Romansa SMA

Romansa SMA
BAB XXX : Ada Hati Yang Lain...


__ADS_3

Terminal tempat transit Wida menuju kesekolah sangat ramai hari ini. Angkot yang biasa Wida tumpangi selalu saja penuh. Wida bangun kesiangan tadi sehingga saat sampai diterminal sudah penuh sesak dengan penumpang. Ia pun jadi kesulitan mendapat angkot karenanya. Seseorang menjawil Wida dari belakang. Wida menoleh.. termyata Soni.


"Hai.." sapanya sambil tersenyum. Wida balas tersenyum, "Hai juga.." katanya merasa lega karena ada barengannya.


"Masih belum dapat angkot?" tanya Soni.


Wida menggeleng. "Penuh terus dari tadi.." jawabnya.


"Kita naik taksi aja yuk.. biar cepat" ajak Soni. "Gak ah.. mahal" tolak Wida.

__ADS_1


"Aku yang bayar.." jawab Soni lalu menarik tangan Wida untuk pindah tempat ke pangkalan taksi yang ada di luar terminal.


Akhirnya mereka pun naik taksi ke sekolah. Didalam taksi Wida yang merasa tidak enak dengan Soni, menawarkan untuk patungan buat ongkos taksinya.


"Kita bagi dua ya.. ongkosnya.." katanya menawarkan.


Soni tersenyum. "Gak usah.. aku lagi ada rezeki.. " jawab Soni.


Soni memang sengaja menunggu Wida diterminal. Ia mencari-cari keberadaan Wida dan akhirnya melihat Wida yang sedang menunggu angkot. Hatinya berdebar saat ia mendekati Wida. Dengan sedikit ragu di beranikannya untuk mencolek Wida.Dan karena sosok Wida yang ramah menghapus keraguan Soni.

__ADS_1


Sebenarnya Soni sudah memperhatikan Wida sejak lama. Ia selalu berusaha agar satu angkot setiap pergi dan pulang sekolah. Selalu menunggunya diterminal.. dan menunggunya di halte dekat sekolah. Tapi Wida tak pernah menyadarinya.


Tapi sekarang ia ingin Wida menyadari kehadirannya. Ia tidak ingin hilang kesempatan untuk mendekati Wida. Apa lagi kini ia tahu Prima juga mengejar Wida. Prima memang teman dekatnya.. tapi ini urusan hati. Ia tidak bermaksud menikam Prima dari belakang. Walau Prima telah mengumbar bahwa Wida adalah pacarnya, tapi selama Wida belum mengatakan 'iya'.. ia juga berhak untuk mengejar Wida. Karena yang ia dengar Prima masih bertepuk sebelah tangan..


"Tidak apa-apakan kita naik taksi berdua begini?" tanya Soni mengetes hati Wida.


Wida menatap Soni. "Memangnya mengapa?" kata Wida tidak mengerti.


"Aku dengar kau pacaran dengan Prima.. Nanti kalau Prima tahu.. ia bisa marah dan salah paham.." kata Soni sambil melirik ingin tahu reaksi Wida. Wida gelagapan. Ia bingung harus jawab apa.. karena ia tahu Soni adalah teman Prima. Takutnya apa yang ia ucapkan akan sampai ke telinga Prima.

__ADS_1


"Oh.. itu.." Wida gugup, "itu hanya sepihak saja.. aku tidak pernah mengatakan 'iya' padanya.." kata Wida yang kemudian mengalihkan wajahnya kejendela mobil, ia tidak ingin Soni melihat perubahan paras wajahnya. Tanpa Wida tahu Soni tersenyum.. apa yang ia duga ternyata benar.. belum ada kata 'iya' untuk Prima. Ia merasa masih ada peluang untuknya dalam mendekati Wida.


Akhirnya mereka pun tiba di sekolah. Dan taksi berhenti tepat didepan gerbang sekolah. Sesuai ucapannya Soni membayar penuh ongkos taksi. Mereka jalan bareng memasuki gedung sekolah. Eko yang juga baru tiba melihat Soni dan Wida yang turun dari taksi. Alisnya berkerut heran. Ada apa ini..? pikirnya, kemarin Ryan..dan sekarang.. Soni? Eko menggeleng bingung. Dikejarnya Soni yang berjalan sendirian menuju ke kelas karena Wida telah masuk kekelasnya.


__ADS_2