya tanpa suara...


__ADS_2