
"Mau ikut ga?" Asti mengajak Wida sepulang sekolah untuk pergi ke toko buku yang baru buka tidak jauh dari sekolah mereka. Wida mengangguk. Di depan kelas ternyata telah menunggu Uli dan Noni yang merupakan cs- nya Asti karena rumah mereka berdekatan.
Belum jauh mereka berjalan, tiba-tiba Ryan datang menghadang. "Hai..!" sapanya pada Wida. "Haaaaiii" Asti, Noni dan Uli menjawab bareng dengan nada menggoda. Wida tertawa kecil melihat temannya menggoda Ryan."Hai..!" jawabnya pelan.
"Pada mau kemanakah kakak-kakak yang cantik?" tanya Ryan pada mereka, namun matanya hanya tertuju pada Wida. "Kita mau ke Astro Media. Toko buka yang baru buka di jalan Mandala," jawab Noni centil, "mau ikut?"
"Oo.. engga.. terima kasih", jawabnya sambil menggeleng pelan dan tersenyum manis. "Tapi.. bolehkan aku pinjam kak Wida sebentar?" Wida menatap Ryan dengan alis berkerut. Belum sempat ia buka mulut Asti menyela, "Silahkan!" katanya sambil menarik tangan Noni dan Uli agar segera pergi dari sana. "Daaah.." kata mereka sambil melambaikan tangan dengan centil. "Aku tunggu ya..." teriak Asti. Dan mereka pun meninggalkan Wida dan Ryan di lorong sekolah.
Wida dan Ryan berdiri di tepi lorong sekolah untuk menghindari anak-anak yang lewat. "Ada apa?" Wida memulai percakapan.
Ryan tersenyum. "Kan aku tadi sudah bilang.. kalo aku akan menemui kakak sepulang sekolah." Wida mengingat-ingat lalu tersenyum. "Maaf.. aku lupa.." jawabnya.
"Ga apa.. yang penting sudah ketemu.." kata Ryan sambil tersenyum dan merogoh tasnya seperti akan mengambil sesuatu.
Setelah ketemu yang di carinya, ia menyodorkannya pada Wida. Yang ternyata dua batang coklat. "Ini.." katanya. Wida tertegun sesaat. Saat akan mengambilnya, sebuah tangan mendahuluinya. Wida menoleh untuk melihat pemilik tangan tersebut. Betapa terkejutnya Wida setelah mengetahui pemiliknya.. Prima!
__ADS_1
Ternyata saat dikelas tadi, Eko memberi tahu Prima bahwa ia melihat Ryan sedang berdiri di depan kelas Wida. Prima yang tahu bahwa Ryan sedang mendekati Wida tanpa bicara lagi lansung kabur berlari menuju ke kelas Wida. Dan benar.. dilihatnya Ryan disana yang sedang berbicara dengan Wida. Ia pun begegas menghampiri mereka.
Prima yang berhasil mengambil coklat lebih dulu dari tangan Ryan, mengacungkannya dengan wajah tidak senang. Lalu dimasukkannya dua batang coklat tersebut ke saku baju Ryan. "Tidak perlu.. aku bisa membelikannya", katanya lalu menarik tangan Wida untuk pergi dari sana.
Wida yang masih terkejut tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya mengikuti Prima yang menarik tangannya. Namun langkahnya tertahan.. karena Ryan menarik tangan satunya! Prima yang tangannya sedang memegang tangan Wida pun ikut terhenti.
Bingung ia menatap Wida yang berhenti.. dan akhirnya tahu mengapa Wida berhenti setelah dilihatnya tangan Wida yang di pegang oleh Ryan.
Prima menarik tangan Wida agar pegangan tangan Ryan terlepas. Tapi Ryan malah semakin menguatkan pegangannya. Wida yang berada diantara mereka hanya meringis pelan karena kedua tangannya yang terasa sakit.. akibat kuatnya pegangan mereka.
Tak terima wajahnya di pukul Prima, ia pun maju untuk membalas pukulan tersebut.
Prima tak dapat mengelak pukulan Ryan. Dan pertengkaran pun terjadi. Teriakan Wida untuk melerai mereka pun tak di hiraukan. Ia kebingungan bagaimana cara melerai mereka. Dan saat Prima hendak membalas memukul seseorang menariknya. Begitu pula dengan Ryan, seseorang juga menariknya.
Ternyata Eko dan Iwan.. yang tadi ikut berlari menyusul Prima. Mungkin tahu bahwa akan terjadi keributan antara Prima dan Ryan. Eko memegang Ryan sementara Iwan memegangi Prima.
__ADS_1
Ryan berusaha melepaskan diri dari pegangan Eko. Begitu pula dengan Prima. Merasa kewalahan Eko menyuruh Wida untuk membawa Prima agar segera pergi dari sana. "Bawa keluar!" perintahnya. Wida pun membujuk Prima untuk keluar.. sambil menarik tangan Prima dengan susah payah karena sepertinya Prima masih ingin melawan. "Ayoo..!" paksa Wida yang di bantu oleh Iwan.
Ryan yang melihat Wida sepertinya memihak Prima merasa tidak terima.
"Hei!" teriaknya pada Prima, "memangnya siapa kamu melarangnya untuk menerima pemberianku!"
Prima yang tangannya di tarik Wida mengabaikan teriakkan Ryan.
Eko yang masih memegang tangan Ryan memberitahu bahwa Prima adalah pacar Wida. "Dia pacarnya.." katanya menjelaskan.
Bukannya tenang Ryan makin emosi. Dan ia pun berteriak lagi, "Baru pacar! Yang menikah saja bisa bercerai!!"
Prima yang sudah berjalan cukup jauh berhenti begitu mendengar teriakkan Ryan yang sepertinya menantangnya. Dan dengan emosi yang kembali meledak ia berbalik ke arah Ryan. Pegangan tangan Wida pun terlepas. Dan terpaksa Wida menghalangi jalan Prima dengan menghadangnya dari depan. Wida menggelengkan kepalanya dengan pandangan memohon agar Prima tidak kesana.
Melihat mata Wida yang begitu memohon, emosi Prima pun luruh. Dengan kesal ia berbalik lagi keluar sambil gantian dia yang menarik tangan Wida.
__ADS_1
Terlihat Eko yang menjitak kepala Ryan karena kesal dengan ocehannya. Setelah dilihatnya Prima dan Wida yang sudah menjauh ia pun melepas tangan Ryan dan meninggalkannya, menyusul Iwan yang sudah pergi lebih dulu. Ryan meringis mengusap tangannya yg sakit karena tadi Eko memegangnya dengan kuat. Dan dengan kesal diambilnya kedua coklat dari saku bajunya yang tadi gagal diiberikan kepada Wida..