Romansa SMA

Romansa SMA
BAB XXXIII : Ini..Aku Datang..


__ADS_3

Wida menatap Asti dalam, ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Kenapa karena aku?" tanyanya, "aku tidak pernah menyakitinya."


"Iya.. " kata Asti sabar, "kamu memang tidak menyakitinya.. tidak menyakitinya secara langsung."


"Maksudmu?" Wida tidak mengerti perkataan temannya itu.


"Sepertinya.. Prima tahu tentang kamu yang jalan sama Ryan.."


Wida terdiam. Hhhhh.. desahnya. Ternyata ia tahu, batin Wida.


"Eko bilang apa?" tanya Wida penasaran.


"Yah.. gitu. Katanya setelah ia tahu kau jalan dengan Ryan, Prima langsung tak mau sekolah. Sampai-sampai ia tidak mau makan.." kata Asti menambah kegalauan Wida.

__ADS_1


"Masa sampai segitunya.." gumam Wida.


"Kenapa tidak?" Asti makin memanasi Wida, "baginya kau adalah pacarnya. Semua anak disekolah kita juga tahu.. kalau kau adalah pacarnya. Walaupun kamu belum menerimanya.. tapi kalian sudah selalu terlihat bersama. Bahkan Prima berkelahi dengan Ryan hanya karena kamu. Tapi kamu malah jalan sama rivalnya. Gimana ga sakit?" kata Asti panjang lebar yang membuatnya kaget sendiri, kok ia bisa ngomong seperti itu.. huft..


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Wida. Asti tersenyum. Nah ini dia yang ia tunggu-tunggu dari tadi, batinnya.


"Jenguklah!" kata Asti semangat, "ada yang bilang obat patah hati adalah orang yang bikin patah hati.." karang Asti. Wida tertunduk. "Enggak ah.." katanya, "aku malu.."


"Kenapa malu..? Kan jenguk orang sakit itu wajar.. apalagi orang itu 'pacar'.." goda Asti.


"Temani aku ya.." pinta Wida. Asti mengangguk. Lalu Asti melihat ke arah pintu kelas. Diacungkan jempolnya tanpa setahu Wida. Ternyata ada Eko disana, yang tersenyum melihat misi Asti sukses..


"Eko akan mengantar kita.. atau kamu saja berdua dengan Eko ke rumah Prima?" kata Asti yang langsung dijawab kompak oleh Wida dan Eko. "Tidak!!" kata mereka berbarengan yang membuat Asti terkejut. Asti tersenyum, "Okelah kalau begitu."


Mereka bertiga akhirnya sampai dirumah Prima. Mbok Uti mempersilahkan mereka untuk menunggu diruang tamu. Kemudian ia berlalu ke kamar Prima untuk memberitahukan kedatangan mereka.

__ADS_1


"Ada tamu mas. Mas Eko sama dua anak perempuan.." katanya. Prima bingung, "Dua?" gumamnya.


"Yang kemarin bukan, mbok?" tanya Prima, mungkin yang ia maksud Nina.


"Bukan.." jawab mbok Uti mengerti maksud Prima. "Tapi yang satunya, yang pernah datang dulu.. saat mas Prima mukanya memar itu loh.." Prima tersenyum mendengarnya. Lalu yang satu lagi siapa? tanyanya dalam hati.


"Ya udah suruh masuk ke kamar ajah mbok. Inget ya mbok.. bilang kalo aku ini sedang sakit jadi ga bisa keluar kamar.." kata Prima sambil tersenyum nakal dan menarik selimutnya supaya terlihat sedang sakit. Mbok Uti hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan tuan mudanya itu.


Mbok Uti kembali keruang tamu dan menyampaikan apa yang di katakan Prima.


"Kata mas Prima, masuk aja ke kamar.. badannya masih kurang sehat.." kata mbok Uti sesuai pesan Prima. Eko yang tahu akal-akalan Prima hanya tersenyum.


Mereka bertiga akhirnya masuk ke kamar Prima dengan di dampingi mbok Uti. Setelah ketiganya masuk, mbok Uti kembali keluar untuk melanjutkan perkerjaannya.


Wida dan Asti tampak canggung, karena memang baru pertama kali masuk ke kamar Prima. Berbeda dengan Eko yang sudah sering keluar masuk kamar Prima.

__ADS_1


Tampak Prima yang terbaring di tempat tidur dengan tubuh ditutupi selimut tebal. Eko menghampirinya. Wida dan Asti mengikuti dibelakang.


"Hai bro!" sapa Eko. Prima hanya tersenyum menanggapi sapaan Eko. Asti dan Wida melambaikan tangan pada Prima. "Hai.." kata mereka hampir berbarengan.


__ADS_2