
Prima yang masih emosi menatap Eko. "Dia..!" tunjuk Prima pada Soni, "pengadu!" Soni yang masih tidak terima di anggap pengadu langsung menerjang Prima. Edi yang memegangi Soni, tidak dapat lagi menahan Soni yang mengamuk. Untung Eko dan Robi cepat sigap. Eko langsung menghadang Soni yang akan menerjang Prima, dan Robi menarik mundur Prima.
"Ada apa ini?!" tiba-tiba terdengar suara dari pintu kelas. Bu Shinta! Rupanya ada siswa yang melapor ke bu Shinta. Bu Shinta datang menghampiri mereka. Dan tepat saat itu bel tanda masuk berdering. "Yang lain, kembali ke bangku masing-masing!" serunya. "Dan kalian.. " mata bu Shinta menatap Prima dan Soni, "ikut ke kantor!" Bu Shinta berbalik dan berjalan menuju keluar kelas, di ikuti Prima dan Soni yang masih emosi. Eko mengikuti di belakang mereka, jaga-jaga kalau salah satu dari mereka ada yang mengamuk.
__ADS_1
Di kantor hanya ada petugas TU dan guru piket, karena yang lain sudah kekelas untuk mengajar. Soni dan Prima tampak berdiri mengahadap bu Shinta yang ada di balik meja dan duduk di kursi. Eko yang hendak balik kekelas di tahan oleh bu Shinta, "Kau tetap disini", katanya pada Eko. Eko pun akhirnya berdiri di belakang Prima dan Soni.
Bu Shinta menatap tajam Soni dan Prima, "Mau jadi jagoan, kalian?!" katanya, "kalian bukan anak SD lagi! Sebentar lagi kalian akan lulus! Bicara baik-baik kalau ada masalah!"
__ADS_1
Akhirnya Soni buka suara, "Ia menuduh saya mengadu bu.." "Memang benar, kan?!" Prima menimpali. Soni melotot kesal ke Prima. Eko yang di belakang mereka hanya menggeleng melihat kelakuan dua sobatnya. Bu Shinta menghela napas. "Memangnya apa yang di adukan?" kata bu Shinta menatap Prima. Prima diam sejenak. Agak takut juga ia mau mengatakan bahwa ia bolos kemarin. "Katanya saya bolos kemaren.." jawab Prima sambil menunduk menghindari tatapan bu Shinta. Bu Shinta tersenyum sinis, "Memang benar, kan?" katanya. Prima terdiam. "Dan bukan Soni yang mengadu." Soni tampak bernapas lega. Namun wajah Prima menunjukkan kalau ia tidak percaya apa yang barusan dikatakan gurunya. Siapa lagi kalau bukan Soni? pikirnya. "Pak Anton", kata bu Shinta seakan bisa menjawab apa yang ada di pikiran Prima.
Reflek Prima menatap bu Shinta, seakan ingin memastikan apakah benar yang di ucapkannya itu. "Pak Anton yang melihat kalian, saat kalian keluar dari gang sekolah dengan motor. Beliau waktu itu sedang menuju kesekolah.. dan kalian tidak melihatnya", terang bu Shinta panjang lebar.
__ADS_1
Tiba-tiba pak Anton masuk ke dalam ruangan. Ia langsung menghampiri bu Shinta. "Ada apa?" tanyanya pada bu Shinta, yang langsung di jawab dengan anggukan kepala ke arah Prima. Pak Anton yang mengerti maksud bu Shinta langsung melihat ke arah Prima. "Ooh.. sang 'Romeo' kita rupanya.." kata pak Anton sambil tersenyum sinis. "Mana 'Juliet'nya?" sindir pak Anton, mungkin Wida yang dimaksud. "Masih dikelas", jawab bu Shinta datar. Bu Shinta melihat ke arah Eko, "Tolong kau panggil Wida", perintahnya pada Eko.