Romansa SMA

Romansa SMA
BAB L : Sebenarnya Ini Kencan Pertamaku..


__ADS_3

Prima makin menarik Wida untuk lebih dekat dengannya. Wida makin gugup..


"Kau tahu.. orang yang sedang berkencan kalau duduk selalu berdekatan.." kata Prima sambil berbisik pelan. "Tangan pun saling menggenggam.." Prima menggenggam erat tangan Wida.


Wida hanya diam. Matanya kembali menatap film di layar dengan perasaan yang masih resah. Ia menunggu denga hati tak karuan.. kira-kira apa lagi yang akan dilakukan Prima.


Prima melirik Wida yang terdiam. Sebenarnya hatinya pun tak kalah resah dengan Wida. Untung suara jantungnya tidak bisa terdengar keluar. Kalau saja bisa didengar, mungkin suaranya akan terdengar menggema seperti derap kaki kuda yang berlari cepat.. karena begitu cepatnya detak jantungnya saat itu.


Prima sendiri sebenarnya bingung apa yang harus dilakukan saat berkencan, karena ia sendiri pun belum pernah berpacaran. Dan ini merupakan kencan pertamanya.. dan juga pacar pertamanya.

__ADS_1


Selama ia bersekolah teman perempuan yang dekat dengannya hanya Nina. Dari TK sampai sekarang, selalu bersama-sama di sekolah yang sama. Prima tahu, kalau Nina selalu berusaha menghalau kalau ada anak perempuan yang berusaha mendekatinya. Namun Prima tidak pernah peduli akan hal itu. Karena memang ia tidak menyukai mereka.


Namun lain halnya dengan Wida. Dari pertama ia melihatnya saat di kelas satu, entah mengapa ia merasa harus memilikinya. Ia menyukainya dengan diam-diam tanpa sepengetahuan Nina. Bahkan ia mengambil peran Nina, yaitu menghalau bila ada lelaki yang berusaha mendekati Wida. Dan Wida tidak pernah tahu dengan apa yang telah ia lakukan di belakangnya.


Dan kini.. sosok yang ia sukai secara diam-diam itu, sekarang ada disisinya.. dan jadi miliknya. Tanpa sengaja Prima mempererat genggaman tangan Wida, seakan takut terlepas. Dan hal itu membuat Wida reflek menoleh kearahnya.


Wida merasa genggaman tangan Prima mengendur. Dengan cepat ditariknya tangannya dari genggaman Prima. Prima agak terkejut dengan sikap Wida. Namun ia membiarkannya, karena ia sendiri pun merasa gugup juga.


Namun tak lama Prima kembali meraih tangan Wida, setelah menghela napas mengusir kegugupannya. Wida menahan tangannya hendak menolak tangan Prima yang akan menggenggamnya. Tapi saat melihat tatapan mata Prima yang seakan tak ingin di tolak, Wida akhirnya mengalah. Prima pun kembali membawa tangan Wida kepangkuannya.

__ADS_1


"Kan tadi aku bilang kalau aku akan mengajari kau kencan. Agar kau tahu.. mana yang namanya kencan atau sekedar jalan bareng," ujar Prima setengah menyindir Wida ketika dulu ia kencan dengan Ryan.


Wida yang merasa tersindir, menatap Prima dengan mendelikkan matanya. Rupanya ia tidak suka bila Prima mengungkit kejadian yang sudah lalu itu.


"Kan aku sudah bilang, kalau bagiku itu bukan kencan!" kata Wida kesal membela dirinya.


Prima hanya tersenyum mendengar perkataan Wida. "Lalu kemarin, waktu jalan sama Soni.. itu.." perkataan Prima terputus, karena Wida kembali mendelikkan matanya. "Itu juga bukan kencan!" hampir saja Wida berteriak karena kesalnya.


Prima tertawa kecil, ia senang karena sudah berhasil menggoda Wida. Dicubitnya pipi Wida dengan gemas. Wida yang terkejut dengan sentuhan Prima yang tiba-tiba itu tersipu malu. Diusapnya pipinya yang tak sakit itu. Disentuh seperti itu saja hatinya sudah tak karuan. Huft..

__ADS_1


__ADS_2